Ponorogo Terendam
Akibat hujan 2 hari, sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terendam air setinggi 1 ½ meter. Seluruh warga panik mencari tempat pengungsian.
“Air sungai di sepertiga daerah barat alun-alun Ponorogo meluber. Sejak tadi pagi warga masih sibuk mencari tempat yang lebih tinggi,” ujar salah seorang warga di Kabupaten Ponorogo, Lukman Hakim Arifin kepada okezone, Rabu (26/12/2007).
Hujan yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak perayaan Natal kemarin hingga saat ini baru reda. Akibatnya beberapa sungai yang mengalir di daerah kabupaten Ponorogo meluber dan menggenangi daerah-daerah rendah di kabupaten tersebut.
“Sungai Keyang, Sungai Sekayu, Sungai Madiun, Sungai Bendo airnya meluber. Sehingga kurang lebih tujuh desa terendam air,” katanya.
Lukman menilai, pemerintah kabupaten Ponorogo tidak siap menghadapi banjir yang melanda tujuh desa. Warga Ponorogopun kecewa, sebab saat evakusi berlangsung tak ada fasilitas bantuan untuk korban banjir.
“Saya sangat menyayangkan tidak ada perahu karet. Tidak ada kesiapan dari pemerintah setempat. Posko Satkorlak juga baru dibuka di Alun-Alun Ponorogo, Kelurahan Mangkujayan, Kabupaten Ponorogo,” ujar Lukman .
Saat ini kawasan Jetis, Siman, Sukorejo, Sambit, Sumoroto Kabupaten Ponorogo masih terendam air hingga ketinggian 1 ½ meter. Di perkirakan ketinggian genangan air di daerah dataran rendah tersebut akan terus meninggi jika hujan kembali datang.
sumber: http://www.okezone.com
oh…ponorogoku…perasaan belom pernah aku ngerasain banjir di PO.
perasaan semenjak aku lahir, dan besar di ponorogo belum pernah deh aku ngerasain banjir.oh..ponorogoku..kasian dikau..
YUp, tapi kita harus bersyukur bagaimanapun juga banjir di Ponorogo tidak separah daerah lainnya.. Semoga semua korban dimanapun berada diberi kekuatan. amiin..