Eksistensi

3 minggu sudah blog ini tidak aku update, bukan karena hiatus, tetapi dikarenakan beberapa faktor yang tidak harus aku jelaskan disini. Bahkan belum lama aku sempat memposting tentang kematian blog dan tentunya aku tidak ingin terjebak dalam cengkramannya.
Dalam teori pragmatisme “Sesuatu dianggap benar jika mendatangkan manfaat dan akan dikatakan salah jika tidak mendatangkan manfaat” mungkin hal inilah yang mengilhami blog ini walau memang pragmatisme C.S Pierce sampai Richard Rorty bukanlah absolut benar karena tiada kebenaran yang absolut kecuali tuhan, tapi paling tidak aku yakin dengan apa yang aku lakukan ini tentang nilai kebenaran dalam blogwalking.
Yup, beberapa orang mengatakan bahwa blogging hanyalah pekerjaan yang sia-sia, menguras pikiran juga uang, tetapi bukankah itu hanyalah anggapan kecil kaum pesimistis? Kalau kita kaji lebih mendalam, blogging merupakan kegiatan positif. Jika para organisatoris menyatakan bahwa organisasi adalah tempatnya kemerdekaan seutuhnya dalam artian manusia sebagai makhluk sosial, di blogosphere lebih jauh lagi.. dengan dua dunia yang berbeda.
Selain hidup dalam dunia kenyataan kita juga berkreasi dalam dunia maya, yang hal ini tidak bisa dilakukan oleh mereka walau dalam organisasi apapun [kecuali yang ikutan dalam blogosphere]. Selain wadah memerdekakan diri serta berkreativitas, blogging juga ajang bereksistensi, mencari tempat keberadaan, untuk aktif berbuat, menjadi ataupun merencanakan. Abad sudah berubah ketika Martin Heidegger ataupun Jean Paul Sartre berfilsafat tentang eksistensi, dan hari ini blogging termasuk dalam teori eksistensi tersebut.
Tidak panjang lebar, yang jelas…eksistensi dari sebuah keberadaan adalah dengan adanya dan dalam blogging berbentuk updating ataupun sekedar menampakkan batang hidung dalam coment-coment, yup… eksistensi… Go Blogging!
[...] menganggap ngeblog itu sebagai ajang kompetisi, dan aku salah. Azaxs dalam postingannya yg berjudul eksistensi dan segala makna yang terkandung dalam tulisannya membangkitkan semangatku yang surut untuk [...]
Tulisan ini memberi semangat baru bagiku. Makasih kawan…!!!
SEMANGAT…
aku juga dah lama ga update blog.. tapi emang murni karna males.. Semangat lagi deh, aku ga mau termasuk kaum pesimistis. MERDEKA!!
eh.. lupa.. trimaksih..
pengaktualisasian diri adalah kebutuhan manusiawi
soal eksistensi itu pasti
kita harus ada di mata mereka
[...] mereka karena bisa bertemu dengan kawan-kawan seangkatan, selain untuk reuni dan mengenang memory eksistensi “masa lalu” yang menyatu di dalam jiwa, tentunya mereka datang untuk menspport [...]
[...] karena memang kawan-kawan Kotareyog khususnya saya sendiri masih baru berkelana didalam eksistensi blogosphere, dimana tentunya membutuhkan seorang kawan, guide untuk sharing bersama, bertukar [...]
[...] domain haruslah dijaga, tidak hanya menjaga PR domain, namun yang lebih penting adalah menjaga eksistensinya, karena domain bukan barang statis, melainkan barang dinamis yang harus diperpanjang secara [...]