• Mahasiswa Indonesia Antara Gerakan dan Harapan

    by azaxs • April 18, 2008 • Uncategorized • 45 Comments

    Disini negeri kami
    Tempat padi terhampar
    Samuderanya kaya raya
    Negeri kami subur tuhan….

    Salam pergerakan!

    Lagu Darah Juang kini hanyalah lagu yang dipakai sebagai pelengkap dan meramaikan OSMA (OSPEK) di kampus-kampus. Ironis tentunya, mengingat lagu inilah yang mampu menyatukan mahasiswa Indonesia melawan tirani orde baru sehingga mampu menumbangkannya pada tahun 1998 silam.

    Postingan ini mengenai kegelisahan saya, kami, mungkin juga anda dan kita.. terutama mewakili mereka yang tidak berdaya untuk meneriakkan ini semua! Merupakan kritikan saya sendiri sebagai mahasiswa melihat realita kenyataan pergerakan yang ada saat ini. Dimana pergerakan mahasiswa yang berlabel agent of change berada di titik nadir perjuangan, terlenakan dan terbenam pada arus globalisasi yang menyesatkan serta terhimpit faham hedonisme yang semakin membutakan mata.

    Kawan-kawan Mahasiswa Indonesia…

    Masih ingatkah label agen perubahan melekat dijidat anda semua? dan sebagai seorang yang terpelajar pastinya anda harus siap mempertanggung jawabkan!

    Tiada lagi kajian-kajian yang mempu menggerakkan nurani, tiada pula diskusi-diskusi yang mampu mengangkat semangat perjuangan. Semuanya hanyalah permainan yang ujung-ujungnya profit jugalah yang dicari. Pengabdian mahasiswa pada masyarakat sudah bukan jamannya lagi, Tri Dharma Perguruan Tinggi lebih hanya slogan tanpa makna.

    Ingat bulan Mei sudah diambang pintu, 10 tahun sudah reformasi di negeri ini bergulir, banyak korban berjatuhan dari saudara-saudara kita, kita menyebut mereka dengan pahlawan reformasi. Itu semua belomlah cukup menjadikan negeri ini makmur dan berkeadilan.

    Bahkan mengutip mantan menteri ekonomi di era GusDur Rizal Ramli, hari ini keadaan ekonomi negeri sedang berada diujung tanduk. Jika 10 tahun lalu krisis mengakibatkan perusahaan-perusahaan besar di Indonesia kolaps, hari ini keadaannya lebih menghawatirkan, justru perusahaan besar semakin besar, namun usaha-usaha kecil dan kaum miskin semakin miskin.

    Tentunya krisis kedelai yang sempat membuat tempe beberapa waktu lalu menghilang dari pasaran masih sangat nyata dibenak kita. Detik ini, hari ini, antrean minyak tanah dan juga gas menjadi pemandangan biasa dan sangat biasa sekali. mengingatkan kita era 60an.. ataukah kita sedang bermimpi? tidak!

    Kekayaan negeri ini sangat besar… bahkan Indonesia merupakan negara dengan tambang minyak terbesar di Asia timur tapi.. krisis minyak! Bagaimana ini bisa terjadi?

    Belum lagi Busung lapar yang melanda.. sampai awal april ini di Rs. Dr. Soedomo Surabaya, 3 bayi meninggal akibat busung lapar…

    Penggusuran-penggusuran PKL menjadi kegiatan rutin, atas nama tata kota dan ketertiban mereka menghancurkan saudara kita lainnya.. tidak cukupkah ini menjadikan kita berani bangkit untuk meneriakkan suara mereka yang selalu termarginalkan? mereka yang selalu tertindas?

    Memang tidak semua dari kita merasakan apa yang mereka rasakan.

    Tapi coba kita cermati. Bisakah kita lari dari kenyataan dan tidak merasakan kegelisahan ketika melihat banyak orang bingung cari makan? melihat antrean minyak sampai ratusan meter? sekian banyak anak negeri ini hidup dalam kemiskinan dan ketidakberdayaan, serba kekurangan dan terhimpit banyak kesulitan. Fakta bahwa praksis korupsi merupakan hal biasa diatas kemiskinan dan kemelaratan mayoritas warga bangsa, seakan budaya yang harus dilestarikan demi kemakmuran segelintir orang dan bahkan tanpa sangsi? Bisakah kita tidak merasa gelisah ketika menghadapi melambungnya biaya pendidikan yang seharusnya menjadi hak semua warga di negeri yang kaya raya ini? Tidak gelisahkah kita melihat pemerintah tidak berdaya menghadapi pemodal? sedangkan rakyatnya sendiri dikesampingkan bagai sapi perahan yang telah habis diperah susunya? [tengok lapindo, Freeport]. Sekian miliar dollar harus dibayarkan untuk cicilan hutang luar negeri? Bayangkan jika uang sebanyak itu dimanfaatkan untuk memfasilitasi pendidikan kita, seberapa berkembangnya pendidikan bangsa ini sehingga akan melahirkan generasi baru penuh semangat dan optimisme, bukan generasi yang selalu dibumbuhi rasa pesimis akibat budaya dan perilaku bangsa! Bagaimana mungkin kita tidak gelisah ketika mendengar jeritan sedih dan teriakan amarah tanpa daya dari orang-orang yang tergusur hidupnya tanpa bisa melawan? Banyak warga kita yang diperlakukan semena-mena di negeri orang. Bagaimana kita tidak gelisah melihat semua itu? ataukah memang sengaja kita menutup mata dari semua itu? padahal kita tahu itu semuanya ada di depan mata!

    Dan tentunya masih banyak kegelisahan lain yang tidak cukup jika disebutkan satu persatu di postingan ini.

    Dari kegelisahan diatas bisakah anda dan kita semua tidak merasa gelisah?
    Mungkinkah hedonisme lebih menggairahkan daripada meneriakkan perubahan?
    Ataukah pacaran lebih mengasyikkan daripada harus menentang penindasan?
    Kebanyakan dari kita lebih suka berfoya-foya daripada meluangkan sedikit waktu dalam memahami dan belajar sastra.

    Ingat kata Magda Peters dalam karya Pramoedya, Bumi Manusia;

    Kalian boleh maju dalam pelajaran,
    mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja
    Tapi tanpa mencintai sastra,
    kalian hanya tinggal hewan yang pandai.

    Ingat sejarah… tumbangnya orde lama juga orde baru karena kekuatan mahasiswa, ingat sejarah juga, mereka, aktivis 60an dan 98 hari ini banyak yang menjadi pecundang! Dulu ikut meneriakkan, dan hanya dengan berapa nominal uang, detik ini bagaikan katak kekenyangan…

    Semoga mata kita terbuka dengan fenomena yang ada!

    Silahkan pikir sendiri, siapakah yang harus bertanggung jawab dengan semua ini?
    dan apakah kita masih layak untuk hidup tenang seakan melupakan kegelisahan-kegelisahan yang tak kunjung padam?

    Kembalilah Mahasiswa Indonesia, tunjukkan pada rakyat Indonesia bahwa kita patut menjadi agen perubahan. Kita masih peduli dan memperjuangkan mereka!

    Dalam Jejak Langkah Pramoedya berkata:
    “dapatkah dia sebagai cendekiawan modern berdiam diri pada saat orang-orang sebangsanya dibunuh dengan cara-cara modern ini? tetapi apa yang harus dibuatnya? mulailah dan kau akan mendapat jawaban, mendengung kembali suara mei beberpa tahun lalu.
    Hari ini aku akan kembali”

    Memang, tidak semua kawan-kawan lelap dalam tidur. Di Surabaya kemarin ( 17/04/2008 ) sahabat-sahabati PMII turun ke jalan bersama PKL meneriakkan perlawanan. Minggu lalu kawan-kawan BEM se-Jakarta meneriakkan stabilisasi ekonomi. Memang tidak semua kawan-kawan tertidur, tapi kebanyakan masih tertidur!

    Mahasiswa Indonesia…

    Setiap hari kita jengah melihat aksi anarkis anda! Entah yang di Unhas, Universitas Nomensen, Unhalu, atau kemarin di Universitas Lampung. Apakah hasil didikan perkuliahan selama ini hanya menghasilkan output yang pengecut? hanya berani berteriak di kandang sendiri, itupun untuk sesuatu yang kurang berarti.. sementara musuh sebenarnya sedang tertawa penuh kemenangan!

    Saya tahu, kebanyakan kalian sedang menunggu Konggres Mahasiswa, berimprovisasi dalam organisasi masing-masing. Mungkin hari ini anda tergabung Dalam HMI, HMI MPO, IMM, PMKRI, PMII, LMND, GMNI, GMKI, KAMMI, HTI, PRD dsb, tapi ingat rakyat tidak butuh dan tidak mau tau merah, hijau atau kuningkah anda! yang mereka tau seluruh mahasiswa adalah merah putih!

    Jangan perbesar konflik intern, karena perjuangan sebenarnya masih berat untuk dilalui bersama..

    Bangkit dan bersatulah Mahasiswa Indonesia!
    Bukalah matamu! Bukalah Telingamu! Teriakkanlah Mulutmu!
    Tunjukkan bahwa Mahasiswa pantas dikatakan sebagai Agent of Change!!
    Bangunlah Mahasiswa, Majulah Bangsaku!!!Salam Pergerakan! Yakin Usaha Sampai!

    * Demo memang tidak selalu membawa solusi, Tapi diam saja juga bukan Solusi.
    * Membaca postingan di blog pak gempur beberapa waktu lalu, mengingatkanku tentang gerakan mahasiswa yang semakin hari semakin tidak berdaya.. Sebagai mahasiswa, aku merasa mempunyai tanggung jawab untuk meneriakkan ini semua…
    * Postingan ini terutama bagi mereka yang telah melupakan jatidiri kemahasiswaannya dan apresiasi tinggi bagi kawan-kawan yang tetap dan masih teguh berjuang dilapangan…

    About azaxs

    I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

    http://azaxs.net

    45 Responses to Mahasiswa Indonesia Antara Gerakan dan Harapan

    1. April 18, 2008 at 6:54 am

      langkah nyatanya nih apa kawan selain menulis?

    2. April 18, 2008 at 8:28 am

      membangkitkan gairah melawan ketidakadilan..!!
      hidup mahasiswa..!!

    3. April 18, 2008 at 9:20 am

      reformasi…. reformasi…. reformasi…. sampai mati…. *kabur karena mata mulai perih kena gas*

      *sampe rumah ngobatin lecet2 dan bekas benda tumpul*

    4. April 18, 2008 at 9:26 am

      memang gitulah mahasiswa…selalu melaukan pergerakan tuk memajukan bangsa….asal jangan sampai ada yang ngambil keuntungan dari pergerakan kita (mahasiswa) aja…:)

    5. nunik
      April 18, 2008 at 9:56 am

      Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!

      http://www.infogue.com/
      http://www.infogue.com/pendidikan/mahasiswa_indonesia_antara_gerakan_dan_harapan/

    6. April 18, 2008 at 10:17 am

      sikap kritis mahasiswa sekarang sangat2 berbeda jauh dengan jaman2 kita bro, yang saya lihat mereka sangat adem ayem sekali jarang melemparkan kritik2 pedas bahkan tak jarang saling baku hantam sesamanya.

      Sudah saatnya mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat meneriakkan aspirasi ibunya (rakyat), bila saluran2 aspirasi tersumbat.

    7. April 18, 2008 at 10:28 am

      ayo berjuang…..
      hidup mahasiswa!!!!

    8. April 18, 2008 at 11:10 am

      Memulai suatu gerakan itu penting
      tapi jauh lebih penting untuk memaintennya, agar tak setengah jadi, setengah jalan, setengah mateng, pokok’e setengah
      serba nanggung

      jadi siapkan bank semangat dan ide

    9. April 18, 2008 at 11:11 am

      jadi pemeo “reformasi sudah mati” semakin terasa benar yah ? hahahah bete :(

    10. April 18, 2008 at 12:10 pm

      bangkit dan bersatulah rekan-rekanku
      estapet perjuangan kini ada padamu
      kami sudah tak sebebas dulu
      masa2 mahasiswa
      adalah masa paling idealis
      semangat untuk damaikan dan majukan negeri tercinta ini! :)

    11. April 18, 2008 at 12:31 pm

      yupz…
      SEMANGAT!!!!

      HIDUP MAHASISWA!!! :)

    12. April 18, 2008 at 1:08 pm

      angkat dua jempol untuk mas azaxs yang telah berani melakukan otokritik terhadap eksistensi mahasiswa saat ini. yups, sepanjang sejarah peradaban di negeri ini, tidak salah kalau mahasiswa selalu berada di garda depan perjuangan utk melakukan sebuah perubahan, sesuai idiom yang mereka sandang, agent of social change, sbg agen perubahan sosial. kalau selama ini mahasiswa tiarap, perlu diuthik-uthik. ingat puisi wiji thukul:

      jika rakyat pergi
      ketika penguasa pidato
      kita harus hati-hati
      barangkali mereka putus asa

      kalau rakyat sembunyi
      dan berbisik-bisik
      ketika membicarakan masalahnya sendiri
      penguasa harus waspada dan belajar mendengar

      bila rakyat tidak berani mengeluh
      itu artinya sudah gawat
      dan bila omongan penguasa
      tidak boleh dibantah
      kebenaran pasti terancam

      apabila usul ditolak tanpa ditimbang
      suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
      dituduh subversif dan mengganggu keamanan
      maka hanya ada satu kata: lawan!

      Dan mahasiswa memiliki kekuatan untuk itu. selamat berjuang menjadi agen perubahan buat para mahasiswa! semangath!

    13. April 18, 2008 at 2:50 pm

      hhmm… iyah, belakangan mahasiswa lupa jatidirinya sendiri..
      (mungkin termasuk saya?)
      sedihnya, belakangan, semakin muda usia mereka, biasanya mahasiswa makin egois. hanya memikirkan diri sendiri. ngakunya aktivis BEM, himpunan, tapi setiap ada rapat, g pernah dateng dengan alasan besok/lusa ada tugas…
      mengapresiasikan suara yang dipercayakan temen2 jurusan/fakultas aja gbisa, gmana mau merubah dunia?

      hukz… sekarang kayaknya virus ini sedang marak di kalangan mahasiswa : kuliah cepet, nilai bagus, cari kerja, hidup nyaman, kaya raya…
      beugh.. sound so selfish.. :P

      yuk ah, kita bangun.. bangun sendiri minimal klo yang lain gbisa dibangunin. jangan malah ikutan tidur lagi..
      moga di sisa hak sebagai mahasiswa, kita bisa memberi banyak manfaat untuk banyak orang..
      amiiinn..

    14. April 19, 2008 at 12:12 am

      Saya baru tau kalo lagu darah juang menjadi hymne mahasiswa saat OSMA.. hebat itu! selalu menjadi pengingat untuk berpijak di bumi dan berpihak pada yang lemah. Semoga tak menjadi lagu pelipur lara di kala gundah.. tapi sebaliknya, pembangkit semngat perjuangan..

      ayo bergerak kawan!

    15. April 19, 2008 at 5:28 am

      idealime mahasiswa saat ini sudah mulai luntur.
      memang sangat sedih mengetahui realita ni.
      contohnya di kampusku juga gitu mas
      padahal spp semester sudah dapat subsidi dr rakyat.
      tapi mahasiswanya malah males menyuarakan hati rakyat.
      dengan dalih bermacam2.
      Sepertinya perlu ada momentum untuk mengembalikan semangat para mahasiswa tuk kembali menyuarakan suara rakyat.
      Diriku juga sangat sedih sbg mahasiswa.
      Banyak mahasiswa yang teriak Hidup Mahasiswa, tetapi hanya sekedar dimulut.
      Kalau gini terus kapan bangsa ini akan bangkit dari keterpurukan??

    16. April 19, 2008 at 7:16 am

      tuk mas hanggadamai, Ko bisa si idealisme Mahasiswa anda luntur? sering dicuci pake apa ?
      mungkin harus sering di perbaharui lagi tuh pemikiran nya…:D

    17. April 19, 2008 at 7:54 am

      @hafidzi:
      luntur sih blum mas?kan mw lulus :mrgreen:
      dirimu kan mahasiswa juga.
      cara memperbaharuinya gimana mas?
      soalnya diriku semakin pesimis akan nasib bangsa ini :(

    18. April 19, 2008 at 8:13 am

      Diriku itu mahasiswa juga kan ya…??? :D

    19. April 19, 2008 at 8:44 am

      Menurutku sih ada yang salah dari reformasi….
      dulu kita mengelu ngelu kan dan berdemo demo reformasi…. tapi kalau saya lihat reformasi ini kok malah tambah bikin kacaw aja ya….

    20. April 19, 2008 at 10:29 am

      ” masa depan bangsa kutitipkan padamu hai..!mahasiswaku..!”

    21. April 20, 2008 at 6:13 am

      berjuanglah mahasiswa. gunakan akalmu jangan okolmu**
      jangan ikuti jejakku yg hanya tau 3 K ( kos, Kantin, Kampus ).

      **okol = kekuatan fisik

    22. April 20, 2008 at 7:08 am

      Berjuang………………..berjuang…………..
      msak flu aj nyerah……

    23. April 20, 2008 at 7:27 am

      …MUNGKIN LAGI DI ZONA NYAMAN SEMUANYA…

    24. ayu
      April 20, 2008 at 12:22 pm

      kunjungan balik.

      waduh, blog ala wordpress tak ber shout box :(

      iya, boleh pesen2 desain apa gitu…
      hehe..

      eniwei berat nih blog nya.. :-P

    25. April 20, 2008 at 1:07 pm

      Smangadh… smangadh…
      ah Iephe…
      *cling-cling*

    26. April 20, 2008 at 6:06 pm

      Bersemangat banget mas…

      Trims buat energinya … !!

      mari lakukan perubahan… :)

    27. pilabeanku
      April 20, 2008 at 6:52 pm

      mahasiswa kita lagi parahhh…..

    28. April 21, 2008 at 6:19 am

      hidup mahasiswa!!
      aduh aku bukan mahasiswa lagi

    29. April 21, 2008 at 7:02 am

      mahasiswa….sepertinya zaman2 itu nanti akan saya lewati di malaysia…saya sudah buat planning buat kuliah di malaysia. Hehe, makanya udah mulai cari2 sma yang menjanjikan biar keterima di malaysia.

    30. April 21, 2008 at 7:49 am

      jadi ingat masa lalu waktu jadi mahasiswa :D

    31. April 21, 2008 at 11:11 am

      jadilah engkau pionir yang bergerak nyata mahasiswa
      karena di pundakmu ada harapan besar dari seluruh negeri ini
      jangan hanya beraksi demo saja , tapi lebih kepada tindakan yang nyata dan real

    32. April 22, 2008 at 3:50 am

      Banyak gerakan mahasiswa yang ada di Indonesia. Tidak semua menyuarakan kesamaan.
      Tindakan nyata walau kecil dan tak terdengar, lebih mulia daripada hanya berteriak tanpa tindakan.

      salam

    33. April 22, 2008 at 4:51 am

      ayo mahasiswa, bangkitlah kalian semua dari kubur

    34. April 22, 2008 at 5:43 am

      mahasiswa, tidaklah ringan beban dipundakmu, beraat

    35. April 22, 2008 at 11:06 am

      Hai Mahasiswa Indonesia!!!

      Dengarkan seruanku, korbanlapindo.

      Dua tahun sudah kami bertahan
      Dalam ketertindasan dan ketidakberdayaan
      Oleh rezim penguasa yang dikangkangi pengusaha

      Dua tahun pula kami menanti,
      Agar anak bangsa mempedulikan nasib kami
      Sebab tidak mungkin kami sendiri, berjuang melawan tirani

      Dimana mahasiswa Indonesia
      Yang katanya menjadi penentu sejarah
      Dan pewaris utama masa depan negeri tercinta

      Maka, setelah dua tahun ini…
      Tidakkah kami layak akan dukungan kalian…
      Atau akankah kami mati dalam kesia-siaan…

      Maka, Mahasiswa Indonesia!!!

      Dengarkan undanganku, korbanlapindo.

      Datanglah ke pasar baru Porong
      Datanglah ke basis perjuangan kami

      Mari kita susun strategi bersama aksi
      Menuntut hak kami, dan mengusir tirani
      Pengangkangan modal atas negeri ini…

      salam perjuangan dari pasar porong

      korbanlapindo

    36. April 23, 2008 at 2:36 am

      Mahasiswa memang hanya punya mulut yang hanya bisa berteriak. Tak sepeser uang pun ada di saku tanpa uluran dari ortu. Tapi mari kita ingat tahun 99? reformasi yang menyebabkan perubahan besar pada bangsa ini? Bergantung kita mo menggunakan mulut ini untuk apa? dan ucapan ini untuk apa?

    37. April 23, 2008 at 4:28 am

      Hanya satu yang saya titipkan …
      Please tanpa Anarchis … !!!, Tanpa Merusak … !!!

      Hidup Mahasiswa … !!!

    38. April 23, 2008 at 9:37 am

      langkah penyatuan gerak, terutama untuk gerakan-gerakan moral itu perlu. kan tidak perlu kanan kiri hijau merah untuk urusan kemanusiaan, berantas buta huruf, kemiskinan, dan anti kekerasan. semangat bro!

      konsolidasi.

      ayo semangat yang (masih mahasiswa)!

      darimantanmahasiswayangberusahamempertahankanbaradidada

    39. dafhy
      April 23, 2008 at 10:07 am

      thanks bro posting ini nyadarin aq bwt yg dh lupa ma jati diri sbg mahasiswa…….

      hidup mahasiswa…

    40. April 24, 2008 at 4:15 pm

      wah, malu aku kampusku disebut2. tp memang seperti itulah realitanya. bahkan baru2 ini lg kurusetra. entah apa yg ada di benak mereka. mereka lupa status sosial mereka dan peran penting yg seharusnya mereka sandang.

    41. April 30, 2008 at 2:32 am

      Lanjutkan perjuanganmu…..

    42. May 22, 2008 at 8:28 am

      Mahasiswa… garang-garang amat ya… ckckckck

    43. amok bekasi
      April 12, 2009 at 9:43 pm

      yakin usaha sampai, hidup mahasiswa…. tapi tetap bos, para ketua OKP ngambil untung rata2 , dengan kita aksi…. tapi keren kok

    44. Pingback: Janganlah Menyesal Wahai Pahlawan | Azaxs Dot Net

    45. Pingback: Elemen Mahasiswa dan Masyarakat Ponorogo Turun ke Jalan : Kotareyog.Com | Komunitas Blogger warok

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *