Obama dan Pemilu Indonesia


Barrack Obama akhirnya terpilih menjadi presiden Amerika yang baru setelah mengungguli Jhon McCain dalam Pemilu tanggal 4 November 2008 yang lalu. Kemenangan Obama ini menjadi spirit baru untuk perbaikan politik diseluruh dunia begitu juga di Indonesia.

Banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran berharga.
Walaupun terjadi persaingan sengit antara Obama dan McCain, tetapi pemilu di Amerika bisa terselenggara dengan aman dan damai tanpa kekerasan.

Proses ini terjadi karena system dan peraturan penyelenggaraan dan peraturan pemilu yang tertata rapi, baik, tegas dan dijalankan dengan konsekuen. Dimana penyelenggara pemilu di Indonesia yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu menirunya. Sehingga pemilu tahun 2009 mendatang bisa berjalan lancar. Oleh karena itulah partai-partai politik harus siap menerima dan menjalankan semua peraturan pemilu yang dibuat KPU dengan konsekuen dan sportif.

Sikap negarawan dari seorang politisi seperti McCain perlu dicontoh oleh para politisi dan juga para pendukung partai politik di Indonesia. Dapat terlihat bagaimana demokrasi dan sportifitas ditunjukkan dengan adanya pidato kekalahan John McCain. Para calon presiden di Indonesia perlu mencontoh bagaimana mempersiapkan diri menerima dengan lapang dada jika kalah dalam pemilu. Karena sebagai seorang pemimpin, tentunya akan berpengaruh signifikan bagi para pendukungnya. Jika pemimpinnya dengan dewasa menerima kekalahan maka para pendukungnya pasti akan menerima dengan lapang dada pula.
Belajar untuk dewasa dalam menyikapi kekalahan dan menghargai hasil mutlak dibutuhkan. Mengingat di Indonesia, konflik selalu saja muncul. Tidak hanya pemilihan Presiden, pemilihan Gubernur, Walikota, Bupati bahkan Kepala Desa pun, selalu saja konflik muncul dibelakangnya.

Barrack Obama adalah seorang Afro-Amerika (kulit hitam) yang menjadi orang nomor 1 di USA, hal ini menjadi bukti bahwa di Amerika seorang minoritaspun sangat dihargai keberadaannya, bahkan mampu menjadi presiden. Apakah di Indonesia hal ini bisa diterima? Banyak persepsi menyatakan bahwa presiden Indonesia haruslah orang Jawa dan beragama Islam yang memang mayoritas. Rakyat Indonesia harus mampu meninggalkan pandangan ini. Meskipun berasal dari suku selain jawa, mungkin Sumatera, Kalimantan, Sulawesi atau daerah lainnya, mungkin juga dia bukan beragama Islam, sepanjang calon itu mempunyai kemampuan untuk menjadi Presiden maka perlu didukung.

Walaupun Indonesia bukan Amerika yang memiliki sejarah demokrasi lebih tua dan dianggap sudah mapan serta memiliki system pemilu yang berbeda. Tetapi paling tidak kedua negara ini sama-sama merupakan negara dengan penduduk yang besar, multikultural, multi etnik dan multi agama. JIka Amerika bisa apakah kita sebagai bangsa Indonesia siap menerima seorang pemimpin yang memiliki agama dan warna kulit yang berbeda dengan mayoritas masyarakat di sini?

Semoga perubahan itu bisa terwujudkan….

Terimakasih Anda telah mengunjungi blog ini. Silahkan memberikan komentar pada form dibawah. Lihat daftar postingan kami klik disini, jika ingin menghubungi kami buka disini.

Ingin berlangganan artikel dari blog azaxs.net? Masukkan email address anda disini:


14 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. achoey says:

    Dan Indonesia selayaknya belajar

    http://cucuharis.wordpress.com

    Betul kang.. :)

  2. Andy MSE says:

    Menurut saya, Amerika justru terlambat dalam hal demokrasi. Walaupun banyak kacau di sana-sini, secara keseluruhan Indonesia lebih rukun.
    Amerika malah belum pernah memiliki pemimpin perempuan, jauh dibandingkan negara2 Eropa, Asia, dan Indonesia. Rasialis juga baru mereda setelah tahun 60an.
    Dalam banyak hal, Indonesia memang belum benar-benar terbuka, namun menurut saya dalam hal demokrasi tidak kalah dengan Amerika. Terbukti, bahwa Indonesia merupakan satu-satunya negara yang melakukan pemilihan presiden secara langsung dimana masing-masing pemilih mencoblos presiden pilihannya. Di Amerika, pemilihan masih melalui Electoral College… Piye jal ki???
    Semoga Pemilu 2009 nanti aman terkendali… tidak ada gejolak yang meresahkan masyarakat.

  3. Andy MSE says:

    loh… aku tadi PERTAMAX tho???? weleh-weleh… keslimur nulis komentar panjang malah nggak tahu… kekekeke

  4. denologis says:

    bukan rasis, atau sok mistis spiritualis. juga bukan kampanye.
    tapi menurut saya, bahtera sowak bernama negara indonesia ini masih perlu pemimpin yang bisa mendampingi penguasa laut selatan. jadi, yang diperlukan oleh bahtera oleng yang dikrikiti tikus-tikus asing ini adalah pemimpin dari Jawa, asli Jawa dan mengerti sejarah Kejawen. tidak harus Islam. karena saya masih belum ingin bahtera rusak ini karam.

  5. trijokobs says:

    Setuju mas.. sikap mccain dan pendukungnya layak ditiru..
    mengakui kekalahan dengan legowo…
    Kepentingan rakyat keseluruhan lebih diutamakan.. bisa saja kan mccain protes kesono kemari mempermasalahkan “kesalahan” proses pemilu.. dan menggerakkan pendukungnya buat demo terus..
    barangkali mccain menyadari kalo hal tsb dilakukan hanya menambah masalah baru…
    Acung 4 jempol buat mccain… yg “mungkin” tidak silau dengan jabatan.

  6. Tuyi says:

    kapan ya…Pemimpin Kita seperti mereka, yang lebih mengutamakan rakyat, bukan perut sendiri…?

  7. gajah_pesing says:

    hm… saia bingung, hubungannya obama dengan pemilu apa?

    cuma kepercayaan yang mengajarkan masyarakatnya untuk dapat demokrasi secara baik dan benar…jika seperti itu terus..kapan kita isa belajar mempercayai pemerintah…

    *Mencintai Tanah Air Indonesia Dengan Segenap Hati*

  8. iephe says:

    Indonesia GR banget sich hanya karna si Obama pernah sekolah di Indonesia,,,,

  9. yekti says:

    Sepertimya masyarakat Indonesia belum siap menerima pemimpin yang “beda dari biasanya”, seperti masyarakat amerika menerima Obama. karena masyarakat indonesia kurang memiliki rasa saling menghargai dalam melihat perbedaan. Sehingga pemimpin yang di pilih adalah dari “golongannya”. Mayoritas orang indonesia adalah orang jawa, jadi memilih pemimpin ya orang jawa……begitu.

    kapan ya ada orang Papua (misalnya) yg mencalonkan dirinya sebagai Presiden????? jangankan sebagai calon Presiden, mungkin waktu daftar saja dia sudah tertolak…….hehehehe

  10. dafhy says:

    setuju sama sikap mc cain………lihat berita tadi gak?calon gubernur jatim yg kalah protes gak terima?

  11. aRuL says:

    harapannya sih Indonesia seperti Amrik dalam menerima hasil pemilu.. namun yah.. gimana yakz.. sistem pemilu Indonesia yang perlu dipertanyakan apakah jujur?
    kalo amrik sih bisa dibilang ketidakjujuran itu kemungkinan kecil… kalo Indonesia…
    hmm makanya perlu lewat mekanisme MK dan sebagainya…
    kalopun dari pengadilan sudah dibuktikan… itu mungkin yang bisa dijadikan landasan untuk menentukan pemenang :)

  12. jOHAN says:

    kAPAN YA pemilu di indo bisa kaya di sana? Yang menang gak sombong, yangkalah berjiwa besar. Hikss T_T

  13. [...] bidang politik, internet juga menjadi senjata ampuh. Hal ini dibuktikan dengan kemenangan Barrack Obama Husein dalam pemilu presiden Amerika beberapa waktu lalu. Bagaimana dengan [...]

  14. [...] tentang internet dan popularitas, kurang lengkap kalau kita tidak memasukkan nama presiden Amerika Barrack Obama. Ya, seorang Obama menjadi begitu populis juga karena peran internet. Tampaknya Obama sangat [...]

Leave a comment

Blogging and Wordpress, Original Designed by Satrya, Credit to Wordpress, Virtualisme and Media Utama

Copyright © 2011 - Privacy Policy