FIlm Horror Indonesia, Erotisme dan Estetika
Beberapa hari terakhir ini Air Terjun Pengantin sukses berada di puncak pencarian google, dari 10 pencarian terakhir pekan ini, Air Terjun Pengantin berada di pucak pencarian di susul dengan Tamara Bleszynski, aktor utama film tersebut.
Fenomena ini sangat menarik, karena Air Terjun Pengantin mampu mengalahkan pencarian dunia perpolitikan Indonesia ataupun film manca negara, seperti pencarian terhadap kasus Bank Century, pengumuman PNS 2009, ataupun film 2012 dan Twilight New Moon yang sempat beberapa hari berada di puncak pencarian google.
Air Terjun Pengantin begitu banyak dicari karena masyarakat penasaran dengan isi film ini. Film ini nampaknya mengikuti film horror khas indonesia yang selalu saja menghadirkan aktris-aktris berani dan seronok, seperti Julia Perez dalam Hantu Jamu Gendong, ataupun Dewi Persik dalam Tali Pocong Perawan dan beraksi bugil di film Paku Kuntilanak serta yang terbaru Hantu Binal Jembatan Semanggi yang dibintangi oleh Five V dan Cynthiara Alona.
Menurut penilaian saya pribadi, film-film horror di Indonesia tidak mengedepankan isi cerita, namun menjual para aktris yang main disana. Sejak era Suzanna di tahun 80-an, film horror Indonesia identik dengan adegan hot, sensual, sexy, syur dan penuh adegan bercinta. Erotisme tubuh menjadi komoditi utama. Tidak jarang mereka hampir telanjang dengan memamerkan indahnya buah dada ataupun anggota badan yang lain. Mereka berdalih demi estetika seni, bukan erotisme apalagi pornoaksi.
Seperti dalam film Pulau Hantu 2 yang banyak adegan berbikini, dalam film Air Terjun Pengantin ini banyak sekali mempertontonkan kemolekan tubuh aktrisnya. Dalam banyak adegan terdapat mereka hanya berbikini atau lingerie, bahkan media-media menyebut film ini adalah parade buah dada artis Indonesia.
Singkat kata, perjalanan dunia film Indonesia memang dinamis. Namun sebagai konsumen tentunya kita berharap film yang disajikan kepada kita memberikan manfaat, karena sangat banyak film yang tidak memberikan manfaat bahkan merusak dan menghancurkan mental bangsa.
Bukan masalah erotisme ataupun estetika yang kita bicarakan, namun ini menyangkut martabat bangsa dan generasi penerusnya. Karena film seperti ini bukan membangun tapi malah merusak mental bangsa.
Kasihan bangsa Indonesia, sudah terlalu banyak musibah yang membelenggu, mulai bencana alam, banyaknya buaya rakus, kemiskinan merajalela ditambah tontonan seperti ini.
Kontrol sepenuhnya berada ditangan kita sebagai pemirsa….
mantap
jadi gak pingin nonton
wah apa ngak takut loo mas.. postingan tentang film yang horor2 gitu…. !!!
semua film di indonesia ujung-ujungnya mesti ada adegan syur nya mas
bahkan film rhoma irama pun juga ada
wiih…zerreem dunk…mending g usah nonton aja…
Dari kemaren kok banyak yang bahas ini ya?
waaaaaa berati mas ajak sering liat pelm-pelm gituan dum
ya begitulah film horor Indonesia, pocong, kuntil anak, tidak lupa ada adegan palin andalan, mak syurrrrrrrrrrrrrrr……………
Bisa didownload dimana mas filmnya.
hehehe….
takut gak laku kali lok gak jualan dada mentok sama paha
SETUJU SEKALI!!!
Film Horror Indonesia berada dalam urutna terbawah dari daftar film horor yang jadi pilihan saya…kecuali buat RUMAH DARA….
Skarang malah ada Suster Keramas, Diperkosa Setan
Ah, semakin aneh-aneh aja mereka buat film…
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
[...] bahwa bangsa ini sudah mulai bosan dengan film-film jenis ini. Sebut saja Tali Pocong Perawan, Air Terjun Pengantin dan lain sebagainya, rating film tersebut tidak sebagus film-film yang mempunyai nilai motivasi dan [...]
sekarang semua film bioskop g ada yang bener
yuPz…. bnEr bnGt tucH waT Fariz….
EmanK tmbaH aneH n mkiN gak benEr aja nicH FiLm bioZkoP..:)
[...] Belakangan ini kabupaten Pacitan selalu diperbincangkan. Di berbagai media, dari media cetak, elektronik hingga internet. Hal ini tidak berhubungan dengan Presiden SBY maupun penemuan objek wisata baru, namun dikarenakan sensasi terbaru dari Julia Perez. [...]
Magic. Christmas Greetings to you.