Gender dan Emansipasi Wanita

Gender merupakan satu diantara sejumlah wacana kontemporer yang cukup menyita perhatian banyak kalangan, mulai remaja, kalangan aktivis pergerakan, akademisi dan mahasiswa hingga pemerintah dan agamawan.

Pada dasarnya gender merupakan suatu konsepsi barat tentang wanita yang dimasa lalu mempunyai kedudukan rendah. Wanita yang dikenal dengan feminismenya,pada masa lalu dianggap sebagai seorang yang hina. Feminisme berasal dari kata femina, kombinasi dari dua kata yaitu fe dan mina. Fe artinya iman dan mina atau minus artinya kurang, femina berarti kurangnya iman.

Jadi tidak heran jika pada masa lalu wanita banyak menjadi korban, bahkan pada lembaga formal, seperti inkuisisi Kristen di Barat. Karena konsep dasar tersebut meletakkan peran sosial wanita secara sekunder setelah laki-laki.

Konsepsi yang diskriminatif tersebut merendahkan martabat perempuan dan menghasilkan ketidak adilan terhadap perempuan. Berawal dari perbedaan jenis kelamin bergeser dan meluas menjadi pembedaan peran sosial.

Seperti halnya di Barat, di Indonesia pada masa lampau, dalam bidang sosial wanita merupakan kelompok termarginalkan, golongan kedua setelah pria. Di Indonesia dikenal istilah emansipasi wanita, sebuah gerakan sosial kaum permpuan untuk lepas dari kekangan pria dan disamakan kedudukan serta haknya dalam bidang sosial.

R.A Kartini salah satu tokoh yang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita.  Gerakan emansipasi wanita telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan keadilan. Realita ditengah-tengah kehidupan modern ini,  wanita tidak lagi dipandang sebelah mata, lebih dihargai dan dihormati. Dan saat ini, tak dapat dinapikkan telah banyak kaum wanita dalam meniti karier, pendidikan bahkan jabatan melebihi kaum pria,  karena memang sudah menjadi tuntutan zaman.

Namun konsep emansipasi ada batasnya, karena memang pada dasarnya pria dan wanita itu berbeda. Poin utama dari emansipasi wanita ini adalah tidak merasa dibatasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang masih dalam batas kodrat kewanitaanya.

Selamat Hari Kartini, 21 April 2010.

Terimakasih Anda telah mengunjungi blog ini. Silahkan memberikan komentar pada form dibawah. Lihat daftar postingan kami klik disini, jika ingin menghubungi kami buka disini.

Ingin berlangganan artikel dari blog azaxs.net? Masukkan email address anda disini:


23 Comments

Skip to Comment Form ↓
  1. lambang says:

    PertamaX, kalo sekang hari kartini. . besok hari kartono dach, hehe.
    saya juga kurang iman mas, berarti saya juga ikutan feminim dong?

  2. budiono says:

    sepakat mas, bahwa wanita jangan sampai melupakan kodratnya, misalnya harus mau mengandung, melahirkan dan menyusui anak..

  3. Pencerah says:

    saya lagi dibumi kartini kang.
    JEPARA

  4. riFFrizz says:

    Se7 mas, memang emansipasi wanita itu penting, tapi bila tanpa batasan, jadinya juga akan gak karuhan
    BTW, tagnya kok aneh2, haha

  5. Rhyzaboy says:

    Tapi jangan sampai lupa kewajibannya kepada suami,,,

  6. Ega says:

    setuju mas azaxs. Lanjutkan wahai ibu-ibu di Seluruh Dunia

  7. sanjaya says:

    wah, tulisan yg menarik mas…

  8. anno says:

    walaupun telat saya ngucapin..
    met hari kartini buat para wanita indonesia.. :D

  9. yusrond says:

    slamad hari kartinii.. (telat)
    eh, kartini seng ndi to maz ?
    seng tengah ?
    atau kiri ?
    atau kanan ?
    (tp kyk’e seng tengah . iya kah ?)

  10. mubaroki says:

    selamat hari kartini…

  11. trims tuk artikelnya
    salam hangat dari blue

  12. ciwir says:

    sepakat mas…
    emansipasi jangan kebablasan mas
    perempuan jangan lupa kodratnya…

  13. suryaden says:

    nyatane sing lanang kentekan duwit mumet terus setrok.. yo korbane bojone.. :D

  14. achoey says:

    Perempuan yg baik
    Senantiasa berkiprah dengan baik tanpa lupa kodratnya :)

  15. Gudang Info says:

    hohoho… wanita paling baik ya tetap ibuku …..

  16. rebell says:

    emnasipasi ki opo to ?? jare ustadzku emansipasi kui gk enek neng agomoku .. :D

Leave a comment

Blogging and Wordpress, Original Designed by Satrya, Credit to Wordpress, Virtualisme and Media Utama

Copyright © 2011 - Privacy Policy