Gender dan Emansipasi Wanita
by azaxs • April 21, 2010 • Uncategorized • 23 Comments
Gender merupakan satu diantara sejumlah wacana kontemporer yang cukup menyita perhatian banyak kalangan, mulai remaja, kalangan aktivis pergerakan, akademisi dan mahasiswa hingga pemerintah dan agamawan.
Pada dasarnya gender merupakan suatu konsepsi barat tentang wanita yang dimasa lalu mempunyai kedudukan rendah. Wanita yang dikenal dengan feminismenya,pada masa lalu dianggap sebagai seorang yang hina. Feminisme berasal dari kata femina, kombinasi dari dua kata yaitu fe dan mina. Fe artinya iman dan mina atau minus artinya kurang, femina berarti kurangnya iman.
Jadi tidak heran jika pada masa lalu wanita banyak menjadi korban, bahkan pada lembaga formal, seperti inkuisisi Kristen di Barat. Karena konsep dasar tersebut meletakkan peran sosial wanita secara sekunder setelah laki-laki.
Konsepsi yang diskriminatif tersebut merendahkan martabat perempuan dan menghasilkan ketidak adilan terhadap perempuan. Berawal dari perbedaan jenis kelamin bergeser dan meluas menjadi pembedaan peran sosial.
Seperti halnya di Barat, di Indonesia pada masa lampau, dalam bidang sosial wanita merupakan kelompok termarginalkan, golongan kedua setelah pria. Di Indonesia dikenal istilah emansipasi wanita, sebuah gerakan sosial kaum permpuan untuk lepas dari kekangan pria dan disamakan kedudukan serta haknya dalam bidang sosial.
R.A Kartini salah satu tokoh yang dikenal sebagai pejuang emansipasi wanita. Gerakan emansipasi wanita telah berjasa besar dalam menghantarkan kaum wanita Indonesia menuju mimbar kehormatan dan keadilan. Realita ditengah-tengah kehidupan modern ini, wanita tidak lagi dipandang sebelah mata, lebih dihargai dan dihormati. Dan saat ini, tak dapat dinapikkan telah banyak kaum wanita dalam meniti karier, pendidikan bahkan jabatan melebihi kaum pria, karena memang sudah menjadi tuntutan zaman.
Namun konsep emansipasi ada batasnya, karena memang pada dasarnya pria dan wanita itu berbeda. Poin utama dari emansipasi wanita ini adalah tidak merasa dibatasi untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang masih dalam batas kodrat kewanitaanya.
Selamat Hari Kartini, 21 April 2010.

PertamaX, kalo sekang hari kartini. . besok hari kartono dach, hehe.
saya juga kurang iman mas, berarti saya juga ikutan feminim dong?
pengakuan yang tulus mas
sepakat mas, bahwa wanita jangan sampai melupakan kodratnya, misalnya harus mau mengandung, melahirkan dan menyusui anak..
itu suatu hal yang pasti mas
saya lagi dibumi kartini kang.
JEPARA
ziarah ta mas?
Se7 mas, memang emansipasi wanita itu penting, tapi bila tanpa batasan, jadinya juga akan gak karuhan
BTW, tagnya kok aneh2, haha
hee.. itu tagnya pake plugin.. sebenarnya ada kesalahan penempatan, tapi males ngowahi.. kudu masuk cpanel.. hee
Tapi jangan sampai lupa kewajibannya kepada suami,,,
nah.. itu yang penting
setuju mas azaxs. Lanjutkan wahai ibu-ibu di Seluruh Dunia
betul.. sebagai calon bapak harus peduli dengan calon ibu-ibu
wah, tulisan yg menarik mas…
trimakasih mas sanjaya
walaupun telat saya ngucapin..
met hari kartini buat para wanita indonesia..
slamad hari kartinii.. (telat)
eh, kartini seng ndi to maz ?
seng tengah ?
atau kiri ?
atau kanan ?
(tp kyk’e seng tengah . iya kah ?)
selamat hari kartini…
trims tuk artikelnya
salam hangat dari blue
sepakat mas…
emansipasi jangan kebablasan mas
perempuan jangan lupa kodratnya…
nyatane sing lanang kentekan duwit mumet terus setrok.. yo korbane bojone..
Perempuan yg baik
Senantiasa berkiprah dengan baik tanpa lupa kodratnya
hohoho… wanita paling baik ya tetap ibuku …..
emnasipasi ki opo to ?? jare ustadzku emansipasi kui gk enek neng agomoku ..