Arema, Sepakbola Modern Tanpa APBD
Tak bisa dipungkiri, walaupun Indonesia Super League (ISL) berstatus liga profesional, namun sebagian besar peserta ISL 2009/2010 masih menggunakan dana APBD. Tak tanggung-tanggung, miliaran uang rakyat digunakan beberapa klub untuk membiayai jalannya kompetisi mereka musim ini.
Namun berbeda dengan Arema. Tim berjuluk Singo Edan ini sejak lahir pada tahun 1987 sampai sekarang memilih untuk mencari pendanaan sendiri tanpa membebani warga Malang.
Arema Indonesia berdiri pada tanggal 11 Agustus 1987 dengan nama Arema Malang. Tim yang berjuluk Singo Edan ini bermarkas di Malang, Jawa Timur dan menjadikan Stadion Kanjuruhan sebagai homebase-nya. Arema menjadi ikon warga Malang dan memiliki supporter fanatik, loyal serta kreatif berjuluk Aremania, disebut-sebut banyak pihak sat ini sebagai supporter terbesar di Indonesia.
Arema Malang resmi berganti nama menjadi Arema Indonesia sejak dilepas oleh PT Bentoel Investama, Tbk ke konsorsium pada tahun 2009 lalu.
Di kancah ini meski prestasi Arema tidak konsisten namun akhirnya mampu merebut trofi juara pada musim 1992/1993. Pasca PS Arema menjuarai kompetisi ini, PS Arema yang pada tahun-tahun sebelumnya belum memiliki begitu banyak suporter mendapatkan perpindahan supporter begitu banyak dari Ngalamania, kelompok supporter Persema, tim asal Malang lainnya.
Dalam Liga Indonesia, Arema hanyalah tim biasa dan belum pernah sebagai juara. Prestasi terbaik Arema, tercatat 7 kali masuk putaran kedua. Salah satu factor penyebab kurang beruntungnya Arema adalah masalah keuangan yang sering membelit. Puncaknya pada tahun 2003, Arema mengalami kesulitan keuangan yang cukup parah sehingga kepemilikannya diakuisisi oleh PT Bentoel Internasional Tbk. Namun, langkah tersebut tak mampu menyelamatkan singo edan dari jeratan degradasi dan terpaksa turun kasta pada musim berikutnya.
Sejak dimiliki oleh PT Bentoel Internasional Tbk, prestasi Arema semakin meningkat. Selain berhasil kembali ke kasta tertinggi kompetisi Indonesia, Singo Edan juga berhasil menjuarai Copa Indonesia dua musim berturut-turut, pada tahun 2005 dan 2006.
Liga Super Indonesia (ISL) digulirkan pada tahun 2008/2009. Pada musim pertama ISL, langkah Singo Edan terseok-seok meski akhirnya mampu bertahan di kasta tertinggi kompetisi nasional itu.
Musim ini, Arema kembali bermasalah dalam bidang keuangan. Hal ini dikarenakan PT Bentoel Investama, Tbk melepas Arema ke konsorsium, tepatnya pada tanggal 3 Agustus 2009. Keputusan ini merupakan buntut dari penjualan saham mayoritas PT Bentoel Investama, Tbk ke British American Tobacco.
Setelah ditinggal PT Bentoel, keuangan Arema macet. Untuk memudahkan Arema agar mendapat suntikan dana dari APBD Malang, sempat muncul wacana penggabungkan Arema dan Persema dengan nama Malang United.
Namun, wacana ini ditentang oleh Aremania. Mereka menolak jika tim kebanggaan mereka yang selama ini bisa mandiri mendapatkan dana dari APBD. Berbagai kegiatan dilakukan oleh Aremania untuk menyelamatkan tim kesayangannya itu. Salah satunya dengan mengamen ataupun berjualan marcendhise demi menggalang dana dari masyarakat Malang serta pecinta Arema di Indonesia.
Untuk menghemat dana, manajemen Arema terpaksa meminimalisir perburuan pemain. Manajemen memilih untuk memberdayakan pemain-pemain muda maupun pemain hasil binaan sendiri, seperti Dendi Santoso, Beny Wahyudi, Irfan Raditya, Kurnia Meiga, Sunarto dan Ahmad Bustomi.
Sempat muncul keraguan Aremania terhadap komposisi ini. Namun angin segar sedikit berhembus setelah beberapa pemain asing bergabung. Diantaranya Pierre Njanka, Noh Alamsah serta M Ridhuan, di bawah komando pelatih bertangan dingin asal Belanda, Robert Rene Albert.
Dengan mengandalkan permainan kolektivitas tim dan dukungan penuh dari Aremania, Arema Indonesia akhirnya menorehkan prestasi ganda, tampil sebagai juara Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2010 sekaligus membuktikan diri sebagai tim profesional yang mampu bersaing di kasta tertinggi kompetisi sepakbola nasional tanpa harus menggunakan dana APBD. Semoga banyak tim yang mengikuti jejaknya.
*nb: dirangkum dari berbagai sumber.






sip..saya setuju! arema pioner sepakbola indonesia!
memang sy akui bahwa arema layak juara ISL tahun ini, dengan melihat tanpa adanya sokongan dana dari pemerintah, dan pemberdayaan pemain muda, dan itu tdk mudah di lakukan,.
Tim sebesar PERSIB pun pd awal kompetisi msh menggunakan APBD, untuk menghidupi tim., semoga pada tahun mendatang PERSIB bisa membiayai tim secara mandiri tanpa ada kesulitan, dan bisa memaksimalkan potensi pemain muda, dan yg utama menjadi juara ISL, dan piala Indonesia..
Hidup PERSIB
We Will Stay Behind You.
yah.., semoga makin banyak klub yang mandiri dan mampu mengarahkan pendukungnya untuk mendukung secara sportif dan tidak anarkis
wah nih postingan bakalan rame lagi kyak yang terdahulu……hhhe
lihat komen selanjutnya bakal ada komen ‘pisuh-pisuhannya’ ndak? hehe.
sik sik sik sik, sing bener ki bentoel investama atawa bentoel internasional?
salam satu!
semoga semua tim di seluruh kota bisa mandiri tanpa adanya sokongan APBD. amin
salam satu jiwa
persepon mana nich
[...] Sumber: azaxs.net [...]
AREMA NOL BESAR!!
LIHATLAH SEJARAH!! PERSIB TETAP JUARA!!
GO PERSIB GO!!
persib juga tanpa APBD tapi ga gembar-bembor kayak arema.
arema juara sekali aja sok gaya.
Klub-klub lain di INDONESIA harus mencontoh ini. Tim kebanggaanku PERSIB Bandung jg kompetisi tanpa bantuan dana APBD, artinya kalau mau klub-klub lain jg bsa seperti AREMA INDONESIA dan PERSIB BANDUNG. Maju terus sepakbola INDONESIA……..
Salam damai………..
Arema ! Yess
hallah…arema baru juara sekali udah gaya,persebaya udah juara 2 kali di 2 kejuaraan yg berbeda
sepakbola indonesia bisa maju jika semua bersikap dewasa. mari berubah dari sekarang juga!
Persepon…Kok ra tau melu…..?
puluhan tahun ngrampok APBD berapa M Nek? itu kalo persebaya dibubarin… duitnya bisa dipake ngasih beasiswa ribuan anak surabaya… biar gak jadi bonek macam kalian…. biar jadi manusia beradab.
Saya pendukung Persebaya, dan saya bukan bonek. Jangan samakan saya dengan bonek yang hanya bondo nekat itu. Tapi saya takjub sekali dengan kemampuan Arema dalam memanajemen semuanya. Selain persoalan sponsor, salut juga dengan para pemainnya yang pemain binaan asli semua, tapi bisa juara.
Meski telat ayas ocom e, tetep ayas bangga dengan Aremaku……..
meski tim lain mau koar 2 apa aja, tetp ayas lebih bangga dengan aremaku…..
karena aku aremania………..