SOLO
by azaxs • June 4, 2010 • Uncategorized • 35 Comments
Setiap kali mendengar nama SOLO, hati selalu tergetar, puluhan atau bahkan ratusan hal terangkat dalam ingatan, seakan menjadi memori penting dalam langkah kehidupan, meskipun kita belum pernah bertandang kesana, dan anehnya lagi bahkan ketika kita tidak pernah sadar bahwa sesuatu tersebut pernah ada dalam fikiran kita.
Solo, Sala ataupun Surakarta, begitu orang terbiasa menyebutnya. Tidak ada salah dengan sebutan yang berbeda. Justru perbedaan itulah yang menjadikan karakter Solo, sebuah cerminan sikap warga yang terbuka dan menghargai perbedaan.
Solo bukan hanya sekedar sebuah wilayah dalam pemerintahan Surakarta, ataupun daerah Keraton Kartasura saja. Lebih dari pada itu Solo adalah sebuah kebudayaan. Disanalah kiblat Jawa, sebagai salah satu peradaban yang tak bias dilepaskan dari Nusantara.
Menurut Arswendo Atmowiloto dalam Kitab Solo, “di Solo, setiap batu punya cerita, barangkali seribu cerita.” Sebuah ungkapan betapa kaya dan berbudaya-nya Solo. Bukan sebuah kesombongan, namun sebuah kejujuran, jika apa yang terlihat luar biasa diluar Solo menjadi sesuatu hal yang biasa-biasa saja di Solo. Sehingga dikatakan dalam Kitab Solo “Seolah di Solo-lah segala yang aneh bisa berlangsung secara wajar.”
Dari ratusan bahkah ribuan composer dan budayawan di Indonesia, Solo mempunyai maestro, Gesang Martohartono sang legenda, meskipun beliau telah tiada namun “Bengawan Solo-nya” akan selalu mengalun merdu menembus waktu, Waljinah, sang “ratu Kembang Kacang, hingga Didi Kempot yang melambung dengan Sewu Kutho dan campursarinya.
Disana juga terdapat taman jurug yang terlupakan, taman Sriwedari sebagai pusat hiburan rakyat dan bahkan menjadi ikon kehidupan rakyat, hingga megahnya taman bale kambang, menjadikan dinamika tersendiri didalam diri mereka yang pernah berkunjung kesana.
Untuk urusan perut, tentu kita mengenal dan pernah merasakan serabi, makanan khas Solo ini bisa dibadingkan dengan bakso Kalilarangan yang eksis sejak tahun 1950 maupun Gudeg Ceker Margoyudan yang konon poster warungnya sampai terpampang di Ontario Kanada,
Terbukti Solo bukan hanya nama wilayah, namun sebagai sebuah kebudayaan yang bisa diterima. Diperkuat dengan ribuan budaya lainnya, seperti wayang kulit maupun punakawan dengan wayang orang-nya, sekaten, tirakatan, sastra jawa, hingga malam jumat kliwon dan Ratu Kidul yang menembus batas nalar dan logika.
Dan saat ini, dimana internet menguasai komunikasi setiap lini, SOLO kembali dihadirkan dalam kemasan berbeda namun tidak melepas ke-Solo-annya, ditandai dengan kehadiran komunitas blogger Bengawan, membuat SOLO semakin berkibar, dikenal dan dikenang banyak orang.
* Selamat dan Sukses, Sharing Online lan Offline komunitas Blogger Bengawan.

indonesia harus terus berbenah untuk perubahan dan kemajuan. salam perubahan. mari bergabung dengan kami
terimakasih kunjungannya kawan
SOLO memnag hebat !!!
sukses buat sharring online lan offline
Ponorogo sebenarnya tidak kalah hebat mas..
Selamat Menuju SOLO
alhamdulillah telah selamat pak
selamat dan sukses SOLO shaing online lan offline
alhamdulillah telah selamat dan telah sukses, waktunya ponorogo.. hehe
Sayange aku pas ujian! Jadi gak bisa ikut!
nek pas ga ujian trus ga ikut enake diglito rame2 haha
Jangan lupa oleh2nya ya maz…
waduh mass, saya lupa mas
salmku pak, kanggo kanca-kanca sing nenng solo
insyallah dah saya sampekan pak
Semoga sukses acara Sharing Online Lan Offline
sip! kelihatannya sangat sukses mas..
saya gagal berangkat ke solo gan, gara² sibbuk
ingat solo ingat soloaja.com
masih sibuk mas? salam kenal
sukses yah untuk Solo…
wach kangen ngangkring di temaram solo
emang pernah? jangan2 soloaji, eh seloaji..
maju terus solo !
ponorogo jangan mau kalah .
betu betu betu
jadi ingin ke solo
salam hangat dari blue
sudah kesampaian mas?
salam hangat juga
aku blogger bengawan juga
wah.. iya tho?
solo adalah kota yang saya anggap sangat layak untuk saya tinggali suatu saat nanti
sepakat! kota keempat setelah ponorogo, pacitan dan malang
dan semoga ponorogo bisa mengikuti jejak solo setelah pemilukada nanti
ammin.. btw blog mas dafhy banyak juga ya..
ku akui, solo kota yang membuat aku nyaman diantara kota-kota yang dah pernah aku tinggali, salah satunya yaitu ponorogo,…
tapi, sjuta kenangan ku dapatkan di ponorogo, mungkin solo belum coz baru 2 tahun
yang jelas, ponorogo harus lebih baik…
ayo bangkit…!1
terima kasih atas kunjungan dan apresiasi untuk ponorogo mas..
pernah mondok di walisongo ya?
salam kenal
wah enek kitab solo,ada kitab reog iki..
Nice stuff! I was just taking a break after watching to all that bad news about the tornado in Missouri and this site did the trick!