ASEAN Blogger Conference Dalam Catatan 1

16 November 2011 merupakan tanggal bersejarah bagi Blogger ASEAN, karena pada tanggal tersebut Blogger ASEAN mengadakan konferensi yang pertama di museum Pasifika Nusa Dua Bali.

Pada kesempatan tersebut hadir sekitar 200 blogger perwakilan komunitas blogger seluruh Indonesia serta blogger negara anggota ASEAN lainnya diantaranya datang dari negara Malaysia, Brunei, Philipina, Vietnam, Thailand serta Kamboja.

Saya merasa beruntung karena berada diantara mereka. Dari Ponorogo bersama Dafhy, mendapat undangan dari Panitia Blogger ASEAN.

Hasil konferensi yang dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring tersebut telah saya posting di artikel sebelumnya. Dan di postingan ini saya ingin menguraikan catatan-catatan terkait ASEAN Blogger Conference 2011.

Undangan ASEAN Blogger Conference

Tepat pada Selasa, 11 Oktober 2011, ba’da subuh, Dafhy, teman saya sekaligus aktifis Blogger Kotareyog mengirim SMS. SMS tersebut memberitahukan bahwa saya dan Dafhy mendapatkan email dari mbak Indah Juli, selaku panitia ASEAN Blogger Conference. Email tersebut memberitahukan kami untuk mewakili Komunitas Blogger Ponorogo (Kotareyog) dalam acara ASEAN Blogger Conference. Acara yang menurut saya prestisius, karena disana bakal berkumpul kawan-kawan blogger dari berbagai komunitas di Indonesia, bahkan diagendakan bakal hadir pula kawan-kawan blogger dari negara ASEAN lainnya.

Tanpa berfikir panjang lagi, saya mengiyakan dan meminta Dafhy melakukan konfirmasi ulang ke panitia memastikan kehadiran kami selaku perwakilan dari komunitas Blogger Kotareyog.

Menurut kami, undangan semacam itu adalah suatu bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap komunitas. Oleh karena itulah kami tidak menyiakan kesempatan hadir di Bali. Karena diakui ataupun tidak, eksistensi komunitas harus selalu dijaga, dan ini adalah salah satunya.

Solo – Jakarta – Denpasar

Apa yang anda bayangkan jika mendengar nama-nama kota diatas? Tentu rute perjalanan. Namun yang agak mengganjal adalah, ketika Anda hendak pergi ke Denpasar melalui Solo, namun harus melewati Jakarta terlebih dahulu. Apakah itu sebuah kesalahan rute?  Jawabannya bisa iya, bisa juga tidak, karena itulah yang terjadi dengan perjalanan kami, perwakilan dari Ponorogo dan Solo.

Bukan suatu kebetulan jika panitia memberangkatkan kami dari Ponorogo bersama-sama dengan perwakilan dari Solo, karena memang Bandara terdekat dari Ponorogo adalah Adi Sumarmo Solo. Bukan Surabaya, apalagi Jogjakarta. Pada Senin 15 November, kami berangkat berempat, yaitu saya, Dafhy, serta teman-teman Solo yang diwakili Mashendri dan Nenden.

Saya agak kaget ketika pertama kali mengecek tiket online Lion Air. Jurusan Bandara Ngurah Rai Denpasar dari Solo, namun mengharuskan transit ke Jakarta terlebih dahulu. Namun karena tiket tersebut telah disiapkan panitia, akhirnya kami dengan senang hati harus memutar ke Jakarta terlebih dahulu. Toh kami jadi mendapatkan kesempatan melihat Monas dan Istiqlal dari ketinggian ratusan kaki.. :)

Jarak tempuh Solo – Bali yang seharusnya 1,5 jam, harus ditempuh 2,5 jam ditambah transit di Jakarta 1,5 jam, menjadi 4 jam. Namun demikian kami menikmati perjalanan tersebut. Penerbangan yang cukup mengesankan, karena memang merupakan penerbangan perdana bagi sebagian dari kami berempat, apalagi menggunakan Boeing 737-900ER, salah satu pesawat terbaru Lion Air.

Saya berharap, sebenarnya panitia mengerti Geography dan mungkin saja, mereka dengan sengaja memberikan pengalaman lebih kepada kami. haha..

This Is Bali, Indonesia Dari Sisi Lainnya

Sekitar pukul 16.30 WITA kami menginjakkan kaki di pulau Dewata. Suasana yang khas, meski tidak asing lagi, karena memang ini kali ketiga saya mengunjungi Bali.

Disana kami disambut oleh mbak Indah Juli beserta kawan-kawan blogger yang telah datang terlebih dahulu. Diantaranya ada Rifky Santiago, seorang kawan dari Ambon, serta kawan dari Malaysia yang berkesempatan datang bersama istrinya. Sebagai ucapan selamat datang, kami mendapat kalungan bunga kamboja. Harum semerbak untaian bunga yang menggelantung dileher terasa mengharukan dan menyenangkan. :)

Setiap wilayah di Nusantara mempunyai kekayaan budaya berbeda. Inilah yang menjadi ciri khas Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika. Begitu juga dengan pulau dewata.

Seakan terlarut dalam kepribadian penduduk Bali yang unik, ornamen Pura sarat budaya mewarnai hampir seluruh bangunan di pulau ini. Dari rumah-rumah warga, kios dipinggir jalan, sekolahan, hingga mall maupun bandara. Sangat khas.

Disetiap tempat anda akan menemukan dupa yang tersulut, sehingga harumnya menyebar, tercium ke segala penjuru. Biasanya dupa tersebut ditaruh bersama dengan bunga beraneka rupa, merupakan bentuk penghambaan dan pemujaan yang tiada henti terhadap tuhan, Sang Hyang Widi.

Jika anda cermati, di segala tempat anda menemukan dupa tersebut. Mulai didepan rumah warga, di pinggir maupun perempatan jalan, hingga di lobi hotel berbintang, bahkan di toilet Bandara Ngurah Rai. Suatu bentuk religiusitas yang teramat kental dan kuat, telah mendarah daging pada warga Bali. Oleh karena itu pulalah, wajar jika Bali menjadi salah satu tempat paling nyaman dan aman bagi pendatang, karena mereka sangat menghargai perbedaan.

Ya.. this is Bali. Indonesia dari sisi lainnya.

Harris Pop Hotel dan Tiada Sekat

Tepat pukul 18.00 WITA kami sampai di Harris Pop Hotel. Sebuah hotel di jalan Teuku Umar kota Denpasar. Di hotel dengan desain pop, modern dan dinamis tersebut kami menginap selama dua malam.

Selama dua malam kami mendapatkan pengalaman tersendiri. Karena panitia sengaja melakukan mixing kamar peserta, sehingga para peserta mendapat kenalan baru. Ide bagus dan empat jempol bagi panitia. 

Saya sekamar dengan Estiko dan Kang Didno. Sebelumnya saya belum mengenal mereka. Sebenarnya saya lumayan sering mendengar nama Estiko, selain pegiat Ubuntu, memang blogger Banyumas ini merupakan salah satu aktivis #sektesaru #mdrcct. Sedangkan Kang Didno, Blogger yang juga guru asal Indramayu tersebut baru saya kenal disana, meskipun pernah bersama-sama mengikuti Amprokan Blogger Bekasi 2011. 

Di hotel ini tidak ada perbedaan antara blogger senior dengan blogger yunior, blogger seleb maupun blogger ndezo. Semua mendapatkan hak yang sama, dari sarapan, kegiatan maupun kelas kamar.

Nenden, teman saya dari Solo sekamar dengan Ollie yang merupakan Chairwomen acara On Off  bulan depan di Jakarta. Begitu juga dengan beberapa kawan blogger lokal, merasakan sekamar dengan kawan-kawan blogger negara lain. Meski agak kesulitan dalam hal komunikasi, namun sungguh menyenangkan!

Hal tersebut mengingatkan saya ketika mengikuti Blogger Nusantara yang dihelat bulan Oktober lalu di Sidoarjo. Semuanya, baik peserta maupun panitia berada di satu tempat, yaitu lapangan tennis indoor Sidoarjo. Sungguh indah, tiada sekat yang memisahkan. Membahagiakan, bahkan membuat saya bangga menjadi blogger Indonesia. :) (Bersambung)

** gambar menyusul.

This entry was posted on Sunday, November 20th, 2011 at 10:04 am and is filed under Catatanku. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

11 Responses to “ASEAN Blogger Conference Dalam Catatan 1”

  1. Wah, ternyata saya bisa bareng sama blogger besar. Salam kenal ya… #uhuk

  2. sungkem sama blogger senior *uhuk*

  3. ikutan sungkem juga…!!!

  4. perjalanan yang mengasyikkan mas :-)

  5. mantap banget tulisannya bersambung pula he..he..

  6. asikkk..komplit bener dah..
    sayang gak ada fotoku. :D

  7. @estiko
    hadeh.. fitnah iki.. #uhuk

    @anno
    huasyemm

    @MHC
    iyo le… *nyalami :lol:

    @dafhy
    iya mas… maturnuwun bantuannya )

    @didno
    waha.. belajar nulis bersambung mas..hehe

    @gadisjeruk
    hihi… ada foto sampean… di komputerku..wkwk

  8. Makasih yah sudah ikut berpartisipasi dan atas nama panitia mohon maaf atas segala kekurangan

  9. singgah ke rumahe blogger senior sik ah

  10. @mbak ajeng, terimakasih kembali mbak. acara yg sangat mnyenangkan. kami juga mohon maaf jika ada kesalahan. oh iya, terimakasih atas malam itu :) mengantar kita jalan2 malam :)

    @mas ndru, we ladalah… ga salah ta mas? minister ndru master blogger..hee :)

  11. Eh, di Asean Blogger bukan hanya panitia sama peserta aja lho yg dapet fasilitas yang sama, Steering Comittenya, sampai Pembicara juga kita perlakukan sama … Satu tempat! Hehehe … Sama rata sama rasa …

Leave a Reply


Stop SOPA