- Thursday, December 27, 2007, 8:26
- News
- 459 views
Akibat hujan 2 hari, sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terendam air setinggi 1 ½ meter. Seluruh warga panik mencari tempat pengungsian.
“Air sungai di sepertiga daerah barat alun-alun Ponorogo meluber. Sejak tadi pagi warga masih sibuk mencari tempat yang lebih tinggi,” ujar salah seorang warga di Kabupaten Ponorogo, Lukman Hakim Arifin kepada okezone, Rabu (26/12/2007).
Hujan yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak perayaan Natal kemarin hingga saat ini baru reda. Akibatnya beberapa sungai yang mengalir di daerah kabupaten Ponorogo meluber dan menggenangi daerah-daerah rendah di kabupaten tersebut.
“Sungai Keyang, Sungai Sekayu, Sungai Madiun, Sungai Bendo airnya meluber. Sehingga kurang lebih tujuh desa terendam air,” katanya.
Full story
- Sunday, December 23, 2007, 8:36
- lepas
- 469 views
Bulan Desember 2007, dipenghujung tahun ini mestinya banyak catatan yang aku torehkan sebagai saksi perjalanan..dalam pencarian diri dan penggapaian-Nya. Mungkin biasa bagi orang lain tapi tidak bagiku, karena esensinya sangat nyata dalam menentukan langkah kedepan. Yup, salah satunya embun pagi…
Dingin terasa menusuk kulit, ketika ia datang menghampiri bumi memberikan sentuhan kesejukan, mengiringi terbitnya sang mentari bersama kicauan burung riang dipagi hari.. Kadang aku berfikir alangkah mulianya ia, tiap pagi membawa nuansa berbeda terutama bagi mereka yang mau memikirkan-Nya.. Dimulai dengan kesejukan diawal hari, merupakan spirit tak terbantahkan dalam penggapaian cipta rasa dan karsa tiap manusia. Bukankah manusia adalah hasil pikirannya? Jika kita bisa berfikir secara bijak maka hasilnya akan sesuai harapan kita.. dan semuanya bermula dengan perasaan batin yang tenang diiringi kesejukan dan suasana..
Full story
- Sunday, December 23, 2007, 8:16
- Uncategorized
- 425 views
Judul : Bangunan Wacana Gender
Penulis : Mohammad Muslih
Penerbit: CIOS
Cetakan Pertama Agustus 2007
Gender Merupakan satu diantara sejumlah wacana –yang bisa disebut- kontemporer yang cukup menyita perhatian banyak kalangan, mulai para remaja, kalangan aktivis pergerakan, akademisi dan mahasiswa, kalangan legislatif dan pemerintah, hingga para agamawan. Maksud wacana ini adalah memutus ketidakadilan sosial berdasarkan perbedaan jenis kelamin, selanjutnya berupaya mewujudkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan pada aspek sosialnya.
Full story
- Wednesday, December 12, 2007, 8:50
- lepas
- 1,954 views
Mungkin tulisan ini agak terlambat postingannya, karena acara PG sendiri tanggal 06/12 kemarin, tapi gak masalah daripada tidak samasekali.
“Dengan Peradaban Gontor Kita Warnai Dunia”
In eighty two years, gontor with its spirit, values, systems, and philosophies, colors a life in Islamic spirit, assumed a form of new culture within Gontor community, the Islamic Community.
It was based on the desire of Gontor’s Trimurti to built a thousand Gontors, and by means of all seriousness and strong will of the it’s headmasters, theachers, students, and all alumnus, the Gontor community with it’s culture is spread as islamic magnificence on the world.
Full story
- Tuesday, December 11, 2007, 2:14
- Uncategorized
- 537 views
GENRE : Drama Religius Roman/Percintaan
PEMAIN : Fedi Nuril, Rianti Cartwright, Sazkia Mecca, Melanie Putri, Carrisa Putri, Surya Saputra, Oka Antara
SUTRADARA : Hanung Bramantyo
PENULIS NASKAH : Salman Aristo & Ginatri S. Noer dari Novel Karya Habiburrahman El Shirazy
PRODUSER : Manooj Punjabi
RUMAH PRODUKSI : MD Pictures
DURASI : -
KLASIFIKASI PENONTON : 13 Tahun Keatas (13+)
TANGGAL RILIS : 19 Desember 2007
SINOPSIS :
Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah seorang mahasiswa S2 di universitas Al-Azhar Cairo, Mesir. Selama ini perempuan yang dikenal dekat olehnya hanya ibu dan neneknya. Fahri memang sempat naksir seorang perempuan di sekolahnya namun apalah arti cinta monyet yang dipengaruhi oleh hormon testoteron seorang remaja puber?
Full story
- Tuesday, December 11, 2007, 2:06
- Uncategorized
- 368 views
Oleh : Junus Judianto
Pada suatu malam menjelang tahun baru, dua pemuda yang tinggal di tepian danau dengan antusias mendayung perahu ke seberang untuk mengunjungi teman-teman mereka. Setelah menambatkan perahu di dermaga, mereka bertandang dari satu rumah ke rumah lainnya. Saking asyiknya, mereka sampai lupa waktu.
Menjelang pagi, mereka tersentak ketika teringat bahwa pagi itu mereka harus berada di rumah untuk menghadiri acara tahun baru bersama orang tua dan keluarga. Mereka mengambil lentera, bergegas menuju dermaga, dan langsung melompat ke atas perahu. Saat itu cuaca gelap dan berkabut tebal, bahkan dengan bantuan lentera mereka tetap tidak dapat melihat apa pun di luar perahu.
Namun mereka tetap memutuskan untuk berangkat, dan mulai mendayung dengan mengandalkan petunjuk arah angin. Setelah mendayung cukup lama, mereka heran karena belum juga sampai di tujuan, sehingga mereka mendayung lebih cepat lagi.
Full story
- Tuesday, December 11, 2007, 2:05
- Uncategorized
- 303 views
Oleh: Andrie Wongso
Di pagi hari buta, terlihat seorang pemuda dengan bungkusan kain berisi bekal di punggungnya tengah berjalan dengan tujuan mendaki ke
puncak gunung yang terkenal.
Konon kabarnya, di puncak gunung itu terdapat pemandangan indah layaknya berada di surga. Sesampai di lereng gunung, terlihat sebuah rumah kecil yang dihuni oleh seorang kakek tua.
Setelah menyapa pemilik rumah, pemuda mengutarakan maksudnya "Kek, saya ingin mendaki gunung ini. Tolong kek, tunjukkan jalan yang paling mudah untuk mencapai ke puncak gunung".
Si kakek dengan enggan mengangkat tangan dan menunjukkan tiga jari ke hadapan pemuda,
"Ada 3 jalan menuju puncak, kamu bisa memilih sebelah kiri, tengah atau sebelah kanan?"
Full story
- Tuesday, December 11, 2007, 2:02
- Kontemplasi
- 453 views
Aneka kado ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
1. Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat surat, telepon, foto, faks, e-mail atau chatting. Namun dengan berada di sampingnya. Anda dan ia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
2. Mendengarkan
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab kebanyakan orang lebih suka didengarkan, daripada mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar-manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara taklangsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul santai dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikannya.
Full story
- Tuesday, December 11, 2007, 2:00
- Uncategorized
- 332 views
By Jack Canfield
I have a friend named Monty Roberts who owns a horse ranch in San Ysidro. He has let me use his house to put on fund-raising events to raise money for youth at risk programs.
The last time I was there he introduced me by saying, “I want to tell you why I let Jack use my house. It all goes back to a story about a young man who was the son of an itinerant horse trainer who would go from stable to stable, race track to race track, farm to farm and ranch to ranch, training horses. As a result, the boy’s high school career was continually interrupted. When he was a senior, he was asked to write a paper about what he wanted to be and do when he grew up.
“That night he wrote a seven-page paper describing his goal of someday owning a horse ranch. He wrote about his dream in great detail and he even drew a diagram of a 200-acre ranch, showing the location of all the buildings, the stables and the track. Then he drew a detailed floor plan for a 4,000-square-foot house that would sit on a 200-acre dream ranch.
Full story