Impian Itu Berakhir Kerusuhan

Impian puluhan ribu Aremania melihat tim kebanggaannya (Arema) menang terkubur sementara, setelah laga perdananya di pentas 8 besar liga indonesia 2007 (LDI) melawan Persiwa harus dihentikan pada menit 70, dengan skor 2-1 untuk kemenangan Persiwa. Hal ini dikarenakan emosi dari Aremania yang berakhir dengan kerusuhan dengan aksi-aksi anarkis. Sehingga stadion Brawijaya Kediri rusak parah dan dikabarkan Persik/Pemkot Kediri mengalami kerugian lebih dari Rp 250 juta. Pertandingan sisapun harus digelar di tempat lain. Rencananya akan diteruskan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo.
Kejadian ini sangat disayangkan mengingat Aremania mempunyai reputasi yang baik, bahkan sempat menjadi suporter terbaik di Indonesia dan patut dijadikan contoh untuk kelompok suporter lain dalam segi kreatifitas maupun loyalitas terhadap tim. Dan hal ini tidak perlu diragukan lagi.
Terlepas dari kerusuhan oknum suporter, jika kita sama-sama menyaksikan laga tersebut, kebetulan disiarkan secara langsung oleh ANTV sehingga ditonton jutaan orang pecinta bola nasional, sebenarnya kedua tim baik Arema maupun Persiwa sama-sama bermain bagus dengan terbuka dan saring menyerang walaupun memang menjurus kasar dan keras. Tapi memang beberapa keputusan wasit terkesan kontroversial. Tercatat pelanggaran jelas di kotak penalti Persiwa terhadap Elie Aiboy diawal babak pertama tidak mendapatkan hukuman, dan yang luar biasa 3 kali gol Arema kegawang Persiwa dianulir oleh wasit Jajat Sudrajat, hal inilah yang kemudian menimbulkan emosi dari oknum suporter.Gol pertama arema lewat Paticio “Pato” Morales pada pertengahan babak pertama memang pantas dianulir karena jelas Pato handsball sebelum membuat gol, tapi gol kedua Pato di akhir babak pertama dan gol ketiga arema yang juga dianulir wasit lewat sundulan kepala Mbamba di awal babak pertama dianggap offside oleh wasit garis, dan hal inilah yang membuat aremania panas dan emosi.
Kalau menurut saya pribadi, tidak perlu saling menyalahkan. Entah itu dari perangkat pertandingan ataupun Aremania sendiri. Yang lebih utama adalah konsentrasi untuk perbaikan persepakbolaan di Indonesia dengan saling introspeksi satu sama lain dan tidak kalah pentingnya SDM yang terkait didalamnya harus ditingkatkan, sehingga impian akan melihat suguhan tontonan yang menarik benar-benar menjadi kenyataan dan tidak berakhir dengan kerusuhan.Salam satu jiwa! Bravo Arema Aremania! dan Bravo sepakbola Indonesia!!

Random Posts

About the Author

azaxs has written 250 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

3 Comments on “Impian Itu Berakhir Kerusuhan”

  • arterfly wrote on 17 January, 2008, 7:05

    …maybe introspeksi adalah suatu pilahan utama bagi QT nawak - nawak AREMANIA…

    [Reply ]

  • Panda wrote on 17 January, 2008, 7:35

    Salam Satu Jiwa juga sam !!
    salam kenal juga…
    suwun sam wes nyambangi blogku…
    Moga2 Arema dan Aremania selalu diberi ketabahan hati
    amiin…

    [Reply ]

  • azaxs wrote on 19 January, 2008, 5:04

    Yup.. betul sam.. semua harus introspeksi dan sabar.. Salam Satu Jiwa!

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.