Peduli Banjir
- Tuesday, January 1, 2008, 5:45
- News
- 513 views
- 2 comments
Setiap detik yang kita lalui selalu menyisakan cerita yang berbeda. Masih ingat di benak kita tiga tahun lalu, 26 Desember, tsunami memporak parandakan Aceh, Nias dan daerah lainnya, ratusan ribu orang menjadi korban. Setahun lalu, tsunami juga menghantam pantai pangandaran. Di penghujung tahun 2007 ini kembali bencana melanda. Banjir dan tanah longsor. Menambah daftar bencana yang terjadi di tahun ini. Indonesia seakan tenggelam. Betapa tidak, terhitung puluhan Kota dan Kabupaten menjadi korban keganasan banjir ini.
Banjir kali ini memang merata. Khususnya di daerah jawa timur dan jawa tengah serta daerah lain di sumatera, kalimantan, sulawesi sampai pulau bali. Bahkan sampai hari ke lima (31 Desember) banjir masih menggenangi beberapa wilayah seperti Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, Solo, Purwodadi dan beberapa daerah lainnya.
Pasca banjir, dimana-mana bermunculan posko penanggulangan bencana banjir, tidak ketinggalan di ponorogo. Tak terhitung jumlah posko yang berdiri, ini mengingat banjir di Ponorogo merata. Dari kecamatan Mlarak, Jetis, Siman, Jenes, Balong, Somoroto, Sukorejo bahkan Kota. Beberapa titik terparah diantaranya Balong, Pengkol, Sekayu, Tempuran, Pinggirsari serta Lengkong.

Posko-posko ini berdiri atas prakarsa beberapa elemen organisasi masyarakat, mahasiswa maupun politik. Seperti di desa Gandukepuh, teman-teman dari HMI dan BEM IAIRM Ngabar mendirikan posko pendistribusian logistik disana. Sementara di desa Kali Malang teman-teman PKS mendirikan posko logistik sekaligus kesehatan. Tidak ketinggalan pula teman-teman dari PMII dan BEM STAIN Ponorogo mendirikan posko siaga banjir di Desa Pengkol. Serta di titik lain banyak dijumpai posko banjir.
Tercatat untuk desa Gandukepuh saja tidak kurang dari 62 rumah hancur dan rusak berat. Kesehatan yang mulai memburuk terutama untuk anak-anak dan lansia, sehingga selain logistik, saat ini dibutuhkan pengobatan serta perbaikan sarana yang belum sepenuhnya pulih.
Dibutuhkan kesadaran dari kita semua untuk turut berbagi dan merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang terkena bencana. Apalagi menghadapi tahun baru, tidak etis jika kita mengadakan perayaan sedangkan di sisi lain dari masyarakat kita membutuhkan uluran tangan.







Jepang lagi musim dingin nih…. Alhamdulillah ga pake banjir
tetap semangat dan salam kenal ya…
[Reply ]
Wah pasti musim dingin disana ga’ pake lumpur, tapi pake salju.. moga kapan-kapan bisa mampir jepang.. salam kenal juga n smangat!
[Reply ]