Love For Every (Valentine’s) Days
- Wednesday, February 13, 2008, 5:06
- Kontemplasi
- 340 views
- 5 comments
Valentine, siapa orang diabad ini yang tidak pernah mendengar istilah tersebut, hari yang diagung-agungkan oleh sebagian besar orang, hari khusus, hari istimewa terutama bagi muda mudi di seluruh dunia. Orang beranggapan tanggal 14 Februari adalah hari istimewa karena didalamnya tertumpahkan kasih sayang dan cinta. “Katanya.”
Dengan berlabelkan Cinta, Valentine’s Days kian membudaya di negeri ini. Sudah bukan barang asing lagi, jika cinta menjadi label, akan laris manis diterima oleh sebagian besar warga kita. Tengok saja, sinetron-sinetron di layar kaca kita yang berating tinggi semua mengusung cinta. Belum lagi group band pendatang ataupun lama, supaya eksis mereka mengusung label cinta… Apakah betul begitu hauskah warga Indonesia dengan cinta? Atau justru kemunafikanlah yang sebenarnya dipuja-puja..
Back to Valentine’s Days,
Mungkin diantara anda juga ada yang memperingati hari tersebut dimana pada tahun ini jatuh pada esok hari, well..walau bisa dikatakan saya tidak setuju dengan peringatan Valentine’s Days (kalau anti-dirasa terlalu kasar) saya rasa tidak masalah, semua orang mempunyai hak untuk mengekspresikan kepercayaan masing-masing. Tapi tahukah anda, sejarah lahirnya Valentine’s Days? Banyak sumber dan versi cerita awal mula Valentine’s Days.
Versi Pertama, Valentine’s Days adalah sebuah tanggal untuk mengenang tokoh Kristen bernama Santa Valentine yang tewas sebagai martir, ia hukum mati dengan cara dipukuli dan dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270 M oleh Kaisar Romawi yaitu Raja Cladius II (268-270).
Versi Kedua, adalah sebuah tanggal untuk menghormati Dewi Juno yang dikenal dengan Dewi perempuan dan perkawinan, adalah suatu kepercaayaan bangsa Romawi Kuno bahwa Dewi Juno adalah Ratu dari Dewa dan Dewi bangsa Romawi. Kemudian diikuti oleh hari sesudahnya yaitu tanggal 15 Februari sebagai Perayaan Lupercalia yakni sebuah upacara pensucian serta memohon perlindungan kepada Dewa Lupercalia dari gangguan Srigala dan ganguan-ganguan lainnya.
Versi Ketiga, Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christian Observe It?” mengatakan bahwa kata “Valentine” adalah berasal dari kata Latin yang memiliki arti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa” yang ditujukan kepada Tuhan orang Romawi yaitu Nimrod dan Lupercus. Nah sekarang coba anda fikirkan apabila anda mengatakan “to be my Valentine” ini berarti anda memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa” sesuatu yang sangat berlebihan sekali.
Apabila kita perhatikan beberapa versi di diatas, sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali Valentine’s Days dengan hari kasih sayang, namun hanya sebagai penghormatan belaka. Pada zaman sekarang dengan datangnya Valentine’s Days banyak orang yang memanfaatkannya dengan membuat produk-produk yang bernuansa Valentine, sebagai tanda kasih sayang yang dipersembahkan kepada sang kekasih, teman dan sebagainya, yang mengekor budaya barat dan tidak tahu asal muasalnya. Umumnya mereka saling mengucapkan “Selamat Hari Valentine”, mengirim bunga dan kartu Valentine’s Days, ada juga yang saling mencurahkan isi hati, bahkan menyatakan cinta dan kasih sayangnya yang mereka anggap “Inilah Hari Kasih Sayang”.
Yah, terlepas dari Valentine’s Days, sebagai manusia kita memang harus menyayangi satu sama lain jika kita ingin disayang orang lain. Cinta dan kasih sayang merupakan hal paling urgen, cinta itu sesuatu yang dalam dan tulus, tidak bisa diukur dengan apapun, bak pelita dalam kegelapan, tanpa hal tersebut kita tidak mungkin bisa hidup didunia ini.
Toh cinta dan kasih sayang tidak hanya di ekspresikan di tanggal 14 Februari, tapi sepanjang perjalanan kita mengarungi dunia.. love for every day, every time..
So..let’s blogging with love.. :







itulah, ngapain juga nunggu valentine day untuk menyatakan cinta. valentine bukan apa2, Islam ngajarin kita untuk saling mencintai dan menyayangi tanpa valentine day. love for every day, every time… just fo you! loh
[Reply ]
i go with you pakdhe, ngapain nunggu valentine untuk menyatakan cinta, ngapain nunggu lebaran untuk meminta maaf, ngapain nunggu sakit untuk merasakan nikmatnya sehat, tapi aku akan selalu menunggumu neng, loh???
[Reply ]
* Mas muh.. just for me? mosok.. perlu dipertanyakan nih.. seng kae trus pripun? hehe
* Sunan.. i go with you too. loh?
[Reply ]
I agree with u…..
*@iephe
tenane phe? ciip!!
[Reply ]