Bendera Setengah Tiang [untuk korban lapindo]

“Dentum amarah belum juga reda, tangisan tidak lagi bersama air mata, habis sudah sumpah serapah yang harus diucapkan, yah inilah kondisi dan realita kehidupan kita” seorang kawan tiba-tiba bergumam begitu puitis dengan sajak yang penuh duka. Dengan tiada alur yang ingin diceritakan, tapi aku mampu menangkap uraiannya yang pelan tapi penuh makna. Kembali dia meneruskan perkataan, “Kemarin aku melihat berita di TV, penderitaan berkepanjangan saudara-saudara kita di Sidoarjo seakan tiada pengahabisan. Sedangkan di Senayan, wakil rakyat seakan tidak mau merasakan duka mereka. Jangankan merasakan, menengok saja mereka enggan. Bahkan dalam interpelasinya, kasus Lapindo dimasukkan dalam fenomena alam, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga menyatakan hal yang sama… ini berarti menguntungkan pihak Lapindo, sedangkan dana penanggulangan menjadi beban pemerintah untuk menyelesaikan, seperti halnya banjir dan bencana alam lainnya. Sedangkan masyarakat?” aku yakin kali ini dia tidak sekedar bertanya tapi mempertanyakan.

“Indonesia Raya buat mereka, ini juga tanah moyangnya. Kita disini bisa nyantai, bernyanyi dan berpesta diatas kedukaan mereka.” Kali ini nada kegeraman dilontarkan. “Ingatlah kawan, jika seandainya kita yang menjadi korban apa yang harus kita lakukan? Bendera merahputih setengah tiang pantas dikibarkan untuk mereka! bukankah mantan presiden yang sempat dibenci dan dicaci maki di negeri sendiri mendapatkan kibaran setengah tiang seminggu penuh, apakah diantara mereka tidak ada yang turut serta menjaga dan membela negara? Apakah nenek moyang mereka bukan orang indonesia? Dan apakah tiada darah perjuangan yang mengalir di nadi mereka? Apakah ini namanya keadilan dan kesamaan dalam negara kita? Apakah semua rumah harus tenggelam dan ambles dulu? bukankah terlalu banyak korban yang terkapar?” kali ini matanya berkaca-kaca dipenuhi linangan air mata.Akhirnya aku menimpali,” Sabar kawan, inilah namanya kehidupan. Perjuangan memang harus ditegakkan. Dengan sekedar wacana saja tidaklah cukup, realita yang terlebih penting. Kedukaan tidak hanya dirasakan warga Sidoarjo. Berjuta masyarakat ditempat lain juga merasakan, entah kedukaan yang sebenarnya atau kedukaan akan buta pendidikan. Mari kita jernihkan fikiran sejenak, buang segala kepenatan juga jauhkan fikiran dari kotoran dan sampah-sampah yang menjijikkan. Sekedar menghirup segarnya udara pagi, dengan celotehan burung yang menyegarkan hati. Kita teruskan diskusi disana, diberanda, sambil menikmati secangkir kopi.”

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 249 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

11 Comments on “Bendera Setengah Tiang [untuk korban lapindo]”

  • Charles wrote on 29 March, 2008, 4:32

    Pemerintah dan terutama pihak Lapindo seharusnya lebih peduli akan hal ini… Tapi, pemerintah juga banyak dikritik karena banyak hal sih (pemerintah juga pastinya pusing). Seharusnya, pemerintah membuat pihak Lapindo bertanggung jawab atas korban lapindo ini. Merekalah penyebabnya, mereka juga yang harus bertanggung jawab…

    >>>Maksih dah mampir..
    Yup.. I agree.. Segala permasalahan harus dipertanggungjawabkan, apalagi menyangkut hajat hidup orang banyak.. Kalau sudah seperti itu salah siapa? sedangkan banyak orang yang telah menjadi korban… jangan sampai dikatakan bahwa negara ini betul2 kejam… :(

    [Reply ]

  • achoey sang khilaf wrote on 29 March, 2008, 7:14

    Pemilik perusahaan yang membuat isak tangis tiada henti itu ternyata seorang menteri dan orang terkaya di negeri kaya yang penduduknya miskin ini. :(

    >>>Betul mas.. bahkan beliau menteri yang ngusrusi orang miskin… tapi kenapa malah menambah miskin dan sengsara? kalao mau, mengganti seluruh kerugian penduduk beserta membangun rumah kembali bagi mereka sebenarnya mudah baginya… tapi itulah, lagi2 potret bangsa ini.. :(

    [Reply ]

  • lainsiji wrote on 29 March, 2008, 11:00

    mungkin sebaiknya, seluruh korban lapindo melakukan barter, tukeran tempat tinggal gitu.
    krn seringkali kita baru sadar kalau keadaan itu bener2 gak enak (lahir dan batin) saat kita merasaakannya sendiri

    >>>Yup..maksud sampean direlokasi? memang keadaan disana sangat parah dan sepertinya akan semakin parah mengingat tanah disekitar mulai ambles dan longsor… moga penderitaan ini cepat selesai..

    [Reply ]

  • realylife wrote on 29 March, 2008, 14:10

    Lapindo , sampai kapan ya akan terus seperti itu
    saya hanya bisa berdoa semoga yang terbaik yang diberikan Tuhan untuk korban Lapindo
    Kesabaran adalah harga yang terindah untuk kebahagiaan sejati
    percayalah

    >>>Amiin..
    harapan insan yang masih menyisakan perikemanusiaan, pasti akhir yang indah beserta kesabaran..

    [Reply ]

  • aRieF wrote on 30 March, 2008, 3:31

    aku sedih membaca posting ini…ternyata betapa kejamnya dunia…hikz…

    >>>Inilah kenyataan dunia kita mas..
    btw makasih dah mampir :)

    [Reply ]

  • korbanlapindo wrote on 1 April, 2008, 12:20

    salam,

    terimakasih atas tulisan anda, senang rasanya mendengar saudara sebangsa ternyata tidak semuanya mengacuhkan derita yang kami derita ini.
    saya usul, selain bendera setengah tiang untuk penderitaan korban lapindo, juga untuk mengenang ketidak berdayaan pemerintah dan negara berhadapan dengan modal.

    korbanlapindo

    >>> Salam mas.. Yup, btul sekali mas, pemerintah kita memang sudah mencapai tityik nadir ketidak berdayaan..
    Saudara-saudara di Porong tidak sendirian mas.. masih banyak saudara lainnya yang peduli.. bagaimanapun kita sebangsa.. Penderitaan ini harus cepat berakhir!
    Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita semua dan khususnya korban Lapindo! Amiin..

    [Reply ]

  • antown wrote on 1 April, 2008, 21:42

    saya dari sidoarjo lho…

    >>> Sidoarjo mana mas? semoga aman dari Lapindo… :)

    [Reply ]

  • brant wrote on 4 April, 2008, 8:50

    bagus tulisan mas
    desa

    >>> Terimakasih mas… Ayo dibangun blog sampean.. :)

    [Reply ]

  • JoEy D`JuVe wrote on 22 April, 2008, 6:27

    *prihatin melihat realita*

    [Reply ]

  • advokatku wrote on 23 April, 2008, 6:16

    Semoga dari keprihatinan yang ada menjadi kebangkitan yang sesungguhnya

    [Reply ]

Trackbacks

  1. Indonesia Negara Hukum Terkorup | Azaxs Dot Net

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.