Mimpi Yang Utuh
- Wednesday, March 26, 2008, 3:39
- Catatanku, Kontemplasi, lepas
- 374 views
- 12 comments
Bintang…
Tak selamanya berkedip tertib
bak prajurit
Bulan…
Tak selamanya bersinar binar
tanpa getar
Dalam hari,
tak selamanya pagi penuh elegi
Tragedi menanti
Siang tenang
Malang mengenang
Dan malam-malam tak jarang
yang hanya diam
Selang, regang, rebahkan
Dalam sandaran pundak-pundak malam
Pucat bukan cacat
Menghilang bukan khianat
Luruh menyeluruh
Menyambut mimpi yang utuh
***
Puisi ini aku dapat beberapa hari lalu dari iephe, seorang kawan, juga aktivis ***I dan *r****a.. mungkin saja nantinya akan menjadi seorang besar dengan kepekaan dan kepedulian…
Puisi yang simpel tapi dalam, sarat akan makna… terimakasih kawan, kamu telah mengingatkan dan menyadarkan aku dari lamunan… Postingan ini untukmu, dia dan mereka…***







begitulah puisi seorang aktifis kampus
penuh semangat
revolusi sekarang juga
[Reply ]
aku paling suka bait terakhirnya, ada energi dalam menunggu dan memilih langkah.
puisinya bagus
[Reply ]
ah, berat…. terlalu dalam maknanya…
[Reply ]
angel iku rek! mimpi yang utuh, aku nek mimpi durung mari mrsti wes tangi hehehe
[Reply ]
baca puisi sambil denger lagunnya kitaro
>> puisinya bagus
*numpang singgah dan salam kenal*
[Reply ]
Hm…. dalem…
aktivis yang masih idealis……….
[Reply ]
FULL POWER!!!
[Reply ]
puisinya bagus…
menghentakkan ketidaksadaran selama ini
mengingatkan agar terus berusaha
jangan hanya angan-angan
atau bermanja akan semua kemudahan yang diterima
“Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum kaum tersebut mengubah dirinya sendiri”
hari ini harus lebih baik dari sebelumnya
afwan dech….
karena jika tidak…
kita termasuk orang-orang yang merugi
kok jadi taujih nie
[Reply ]
dalam makna ketidakteraturannya…
puisi yang kayak gini ni yang menyentil *halah*
[Reply ]
emang bener …
*dalem banget maknanya*
[Reply ]
sip!!!!!!!!!!!!!!!! bait terakhir seakan menerobos masuk menusuk hati yang beku, menggetarkan jiwa yang kaku….
salam kenal nih dari tarakan, kaltim. makasih juga udah ngunjungi blogku….
[Reply ]
jangan berlebihan, kok bnyak yg bilang dalam,
Af1 an takut kedalaman, pa lagi ketinggian so byasa ja nggeh……………..
[Reply ]