Jangan Main Instan!

Postingan ini adalah tulisan penyeimbang dari postingan sebelumnya….
Secara resmi, Jumat ( 11/4/2008 ) kemarin pemerintah telah menghentikan pemblokiran Youtube, MySpace juga Multiply. Seperti kita ketahui, berkaitan dengan penayangan film fitna beberapa hari lalu pemerintah memblokir situs-situs tersebut.

Dalam jumpa pers di Gedung Depkominfo, Menkominfo meminta maaf jika pemblokiran YouTube secara total selama beberapa hari ini mengganggu para pengguna internet. Blocking situs, dianalogikan Menkominfo Mohammad Nuh seperti mengambil tumor dalam tubuh seseorang. Untuk itulah tubuh harus dianastesi (dibius) secara total. Analogi tersebut mirip dengan aksi pemblokiran total yang dilakukan pemerintah terhadap situs YouTube guna menghadang film ‘Fitna’.

“Tapi dengan semakin canggihnya teknologi, yang tadinya harus dibius total untuk mengambil tumornya, sekarang bisa dibius lokal saja,” paparnya.

Pemerintah, lanjut Nuh, sebenarnya tidak mau memblokir YouTube secara total, namun hanya mau mengeliminasi film ‘Fitna’ saja.. “Kami minta maaf jika dalam mengambil tumor tadi, ada pihak yang terganggu,” ujarnya lagi.

Jika kita mencermati kasus ini, sebenarnya pemerintah (Depkominfo) sendiri telah menyadari bahwa mereka tidak perlu melakukan pemblokiran secara total (bius total), walaupun hanya beberapa hari, karena bisa melakukan pembiusan lokal. Jelas budaya instan mempunyai andil besar disini, walau nyatanya manfaat kadang tidak sebanding dengan kerugiannya.

Menarik benang merah dari kasus ini, saya pribadi mengharapkan untuk kedepannya Depkominfo dan pemerintah pada umumnya mampu mengambil kebijakan yang tepat sebelum aplikasi lapangan. Mungkin YouTube ataupun Multiply merupakan hajat dan hasrat blogger serta netter, dan kerugian sebagian besar “hanya” bagi mereka. Namun jika keputusan itu berhubungan dengan hajat hidup banyak orang, import beras ataupun pencabutan subsidi BBM misalnya, pemerintah harus lebih jeli dan matang perhitungan karena sebenarnya rakyat bukanlah bahan percobaan yang bisa seenaknya dipermainkan. Untung kalo menguntungkan, tapi kalau merugikan? Bangsa ini sudah capek dengan berbagai macam eksperimen yang semakin hari semakin menyesakkan..

Bisa jadi, antrean minyak tanah yang setiap hari semakin panjang, gizi buruk yang semakin hari selalu bertambah korban, mereka yang menjadi kaum tuna wisma semakin banyak akibat penggusuran atas nama tata kota dsb, merupakan hasil kebijakan instan “analogi pembiusan total” yang salah sasaran.

Kita juga harus mengakui, kebijakan pemerintah tidak selalu merugikan. Sebagai contoh Depkominfo, harga komunikasi selluler di Indonesia sekarang lebih murah dan sesuai dengan ketentuan normal, setelah selama ini konsumen dibohongi dengan harga tarif selluler jauh diatas ambang wajar, ataupun keseriusan pemerintah memerangi pornografi di dunia maya, serta respon “luarbiasa” pemerintah menyikapi film Fitna yang menimbulkan gejolak di masyarakat luas khususnya Islam. Diluar pro dan kontra masyarakat luas, saya setuju dan mendukung langkah positif – menghasilkan nilai positif – pemerintah.

Namun begitu harus disadari pula bahwa sekali lagi rakyat bukanlah bahan percobaan suatu kebijakan dan memang sebagai tugas pemerintah adalah melindungi serta memberikan hak tiap warganya.

Random Posts

About the Author

azaxs has written 249 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

30 Comments on “Jangan Main Instan!”

  • RhyzQ wrote on 13 April, 2008, 10:41

    oo… ternyata itu sebabnya youtube di blokir…

    >>> lah…

    [Reply ]

  • RhyzQ wrote on 13 April, 2008, 10:44

    baru sadar aku, ternyata komen tadi komen pertama :lol:

    >>> Dan pertamax betul2 semakin langka kan? [OOT] :mrgreen:

    [Reply ]

  • RhyzQ wrote on 13 April, 2008, 10:45

    ini komen ke-3 kan??? :P

    >>> Kayae sih iya.. hehe :D

    [Reply ]

  • realylife wrote on 13 April, 2008, 10:49

    setuju banget mas , kalo kata nenek saya , sesuatu yang instan itu ngga baik , cepat dapat cepat lepasnya
    tapi kalo mie instant gimana ya ? abis favorit saya nich

    >>> Saya juga suka mie instan mas… makanan nasional mahasiswa kita.. hehe ;)

    [Reply ]

  • iephe wrote on 13 April, 2008, 13:12

    ada lagi klo thiwul instan (nasi aking) gmn yaw………………..gleg………..krepek,krepek,,,,,,,,,,

    >>> Kayae itu nasi khas ternggalek yah… :P

    [Reply ]

  • langitjiwa wrote on 13 April, 2008, 14:14

    ” semasih itu baik bagi rakyat kenapa tidak kita mendukungnya……”

    >>> YUp, jika itu baik kita pasti mendukung mas…

    [Reply ]

  • sawali tuhusetya wrote on 14 April, 2008, 2:36

    wah, kasus yang menarik, mas azaxs. fenomena kebijakan instan ini agaknya sudah menjadi budaya dalam tubuh birokrasi di indonesia. kebijakan pemblokiran youtube secara total menunjukkan kekhawatiran yang tidak berdasar tanpa mau repot2 utk mendeteksi situs2 tertentu yang suka mengumbar kemesuman. walhhasil, situs2 youtube yang bersih dan bermoral pun kena embat juga. kenapa bisa jadi begitu? yups, itu jalan pintas utk membunuh tikus di lumbung padi. utk membunuh seekor tikus mesti harus membakar lumbungnya. wah, paradigma yang salah kaprah dan parah!

    >>> Jadi ingat sebuah Film Prancis “B13″, dimana pemerintah berusaha memberantas segala macam kekerasan, narkoba dsb dengan membumi hanguskan wilayah B13… Kalo misal hal ini terjadi di dunia nyata… bagaimana jadinya?
    Instan memang kadang menguntungkan, tapi lebih menguntungkan jika berdayaguna bagi semua fihak dan tidak merugikan..

    [Reply ]

  • sawali tuhusetya wrote on 14 April, 2008, 2:39

    wah, image2 photoshopnya mantab, saya suka itu. apa boleh minta tolong saya dibuatkan header utk blog saya, mas? imagenya terserah, asalkan judul: “Catatan Sawali Tuhusetya” dan tagline: tentang dunia pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia tampak di header itu, hehehehe :lol: ini kalau mas azaxs tidak keberatan loh, hehehehe :idea: yups, makasih, salam kreatif!

    >>> Terimakasih pujiannya pak, saya jadi takut jatuh.. :lol: Dengan senang hati pak, nanti saya coba buatkan spesial [+ telor] untuk jenengan pak…
    Btw ukuran image header-nya berapa nggeh?

    [Reply ]

  • sawali tuhusetya wrote on 14 April, 2008, 3:19

    waduh, terima kasih banget, mas. ukuran headernya sekitar 1000 x 250 px. yups, jadi bener2 senang nih bakal punya header baru, hehehehe :smile: saya ndak muji kok, mas, tapi memang image2 di blog ini bikin saya suka melihat dan menatapnya lama2, hehehehe … inspiratif banget.

    >>> Terimakasih pak… tapi kalo ditatap lama2 kan jadi bosan n jlek pak.. hehe.
    Nggeh nanti coba saya bikin pak..smoga ga ngecewakan, suwun :)

    [Reply ]

  • waterbomm wrote on 14 April, 2008, 3:34

    yang instan lebih punya taste ..hihi..

    >>> Tergantung mas, apa yang mo diinstani… kalo mie instan yang baru diseduh + puedes emang taste-nya lebih.. tapi juga bisa keselek loh… :mrgreen:

    [Reply ]

  • roy saputra wrote on 14 April, 2008, 4:05

    ini seperti ingin menangkap tikus dengan cara membakar gudang.. hehe..

    grasa-grusu ya pemerintah kita..

    lam kenal.. ^^

    >>> Yup, perumpamaan yang tepat mas, makane jangan grusa-grusu.. hehe :mrgreen:

    [Reply ]

  • Zulfi wrote on 14 April, 2008, 5:01

    Huhu, memang ujung2nya instan ga (selalu) baik…

    saya menyarankan media literasi buat masyarakat. Jadi, masyarakat harus diajari untuk sadar bahwa apa yg mereka akses selama ini ada yg baik dan buruk. Mereka harus memilih…

    >>> Saya setuju mas, dengan begitu pemahaman yang komplit akan diserap masyarakat.
    salam kenal, trimakasih dah mampir :)

    [Reply ]

  • Panda wrote on 14 April, 2008, 6:32

    Ealah sam azaxs…tak pikir tadi judulnya “Jangan Mie Instan !!”
    hahaha :lol:
    ya pokoknya kebijakan pemerintah itu harus bener2 memperhatikan rakyat lah, jangan asal2an semaunya sendiri…

    sip…

    >>> Wah ketahuan makan mie instan terus ya sam? udah mo siap2 protes :mrgreen: Yup, saya setuju!

    [Reply ]

  • kaudanaku wrote on 14 April, 2008, 8:00

    yang instan kebanyakan kurang baik hasilnya dik. wekekekkkkksss…….btw, mau juga dong dibikinin header (tapi gratis,hehehe….). tak tunggu (setengah memaksa nih…)

    >>> Gitu mbak ya?
    Ok mbak sampean tunggu nggeh….
    ga pake dipaksa juga saya buatin, saya kan baik hati [walah narsise mulai] :mrgreen:

    [Reply ]

  • lainsiji wrote on 14 April, 2008, 8:21

    yang instan lebih mudah dilakukan
    jadi pilih yang instan ajah :mrgreen:

    >>> Hmm, tergantung deh mas kayae [piki-piki] :mrgreen:

    [Reply ]

  • Menik wrote on 14 April, 2008, 8:38

    tumornya sudah dioperasi tho ??? :mrgreen: *mungkin hanya diriku yg tdk terlalu ngaruh gara2 youtube di blokir* :P

    >>> Udah dari jumat kemarin :mrgreen: ga ngaruh soale ga bisa posting video yah? :P

    [Reply ]

  • kaudanaku wrote on 14 April, 2008, 9:30

    dik, utk detail headernya aku kirim ke email kamu aja ya? suwun….(ga ngrepoti kan, halah basa-basi banget sih).

    >>> Yup, sudah saya terima dan selanjutnya tinggal saya kerjakan! ;) sebenarnya ngrepotin banget sih…. haha, bcanda :D

    [Reply ]

  • shaffiyah wrote on 14 April, 2008, 11:34

    emang yang instan itu gak baik wlo manfaatnya ntar
    jadi inget mie instan :)

    >>> Inget mie instan jadi laper nih mbak :lol:

    [Reply ]

  • dimasu wrote on 14 April, 2008, 12:36

    untunglah youtube bisa dibuka lagi.. donlot lagi dong. hehe :p

    >>> Ayo, saya juga pingin liat secara utuh sih… :mrgreen:

    [Reply ]

  • achoey sang khilaf wrote on 14 April, 2008, 13:02

    kritikan cerdas
    ayo semangat
    perbaiki Indonesia semampu kita

    >>> Ayo mas! dan jangan pernah takut untuk mengkritik!! :D

    [Reply ]

  • Armand wrote on 14 April, 2008, 14:25

    Semangat…

    >>> Semangat juga dan salam kenal,
    makasih dah mampir mas.. :)

    [Reply ]

  • wanoja wrote on 15 April, 2008, 8:11

    kalow mie instant, masih diperbolehkan kan?
    blom dilarang ma pemerentah? :P

    >>> Wah, kalo sampe dilarang separoh lebih warga Indonesia bakal kena busung lapar! :P Wey, katanya hiatus mbak? udah kluar dari pertapaan ya? :lol:

    [Reply ]

  • ashardi wrote on 15 April, 2008, 9:53

    pemerintah itu selalu menegakkan solusi (menurut mereka), dengan tanpa adanya alternatif atas solusi tersebut…

    salam satu jiwa!

    >>> Yup… harus kita kritisi dengan batas kewajaran dan kedewasaan..

    salam satu jiwa!

    [Reply ]

  • desmeli wrote on 15 April, 2008, 11:56

    yuuuuuuuuuuuuuuk :D

    >>> Yuuuuk :D

    [Reply ]

  • presty larasati wrote on 15 April, 2008, 12:47

    weiz.. emang budaya masyarakat indonesia yang mengakar : melakukan sesuatu dengan instan
    yux, mulai kita rubah sama2. dari diri kita sendiri.. :)

    >>>Yup.. sangat bijak mbak.. saya setuju!
    Btw presty tumben bisa serius… hehe :lol:

    [Reply ]

  • muchlis wrote on 16 April, 2008, 1:18

    assalamualaikum wr.wb

    salam kenal saja buat amalia solicha

    kalau bole saya minta emailnya.

    wassalam

    >>> Salam kenal mas… tapi amalia solcha siapa ya?
    kayae ku ga knal deh…

    [Reply ]

  • myviolet wrote on 16 April, 2008, 1:44

    Instan….??????
    ya jelas g enak lah..
    semua yang instan itu g da yang smpurna…
    tapi kalo terpaksa ya udah g aapa….

    >>> Hahaha :D

    [Reply ]

  • hanggadamai wrote on 17 April, 2008, 0:32

    mas mas mas
    diriku bikinin header juga dong…
    hihihihihihi
    biar mas azasx tambah repot :mrgreen:

    >>> Wah, betulan nih mas… justru saya seneng… bukannya repot tapi mengurangi kejenuhan.. suer.. spesifikasinya bisa sampean kirim via e-mail ja mas…

    [Reply ]

  • fuad1847 wrote on 20 April, 2008, 5:04

    Shhhiiip lah, ngga’ boleh ada hal yang instan ok !
    supaya hasilnya juga maksimal

    [Reply ]

  • Ikkyu_san wrote on 5 May, 2008, 3:19

    masih ingat kamera polaroid? instant kan, langsung jadi di tempat…tapi hasilnya? banyak burem nya dan tidak tahan lama… tapi itu merupakan teknologi baru di masanya.

    sekarang ada juga yang instant, kamera digital misalnya.kita bisa lihat hasilnya saat itu juga. Kalau jelek, bisa diulang. Dan ini merupakan hasil teknologi yang sudah diujicoba bertahun-tahun dengan dasar yang mantap.

    so, kita pilih yang mana? Instant polaroid atau instantnya digicam? kalau mau digicam harus punya dasar yang kuat dulu (akhirnya kembali lagi ke pendidikan deh).

    kalau saya boleh bilang sih istilah karbit pantas dipakai untuk pendidikan kita. Jadi matengnya dibuat-buat. instant dan karbit…. tidak alami….masalah memang.

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.