Kapan Akan Berakhir?
- Friday, May 30, 2008, 6:46
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 2,893 views
- 45 comments
Kemarin [29/05/08], dua tahun sudah Saudara-saudara kita di Sidoarjo berkutat dengan lumpur. Kemarin mereka melakukan istighosah, berdoa bersama sekaligus memperingati tragedi ini. Tak terhitung berapa kerugian morril dan immoril yang diakibatkan. Tidak kurang dari 640 hektar tanah di puluhan desa yang mencakup 3 kecamatan yaitu Tanggulangin, Porong dan Jabon, tertutup oleh ganasnya lumpur.
Saat ini jika kita berada di atas tanggul Kecamatan Porong dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, sejauh mata memandang hanyalah lautan lumpur yang terlihat. Ya, dua tahun sudah lumpur panas menyembur. Semburan lumpur yang tiaa akhir. Lebih dari 10 ribu rumah sudah tenggelam, sementara ganti rugi masih belum total dipenuhi pihak Lapindo.
Bagi korban, mereka tidak mengharapakan sesuatu yang berlebihan, tiada yang lebih mereka harapkan kecuali keadilan. ya.. Puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal, pekerjaan juga pendidikan, sedangkan ganti rugi hanya dirasakan sebagian kecil warga, yang masuk dalam peta terdampak.
Perjuangan warga yang terkena imbas lumpur panas belumlah berakhir. Sebagian warga sekarang menanti tuntasnya dana pergantian. Sebagian lainnya menunggu dengan kecemasan lantaran permukiman mereka tak termasuk peta area ganti rugi.


Ya, sejarah kelam ini harus dirasakan dan ditelan oleh para korban di Sidoarjo. Berawal dari eksplorasi PT. Lapindo Brantas. Mengebor tanah dengan kedalaman ribuan meter untuk mendapatkan gas alam, Namun proses pengeboran ternyata mengesampingkan penggunaan pengaman. Sehingga terjadilah kecelakaan yang oleh Pemerintah dan DPR disebut sebagai “fenomena alam”.
Pembangunan tanggul tak mampu menahan luberan lumpur dan sempat jebol beberapa kali. Beberapa cara telah dilakukan pemerintah dalam menanggulangi semburan lumpur, mulai dari pembuangan ke Kali Porong sampai pemakaian rangkaian bola beton. Tapi sampai saat ini semburan lumpur belum juga berhenti. Bahkan belakangan muncul beberapa fenomena baru berupa semburan air bercampur gas metan yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
Yup, dua tahun sudah berlalu. Walau pihak Lapindo telah mengucurkan 3 trilyun, namun kenyataannya keadilan tidak berfihak sama sekali kepada para korban. Pihak lapindo membayar ganti rugi dengan membeli tanah mereka dengan cara dicicil, setelah selesai penyicilan mereka akan mendapatkan tanah seluas 600 hektar lebih.. Sedangkan korban? Dengan sedikit kompensasi harus kehilangan tanah mereka dan leluhur mereka…
Entah sampai Kapan mereka akan mendapatkan keadilan dan kehidupan yang layak seperti semula? Kapan bencana ini berakhir?
Mungkinkah Indonesia Bisa, jika selalu saja teracuni dengan hal seperti ini?
Yang jelas, roda kehidupan akan terus berputar..
* Sumber foto: imageshack dan greenpeace
Tulisan Terkait
About the Author
45 Comments on “Kapan Akan Berakhir?”
Trackbacks
- Indonesia Negara Hukum Terkorup | Azaxs Dot Net
- 10 Peristiwa Penting tahun 2009 di Indonesia | Azaxs Dot Net
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!







mestinya pergantian berupa ganti untung
jangan dikasih ganti rugi melulu…
[Reply ]
yup pertamaX…….:-)
hemm….apa salah ibu pertiwi sehingga negeri ini tidak pernah lepas dari permasalahan yang tak kunjung habis ini?
apakah anak cucu kita juga tidak bisa menikmati keanggunan negeri ini yang konon tanh negeri ini adalah tanah surga?
[Reply ]
fiuh….katanyah bakrie terkaya se asia tenggara….
[Reply ]
mas,gak jauh dari tempatku ( aku di sedati ) di daerah karang anyar sdh ada gelembung2 kecil dan itu sama dgn yg di lapindo.
aku hanya bisa berdoa.
[Reply ]
itulah potret sebuah keserakahan kaum kapitalis yang abai terhadap derita rakyat kecil. maunya mereka mengeruk untung, tapi selalu saja menganggap rakyat sebagai objek yang dikorbankan. derita rakyat sidoarjo bisa menjadi bukti makin hilangnya nilai2 kemanusiaan itu. terus berjuang saudara2ku. keadilan di dunia yang fana ini bisa jadi memang hanya sekadar mimpi, tapi yakinlah mereka yang terlibat dalam “tragedi” itu akan mendapatkan keadilan yang hakiki di alam baka.
[Reply ]
Sang empunya mungkin sibk ngurus Indonesia
jadi ngurus lumpur gak sempet
[Reply ]
sampai pejabat yg kotor itu kena azab ILLAHI…
[Reply ]
sy juga heran knp ga selasai2 euy….
uda gerah padahal…
[Reply ]
sedih rasanya menyadari sudah 2 tahun kasus ini ga selesai.
[Reply ]
seandainya lapindo bukan milik abu rijal bakri…, mungkin penyelesaian tidaklah serumit ini… kita semua ikut prihatin..
[Reply ]
klo masalah itu mah, susah kelarnya, semua pada omdo aja
[Reply ]
semoga cepat berakhir, bencana yg melanda bangsa ini..
mari berdoa bersama…
[Reply ]
Turut sedih
[Reply ]
ya harusnya koruptor2 yang ketangkep dicemplungin ke lumpur Lapindo aja…lumayan buat nambal kebocoran lumpurnya…
lha tapi mo nangkep aja susah….
[Reply ]
kayanya udah di obyekin ama “orang2″ tuh, dah jadi taman wisata lumpur
[Reply ]
mas oh mas… konon kabarnya dan seperti ramalan mama loreng pada suatu masa, katanya memang akan tenggelam… ga terselamatkan… jawa kepisah…
nah apa kabar warga?
hm…..
kalau yang itu dulu sih mama loreng ga cerita…
[Reply ]
semoga segera berakhir, warga yang menderita segera mendapatkan hak-haknya dengan adil…
[Reply ]
Yng paling dapat di lakukan adalah, tawakkal, Ikhlas karena Allah…. amien
[Reply ]
hhmm.. lapindo….
eh, kemaren presty pernah denger cerita jaman dulu di sidoarjo.. tentang marsinah gitu pa ya?
klo bukan marsinah, pokoknya kisah tragis kayak marsinah gitu…
mungkin juga ini kutukan dari beliau..
*
*hhiii.. presty horor..*
*jadi merinding sendiri
[Reply ]
kapan akan berakhir?
*oot.com*
tanyakan pada rumput yang bergoyang…
Wallahu Alam,,,
^_^
[Reply ]
btw, semoga Allah memberikan banyak kemudahan setelahnya..
fainnama’al ‘usri yusro..
innama’al ‘usri yusro…
[Reply ]
aiihh…
hattrick!!
yang ini nyamfah aahh..
[Reply ]
semoga cepat berakhir , secepatnya
amin
[Reply ]
banyak2 ajch berdoa yach….
[Reply ]
Sudah ditemukan bukti bahwa ini bukan bencana alam, tapi memang ada kesalahan dari PT Lapindo Brantas saat ngebor untuk tambang gasnya.
[Reply ]
semoga cepet berakhir dan smg pemerintah, bakrie cs
bertanggung jawab..
sedih saya liatnya…
hanya bisa mendoakan…
dari sebelah,
salam kenal
[Reply ]
Korban Lapindo selalu membuat saya menangis … entah sampai kapan yah sis?
[Reply ]
eh salah koq sis sih …. duh, ampun !!
[Reply ]
memang lagi banyak musibah… mungkin itu peringatan untuk bangsa ini…
[Reply ]
memang lagi banyak musibah nih…
[Reply ]
lapindo merupakan tragedi kemanusiaan yg teramat menyesakkan. kesalahan dan tidak bertanggungjawabnya pemerintah bukti kesewenangan penguasa yg telah dibeli oleh pengusaha.
zalim oh zalim
[Reply ]
kapan ya?
malah jadi makin meluas dan banyak semburan gas yang ga dikenal muncul disekitar situ..
miris
[Reply ]
Untung gak kena LAPINDO……….
[Reply ]
bakri kan terkaya se asia tenggara. harusnya cepet dilunasi dan dibikinkan kota baru sekalian tuh..
[Reply ]
semoga cepet berakhir ya dik. saya cuman bisa bantu do’a saja, semoga bangsa ini tidak semakin terpuruk.
*btw, pakdhe det nyasar kesini juga toh?*
[Reply ]
jadi sedih…
[Reply ]
kembalikan semuanya kepada Maha Pencipta, alloh SWT…., sabar, ikhlas…..
[Reply ]
sebentar lagi akan menjadi salah satu 7 keajaiban dunia…
[Reply ]
Kenapa jadinya sudah biasa yaks?
[Reply ]
Kita baru bisa mendengar. entah kapan bisa mengulurkan tangan.
[Reply ]
Mengapa Tuhan belum mendengar doa dan rintihan kita?
hm….PASTI ada hijab yang menghalangi doa dan rintihan kita. Mari kita instropeksi diri dan mencari apa yang menghijab doa dan rintihan kita.
[Reply ]
pemerintah terlalu lamban dan terlalu banyak pertimbangan
kacang kapri… kakehan cangkem kakehan prhitungan..
[Reply ]
kami turut sedih atas bencana yang menimpa sidoarjo
[Reply ]