Satu Abad Kebangkitan atau Kebangkrutan Nasional?
- Tuesday, May 20, 2008, 9:03
- Catatanku, News, lepas
- 519 views
- 39 comments
Hari ini 20 mei 2008, tepat satu abad sudah Kebangkitan Nasional di canangkan para pemudanya. Yup, tepat pada 20 Mei 1908 lalu tonggak kesatuan gerak dan langkah dari pemuda bangsa telah ditancapkan. Terlepas dari kontroversi dibalik Budi Utomo, yang jelas Budi Utomo merupakan salah satu simbol kesadaran kolektif generasi bangsa dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.
Apakah kedaulatan tersebut sudah tercapai?
Apakah kita benar-benar merasakan dan menikmati kemerdekaan?
Sungguh sebuah pertanyaan yang hanya berupa angan-angan bagi sebagian besar warga bangsa.
Satu abad merupakan waktu yang panjang dalam sebuah dinamika perjalanan. Setelah 100 tahun berlalu, bukannya kemakmuran yang kita rasakan, justru kebangkrutan disana-sini..
Tengok saja, jutaan orang menjadi orang asing dinegeri sendiri. Amanat Undang undang hanya bagaikan syair puisi yang indah dan menyentuh, kebohongan publik menjadi kebiasaan kemiskinan yang musti dilakukan. Praktek-praktek KKN dan penyelewengan bagaikan puzzle yang menasyikkan. Penegakan supremasi hukum masih setengah-setengah, apalagi praktik jual beli persidangan begitu marak terjadi, begitu murahnya hukum dapat dibeli. Belum lagi ribuan kasus pelanggaran HAM, seakan indah bercokol menjadi bagian sejarah yang tak kan pernah terungkap kejelasannya..
Yup, teringat syair dari Bang Iwan..
“Negeriku negeri para penipu,
terkenal kesegala penjuru,
Tentu saja bagi yang tak tahu malu
inilah sorga, sorganya sorga..
Negeriku negeriku”
Melihat realita tersebut, kemarin [19/05/2008] Mahasiswa Ponorogo yang tergabung dalam Aliasi BEM se Ponorogo, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi turun kejalan untuk merefleksikan 100 tahun kebangkitan nasional dan 10 tahun reformasi. Aksi yang dipusatkan di Gedung DPRD kabupaten itu berjalan damai. Aksi gebungan tersebut diisi teatrikal Teater Seiya STAIN Ponorogo yang menggambarkan penindasan dan tidakberdayaan kaum miskin ni negeri ini. Selain aksi tetrikal, demonstran juga melakukan aksi menuntun sepeda motor sepanjang jalan Soekarno-Hatta sebagai bentuk gambaran tidak mampunya rakyat membeli BBM.

Beberapa tuntutan yang disuarakan antara lain:
- Nasionalisasikan aset-aset Negara yang dikuasai Asing
- Negosiasikan kembali hutang luar negeri yang menumpuk
- Efisiensi dan ketepatan dalam penggunaan fasilitas Negara oleh Pejabat Pemerintah
- Tegakkan supremasi hukum yang tegas dan berwibawa
- Tuntaskan kasus-kasus HAM
- Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20%
- Serta penolakan kenaikan harga BBM.
Sekali lagi, demontrasi bukanlah hal yang terbaik, tapi diam saja tidak akan membawa penyelesaian, apalagi keadaan bangsa yang semakin bangkrut, dibutuhkan kritik dan solusi cerdas demi terwujudnya Kebangkitan Nasional yang sesungguhnya.
Tulisan Terkait
About the Author
39 Comments on “Satu Abad Kebangkitan atau Kebangkrutan Nasional?”
Trackbacks
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!








meski pahit kita mesti juga harus bersikap jujur bahwa seabad kebangkitan nasional dan satu dekade reformasi, negeri ini hanya mampu menyediakan “syurga” bagi para petualang politik yang sama sekali tidak memiliki kepekaan terhadap nasib rakyat yang hidup terlunta-lunta. Kapan rakyat bisa mendapatkan “syurga” di negeri ini? Kita sepakat, Mas Azaxs, negeri ini butuh masukan dan solusi. sekecil apa pun masukan dan kritik, itu lebih baik ketimbang diam. salam reformasi!
[Reply ]
kebangkrutan..
but at least, we must get up..
coz at the end of the storm is a golden sky..
[Reply ]
semoga aja tuntutan ‘kita’ tidak masuk telinga kiri keluar telinga kanan oleh ‘yg bersangkutan’
[Reply ]
Selamat merayakan 100 tahun kebangkitan nasional, semoga indonesia semakin jaya, AMIN
[Reply ]
Dalam 100 tahun kebangkitan nasional ini justru kitalah (rakyat) yang mesti lebih banyak bertindak daripada para pemimpin kita. Saya sebenarnya bingung terhadap petinggi negara ini. Terdengar kabar bahwa mereka sempat menitihkan air mata ketika menonton film ayat-ayat cinta. tetapi apakah mereka juga sempat menitihkan air mata ketika menyaksikan saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, lumpur lapindo misalnya. Sudah berapa tahun saudara kita terlunta-lunta. Bukan hanya itu, dengan pemerintah menaikkan harga BBm, tentu akan lebih banyak lagi rakyat yang akan semakin menderita? coba kita renungkan dalam hati……..
[Reply ]
Yah ini lah momentum untuk kita bangkit dari segala keterpurukan kita,kebodohan kita …
Tapi piye carane….?
[Reply ]
kita semua harus bergerak
agar kebangkrutan gak berkepanjangan
bangkitkan potensi
bangkitkan negeri
harapan itu masih ada
[Reply ]
OPTIMIS !!!
[Reply ]
tapi acara seremonialnya gede-gedean lho semalem, ampe seluruh stasiun TV seragam menayangkan acara yang sama.
[Reply ]
Semangat!!
[Reply ]
nyesel dech kemarin g’ ikut demo
tp smg aspirasi temen HMI dan PMII didengar orang atas.g’cuma masuk telingan kanan keluar telinga kiri.
salam perubahan!!!
[Reply ]
emang udah bangkrut???
kapan bakal dilelang???
[Reply ]
Semangat !!!
*walaupun aku sedang tdk bisa bersemangat*
[Reply ]
jujur sbnrnya aku sedih tiap buka berita dr indo….tp itulah realita….dan msh bingung untuk mencerna lebih jauh…gag tau lg hrs melakukan apa…duh gusti…puyeng baca berita bangsa ini
[Reply ]
kebangkrutan untuk mayoritas rakyat, kebangkitan buat minoritas opportunis dan koruptor..
setuju banget sama paragraph terakhir..
[Reply ]
moga 100 tahun kebangkitan bangsa ni jadi motivasi memperbaiki semua kebobrokan yang ada di negeri nie
[Reply ]
Untuk keluar dari kehinaan ini, sudah terbukti akal sudah tidak manjur. Mengapa kita tidak mau ikut formula dari Al Quran?
BUkan-kah Tuhan sudah bagi formula, bahwa jika mau keluar dari kehinaan harus memperbaiki habluminallah dan habluminannas. Habluminallah sampai peringkat taqwa. Karena hanya orang bertaqwa yang akan Allah bela dunia dan akhirat. Allah janji akan keluarkan dari masalah.
selengkapnya: http://whasid.wordpress.com/2008/05/20/jalan-keluar-dari-kehinaan-2/
[Reply ]
bagaimana peran DPR ?hmm….
[Reply ]
kayaknya aq lbh setuju klo kmrn itu peringatan hari kebangkrutan nasional deh
[Reply ]
demo gak baik, diam gak menyelesaikan masalah. jd tinggal tgu gmn nasib baik dari pemerintah lah
[Reply ]
Sebenernya, rakyat adalah para pahlawan kita. Sedangkan mereka2 yg ngaku2 wakil2 rakyat bisa2nya cuma tipu2, maen korupsi. merekalah para pecundang…
*kritik pedes on*
[Reply ]
demo memang nggak menyelesaikan masalah. Diam apalagi.
Jadi gimana?
1. Berdoa
2. Cari pemimpin pilihan Tuhan
3. Dapatkan pimpinan dari pemimpin pilihan Tuhan
Itulah formula untuk menyelesaikan krisis dari zaman Nabi Adam Dulu.
[Reply ]
Yang terpanting lakukan sesuatu sekecil apapun itu asal manfaat, demi kemajuan bangsa. Para remaja berlomba2 menuntut ilmu, mengaji dll, menekuni olah raga dll. juga adalah perbuatan yg akan mengangkat harkat dan martabat bangsa…
[Reply ]
Semoga ada perbaikan, semangat untuk kemjuan…
[Reply ]
hem…
semangat!!!
bangkrut tuk bangkit
semoga….
[Reply ]
BANGKIT INDONESIA KU!!!
MAJULAH dan JAYA!!!
[Reply ]
tul banget kang
pengennya Indonesia maju bukan bangkrut
[Reply ]
Kok iephe gak kliatan yaw……..:) kan ikut demo juga………..
[Reply ]
kok iephe gak kliatan yaw……….:lol:
kan ikut aksi juga………..
[Reply ]
Mas Bro… Dah bangkit Blum ???
[Reply ]
Mari kita perbaiki moral diri……
yang dimulai saat ini…..
dari yang terkecil…..
[Reply ]
Yang semoga melahirkan generasi yang bermoral
yang berpijak pada rel ketuhanan sehingga hanya akan ada kedamaian….
[Reply ]
Meski berapa tahun lagi…
karna sebuah perubahan perlu waktu….
tak semudah membalikkan telapak tagan….
dalam sekejap…..
[Reply ]
semangat!!! katanya indonesia, BISA!!!
[Reply ]
ga mao ah bangkrut………
bangkit atuh!!!
[Reply ]
>>> Susahnya semua pemimpin mengaku sebagai pilihan tuhan juga.. baru ketahuan bahwa mereka bukanlah pilihan tuhan ketika sudah ditengah perjalanan mempimpin… trus gimana dong mas?>>>>
penj
he..he..emang yang ngaku-ngaku banyak sekali. Kalo yang ngaku2 dia bilang dapat wahyu dari jibril, dapat wangsit dari eyang.
Padahal, jin bisa ngaku2 jadi jibril.
Tetapi, pemimpin pilihan Tuhan untuk umat Rasulullah SAW tentulah Rasulullah SAW sendiri yang melantiknya. Itu sudah beliau sebut dalam hadis-hadis beliau. Sedangkan Rasulullah SAw tidak dapat diserupai oleh setan.
lebih lengkapnya baca: http://whasid.wordpress.com/2008/05/26/mencari-pemimpin-pilihan-tuhan-di-akhir-zaman-2/
[Reply ]
Sedih memang…seharusnya kita bisa memperingati 100 th kebangkitan dengan mempersembahkan suatu karya nyata bagi Indonesia yang tercinta…tapi saya yakin Indonesia akan bangkit kembali..
[Reply ]
Indonesia tidak akn pernah bangkit selama masih dengan demokrasi, selama masih di bawah ideologi ‘kapitalis’.
Tapi,, Indonesia bahkan dunia bisa bangkit jika menerapkan hukum Allah.
[Reply ]