- Friday, June 20, 2008, 0:56
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 1,391 views
Bukan judul salah satu album
My Chemical Romance, tapi merupakan realita keseharian yang sering disuguhkan dan dipertontonkan kepada kita semua, didalam sebuah bangsa yang katanya menjunjung tinggi adab dan kesopanan.. Ah entahlah, dimana kepribadian bangsa kita sekarang ini..
Pembahasan yang miris sekaligus menarik tentunya, apalagi jika mengaitkan sisi hitam dengan pemuda dan pelajar kita. Mungkin pernah hinggap kepikiran kita rasa pesimistis melihat generasi muda kita yang seakan kehilangan arah dan tujuan ditengah hausnya harapan akan kemajuan dan tentunya berada dipundak mereka semua itu digantungkan..
Akhir-akhir ini kita dihentakkan dengan gencarnya pemberitaan dimedia tentang kelompok remaja yang cenderung destruktif. Tentunya masih ingat di benak kita pemberitaan tentang genk-genk sepeda motor yang sering meresahkan ataupun genk perempuan yang saat ini gencar diberitakan media.. Entah itu
Brigez, genk
Nero,
Brenksek,atau apalah itu namanya juga genk-genk yang ada di daerah kita yang sering kita dengar, merupakan gambaran hilangnya sebuah generasi, benarkah asumsi ini?
Full story
- Tuesday, June 10, 2008, 2:47
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 1,530 views
Melihat gejolak sosial dan konflik yang silih berganti di Indonesia, sebutan negara bermartabat sepertinya patut kita tinjau ulang.
Awal bulan ini semua mata tertuju pada
aksi FPI yang menyerang dan membubarkan secara paksa aksi AKKBB di Monas, dibalik kontroversi dan provokasi didalamnya, jelas sekali tindakan ini tidak dapat dibenarkan secara hukum. Buntut dari aksi tersebut Dimana-mana terjadi aksi menuntut
pembubaran FPI, Sebaliknya FPI menuding dan menyalahkan AKKBB berasiliasi dengan
Ahmadiyah-lah yang menjadi provokator dibalik kerusuhan Monas
Kekerasan dibalas dengan kekerasan, inilah fakta yang terjadi dilapangan, dimana warga kita sangat rentan tersulut emosinya tanpa mau berfikir lebih jernih dan dalam. Tiba-tiba saja, banyak ormas yang mengaku bak pejuang dan penegak kebenaran. Sebut salah satu contohnya di Jember, terbentuk
Pasukan Berani Mati, dengan fokus utama membubarkan FPI.
Full story
- Friday, June 6, 2008, 0:00
- Catatanku, Kontemplasi, lepas
- 390 views
6 Juni, 107 tahun lalu pada tanggal itu
Ir Soekarno lahir, dimana pada masanya-lah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1945. Terlepas dari kekurangan yang dimilikinya, beliau bersama-sama segenap elemen bangsa berhasil melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan, sehingga berdirlah negara berdaulat Republik Indonesia. Itulah torehan tertinggi dalam perjalanan Soekarno.
Berjalannya waktu merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri.. dalam sejarah manusia, satu persatu peradaban timbul dan tenggelam. Kita mengenal istilah Yunani Kuno, bangsa Mesir kemudian tiba zaman
Socrates, yang rela di hukum mati demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya, dimana perjuangan itu dilanjutkan oleh
Plato dan
Aristoteles. Full story