AIDS dan SEX BEBAS
- Tuesday, December 2, 2008, 5:16
- Catatanku, lepas
- 5,640 views
- 22 comments
AIDS sampai saat ini tetap menjadi momok bagi dunia. Betapa juta orang meninggal tiap tahun gara-gara virus ini, yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Walaupun secara medis tidak bisa disembuhkan tetapi sebenarnya AIDS bias dicegah. Survey membuktikan, kebanyakan dari mereka yang menderita HIV/AIDS adalah murni kesalahan individu.
JIka beberapa waktu lalu HIV/AIDS paling banyak ditularkan melalui jarum suntik namun bberapa tahun ini bergeser penularannya melalui seks.
Menurut survey Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Jatim, data tentang AIDS ini memperlihatkan angka yang mengkhawatirkan. Di Jawa Timur penderita HIV/AIDS meningkat setiap tahunnya. Di tahun 2008 penderita HIV sebanyak 3.188 orang sedangkan kasus AIDS mencapai 2.490 orang. Sementara korban meninggal dunia mencapai 575 kasus.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.
Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
Data diatas tentu mencengangkan. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bebera pa faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu: kurangnya agama dan iman. Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media. Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan. Keempat, Perubahan Zaman.
Oleh karena itulah, orang tua disini mempunyai peran yang sangat penting, dengan memberikan pendidikan dan pemahaman seks yang tepat kepada anak-anak mereka. Walaupun sebenarnya masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut dan bias-bisa menjerumuskan remaja kepada sex bebas.
Disini dibutuhkan kesadaran bersama, seluruh elemen bangsa terutama kepada remaja dan orangtua, akan bahaya sex bebas, yang menjurus dengan HIV/AIDS, pendekatan pendekatan penting, harus dilakukan dari kacamata hukum positif ataupun agama. Jika tidak ingin generasi kita musnah, oleh HIV/AIDS yang nyata-nyata menghancurkan.
Tulisan Terkait
About the Author
22 Comments on “AIDS dan SEX BEBAS”
Trackbacks
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!







idealnya sih emang mesti dilakukan bersama ya
[Reply ]
elok Reply:
November 16th, 2009 at 11:16 am
Mantep Tenan…
Cocok MAz…
[Reply ]
Jidat Reply:
January 11th, 2010 at 8:32 am
Lanjutkan!
[Reply ]
kapan di sekolah2 ponorogo ada pendidikan sex….
[Reply ]
semuanya akan lebih fungsional kalo dijalankan sama sama ja di g bertepuk sebelah tangan, g bunyi dunxxxx…..
sama sama sadar ae yang pastii
[Reply ]
yg bahaya,untuk mencoba-cobanya diluar,mas.
betul,peran orang tua,teman dekat dan lingkungan jg sangat mempengaruhi.
untuk pembelajaran apa itu HIV/AIDS
[Reply ]
Stop free sex…..
berarti bayar dunk yg aman … huheuheh
[Reply ]
wah gambarnya om……..
[Reply ]
say no to free sex and no drugs
[Reply ]
Yang jelas ayo kita jauhi bersama penyakitnya, bukan orangnya…
Orang yang mengidap lebih baik kita “rangkul” juga jangan di diskriminasi karena kita kan tahu penularannya gak segampang itu… jadi sekali lagi “Jauhi virusnya bukan orang yang mengidapnya”
[Reply ]
i love sex but i hate HIV
[Reply ]
kalo msalh pendidikan seks di ponorogo sebenernya dah ada,tapi mungkin kurang koordinasi aja atau mungkin mereka kurang dukungan aja kali yah…,kalo gak salah seh namanya KRR (Ksehatan Reproduksi Remaja),kesekretariatannya seh da di KWARCAB,yah sapa tau kita para blogger warock bsa berkerjasma,untuk mengadakn acara yang bertemakan tentang hal itu,ke sekolah2,
[Reply ]
tul, mari kita perangi
mampir juga mas di bloggersumut.net ya??
[Reply ]
hmmmm….met hari aids! selamatkan generasi muda!
[Reply ]
Omm.. gambar opo kui..
Perangi AIDS, bukan perangi penderita AIDS…
[Reply ]
Sex, mendingan jangan dicoba jika tidak ingin ketagihan…
Bahkan ada yang ngaku ketagihan, padahal belum pernah mengalaminya….
sapimoto´s last blog post..Alexa Rank Macet
[Reply ]
Sebenarnya sih obat2an AIDS sudah sekarang sudah jauh lebih canggih dari tahun 1990an lalu. Sekarang, banyak kasus seperti penyakit AIDS sudah bisa ‘di-manage’ seperti penyakit diabetes saja, sehingga dapat memperpanjang usia penderita, walaupun virusnya tetap tidak bisa dibunuh. Untuk itu si penderita tetap harus minum obat seumur hidupnya…..
Yari NK´s last blog post..Simpanse Lebih Pintar Dari Manusia Dalam Menghafal !!
[Reply ]
sex…!!!!!!!!!!
halal jika dah resmi jadi suami istri…. :d:d
wahyoe´s last blog post..5 Plug-in Ciamik di Browser Firefox
[Reply ]
sex?? penak gak>>??
urung wayahe akuuu
jidat´s last blog post..PASANG WIDGET RECENT COMMENT BLOGSPOT ( JS)
[Reply ]
Berbicara sex memang selalu ramai…
bisnis pulsa eranet
[Reply ]
sip bos. mank semua itu terjadi karena bangsa kita tlah meninggalkan nilai2 adiluhung bangsa ketimuran
[Reply ]