Saya Seorang GOLPUT

golputTidak terasa kita memasuki bulan Juli 2009, Pemilu Presiden sudah diambang mata. Yah.. tinggal semingguan lagi bangsa Indonesia akan mengadakan Pemilihan Presiden. Pesta demokrasi itu katanya akan menentukan nasib bangsa lima tahun kedepan. Apakah akan melanjutkan keadaan saat ataukah akan tercipta perubahan.

Berbagai macam kampanye sudah dilakukan oleh para pasangan capres, entah itu kampanye langsung maupun tak langsung, kampanye hitam maupun kampanye putih yang elegan. Ada yang glamour, dipasar maupun di persawahan. Juga kampanye melalui media, entah itu media televisi, radio, koran, maupun internet yang katanya menghabiskan dana sangat luarbiasa besar.

Jargon-jargon baru pun bermunculan disana-sini. Janji-janji pun begitu mudah keluar dari mulut setiap pasangan Capres-Cawapres entah mereka sadar ataupun tidak mengucapkannya. Kontrak politik terjadi dimana-mana, seakan dengan kontrak politik semua yang akan mereka lakukan nantinya sesuai dengan janji kampanyenya.

Sentilan, sindiran, dukungan, cemoohan dan perang terjadi. Sangat sengit terjadi dikalangan Capres yang sedang bertarung, seakan merekalah calon pahlawan yang akan membawa kita ke negeri impian, negeri yang aman damai, makmur dan sejahtera.. Semoga.

Jika di kalangan elite politik sedang sibuk menggalang dukungan massa konsituen, berbeda lagi dengan kalangan bawah. Entah mereka (para elite) menyadari atau tidak, grass root malah memilih untuk menjadi GOLPUT daripada masuk ke dalam euforia Pilpres. GOLPUT tentu saja menguntungkan, entah siapa yang nantinya mereka pilih, yang penting ada uang tambahan untuk biaya makan sehari-sehari.

Yah, hal ini juga terjadi pada saya sebagai orang biasa. Setiap kali negara ini mempunyai hajatan saya selalu menjadi GOLPUT. Sama seperti masyarakat kecil yang lain. Golongan Penerima Uang Tunai ini biasanya mendapatkan uang Rp 10.000 - Rp 50.000 dalam serangan fajar, serangan petang, serangan maghrib maupun serangan dhuha.

Entah di pemilu kali ini, apakah mereka yang bertarung akan melanjutkan kebijakan buruk ini, dengan dalih pro rakyat atau bahkan beranggapan serangan fajar lebih cepat lebih baik?

Semoga pemilu kali ini akan berjalan lebih jujur dan adil tiada kecurangan yang terjadi. Tapi mungkinkah?

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 222 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

113 Comments on “Saya Seorang GOLPUT”

Trackbacks

  1. 3 in1 « itempoeti
  2. Planters for my Beauty House | Azaxs Dot Net

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.