Dukungan Kepada KPK Terus Mengalir

cicakKonflik antara KPK dan Polri semakin meruncing, babak baru antara cicak versus buaya telah ditabuh. Sebuah permainan tingkat tinggi, yang jelas tidak menguntungkan negara. Sungguh amat disayangkan sekali. KPK hancur, Polri menjadi sibuk, kredibilitas presiden terguncang dan kasus ini bisa jadi menjadi bumerang baginya. Hanya koruptor yang puas dan berpesta.

Banyak fihak sungguh menyayangkan ketidak profesionalan Polri dalam kasus ini. Lihat saja, dalam menjerat Bibid Samat Riyanto dan Chandra M Hamzah sebagai tersangka, Polri menggunakan berbagai alasan yang selalu berubah ubah, sehingga masyarakat pun geram dan mencium ketidak beresan kasus ini, sehingga mengindikasikan adanya kriminalisasi kepada dua orang mantan ketua KPK ini, dengan pemaksaan status tersangka dan penahanan kepada keduanya.

Dugaan penyalahgunaan wewenang yang dijadikan alasan menjerat dua petinggi KPK tersebut dinilai lemah dan tidak berdasar, kemudian Polri mengganti dengan dugaan menerima suap. Yang aneh disini, jikapun mereka menerima suap kenapa pemberi suap sampai detik ini tidak ditahan, bahkan diperiksapun tidak?

Yang lebih mengagetkan adalah ketika kemarin lusa Polri resmi menahan Bibid Samat dan Chandra M Hamzah dengan alasan khawatir menghilangkan barang bukti dan kabur dari pemeriksaan. Padahal selama ini Bibid Samat dan Chandra sangat kooperatif dan menghargai penyelidikan. Dan yang sangat kontroversial adalah alasan penahanan keduanya karena keduanya  sering mengadakan konferensi pers. Suatu hal yang sangat lucu. Bagaimana tidak, Indonesia adalah negara demokrasi, setiap orang berhak menyuarakan pendapat. Saya rasa hal ini hanyalah bentuk ketakutan Polri.

Polri tidak harus terburu-buru menahan kedua petinggi KPK ini. Seharusnya Polri menjelaskan kepada masyarakat dengan bukti akurat. Karena pada dasarnya asumsi publik itu tidak tercipta dengan sendirinya, apalagi dengan sekedar konferensi pers. Jika saja Polri bisa menjelaskan kasus ini tentu ceritanya lain. Bisa jadi publik berada di belakang mereka, seperti saat mereka berhasil meringkus buron teroris nomor satu di Indonesia Noordin M Top. Dimana publik mengelu-elukan keberhasilan mereka.

“Nasi sudah menjadi bubur.” Begitu kata Todung Mulya Lubis. Langkah terbaik sekarang adalah mempercepat proses pengadilan. Karena hal inilah yang akan menentukan kasus ini kedepan.

Yang jelas saat ini, publik Indonesia menanti keadilan dan hukum ditegakkan kembali. Dukungan kepada KPK terus mengalir. Hari ini banyak tokoh nasional berada di belakang KPK. Sebut saja Gus Dur, Din Syamsudin, Hasyim Muzadi, Imam B. Prasodjo, Komaruddin Hidayat, Azyumardi Azra, Syamsuddin Haris, Ahmad Syafii Maarif, Eep Saefulloh Fatah, Adnan Buyung Nasution, Todung Mulya Lubis, Sukardi Rinakit, Anies Baswedan, Taufik Ismail, J. Kristiadi, Akbar Tandjung, serta banyak tokoh yang lain.

Untuk membuktikan kasus ini rekayasa dan ada upaya kriminalisasi terhadap Bibit dan Chandra, mari kita tunggu selasa depan, dalam sidang Mahkamah Konstitusi dalam perkara uji materi terhadap UU KPK.

* Saya membela Polri, KPK, MK dan seluruh institusi dinegara ini. Semoga keadilan berbicara demi tegaknya negara. Bagaimana menurut anda?

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 250 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

15 Comments on “Dukungan Kepada KPK Terus Mengalir”

  • dafhy wrote on 1 November, 2009, 13:37

    sesama penegak hukum kok saling serang

    [Reply ]

  • Den Mas wrote on 1 November, 2009, 14:12

    Sayang sul. Kadang berita yang kita baca dari pers masih setengah2 dan tidak semuanya. Kita tidak pernah tahu yang terjadi sebenarnya, kecuali yang diberitakan oleh pers :)

    [Reply ]

  • masnur wrote on 1 November, 2009, 15:31

    Semakin di ikuti semakin bikin mumet.

    [Reply ]

  • Edi Psw wrote on 2 November, 2009, 3:46

    Tegakkan keadilan di negeri ini.

    [Reply ]

  • pakne galuh wrote on 2 November, 2009, 3:48

    ada indikasi POLRI tidak puas karena merasa apa yang menjadi tugasnya di dahului oleh lembaga yang bernama KPK ini.

    [Reply ]

  • arifudin wrote on 2 November, 2009, 4:05

    wahai cicak dan buaya, apakah kalian tidak capek bermain petak umpet terus?

    [Reply ]

  • yusron wrote on 2 November, 2009, 8:38

    Saya juga membela Polri, KPK, MK dan seluruh institusi dinegara ini mas. :-)

    [Reply ]

  • nahdhi wrote on 2 November, 2009, 10:44

    Ya itu nanti bisa2 “yang punya gawe” menjerat pakai UNDANG-UNDANG RAHASIA NEGARA. Hohoho…. *like this….

    [Reply ]

  • gusrohman wrote on 3 November, 2009, 9:29

    wah postinganne kok podo kasro nake arifudin pak..?

    [Reply ]

  • mase mungil wrote on 4 November, 2009, 23:24

    salam
    wahwhahwawha….. pesta pesta para petinggi negri… yang diatas lagi panas… kita blogger tetep adem ayem aja yukkk..hhwhahwha

    [Reply ]

Trackbacks

  1. Penegakan Hukum Indonesia Ternoda | Azaxs Dot Net
  2. kpk di dadaku | Azaxs Dot Net
  3. Demam Berdarah Mengintai : Kotareyog.Com
  4. FIlm Horror Indonesia, Erotisme dan Estetika | Azaxs Dot Net
  5. Susno Duadji dan Ayu Oktasari Paling Banyak dicari | Azaxs Dot Net

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.