Makna Tahun Baru Hijriah
- Friday, December 18, 2009, 3:53
- Catatanku
- 2,701 views
- 14 comments
Waktu terus berjalan tanpa ada yang mampu menghentikannya kecuali Tuhan sang pembuat kehidupan dan alam raya. Dalam agama manapun, peringatan Tahun Baru merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah perbuat dan bertujuan meningkatkan serta perbaikan diri.
Hari ini kita memasuki Tahun Baru 1431 Hijriah. Peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya sebatas kata tanpa makna tapi kita hendaknya memaknai Tahun Baru Hijriyah dengan tindakan perubahan sesuai dengan arti kata hijrah yaitu berpindah. Bisa dikatakan bahwa makna pergantian Tahun Baru Islam itu sebagai momentum perubahan menuju ke arah perbaikan. Perubahan ini dapat dilakukan manakala setiap individu mampu menghijrahkan pemikirannya bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi.
Dalam Sejarah Islam, tahun Hijriah diawali oleh peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW. bersama Abu Bakar ash-Shidiq RA. dari Makkah ke Madinah dalam rangka berdakwah dalam menegakkan agama Islam.
Semoga di hari ini kita mampu memaknai Tahun Baru Hijriah dengan perubahan sikap dan perbuatan kita ke arah dan tujuan hidup yang lebih jelas, terencana, istiqamah, fokus, selalu pada jalan-Nya dan hanya menggarapkan ridlo-Nya.
Tulisan Terkait
About the Author
14 Comments on “Makna Tahun Baru Hijriah”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!







semoga kita mjd lbh baek amin
[Reply ]
betul, kita harus berpindah keda;am kehidupan yang lebih baik dari tahun lalu, jangan sama terus !
[Reply ]
Selamat menempuh hidup baru…
[Reply ]
Tahun Baru kali ini sangat bermakna bagi saya soalnya saya harus menyelesaikan banyak laporan akhir tahun…
[Reply ]
selamat tahun baru mas.. semoga makin sukses
[Reply ]
semoga kita bisa hijjrah ke yang lebih baik. Karena orang yang beruntung itu di antaranya tahun ini lebih baik dari pada tahun kemarin,
Betul,,,betul,,,betul,,,,!
[Reply ]
semoga kita bisa lebih baik lagi di tahun ini….
[Reply ]
semoga di tahun yang baru ini bisa membuat kita memiliki jiwa yang baru pula, sehinmngga kita bisa segera terlepas dari segala keterpurukan ini….
[Reply ]
_ Orang yang beruntung adalah Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin_
,,,,,,,,,,
dan orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak manfaatnya tuk orang lain,,,,,
agree ???????????????
[Reply ]
azaxs Reply:
January 11th, 2010 at 7:55 am
betul!
[Reply ]
selamat tahun baru juga, semoga tahun depan lebih baik daripada tahun kemarin
[Reply ]
http://sangkebenaran.blogspot.com/
Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:
Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?
Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.
A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.
Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.
Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).
Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.
Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?
[Reply ]
azaxs Reply:
January 11th, 2010 at 7:58 am
terimakasih atas komentar anda di blog ini.
tapi anda harus lebih banyak belajar tentang bagaimana itu islam..
jika anda menyatakan sebagai sang kebenaran, alangkah baiknya anda tunjukkan jalan yang benar tanpa menjelekkan ajaran orang lain, apalagi tanpa identitas diri.
semoga anda mendapatkan jalan yang benar.
[Reply ]
Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.
Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak
kalangan. Di media dia beralasan salah satunya karena mencontoh Rasulullah yang
menikahi Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun. Sehingga jika Rasulullah
menikahi Aisyah yang 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis
yang berusia 12 tahun.
Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra.
yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya,
orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai
alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita
buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari
hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader
Super Manager (2007).
Kualitas Hadits
Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis
alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah
dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada
satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari
ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan
tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah
ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim
di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.
Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh
Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke
Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang
dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar
Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang
sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut
ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301).
Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah,
tertolak.
Urutan Peristiwa Kronologis
Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
secara kronologis ini:
Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
610 M : Permulaan Wahyu turun
610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
620 M : Aisyah r.a dinikahkan
622 M : Hijrah ke Madinah
623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada
zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.
Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M.
Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman
Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum
620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai
suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di
atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk
itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.
Perhitungan Usia Aisyah
Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah ra.”
(At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M)
Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal
tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya,
apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74
Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah
berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan
demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW
pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
Allohu a’lam bishshawab.
ustadz Syafii Antonio
[Reply ]