Makna Tahun Baru Hijriah

tahun-baru-hijriahWaktu terus berjalan tanpa ada yang mampu menghentikannya kecuali Tuhan sang pembuat kehidupan dan alam raya. Dalam agama manapun, peringatan Tahun Baru merupakan momen yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, mengintrospeksi diri dengan semua apa-apa yang telah perbuat dan bertujuan meningkatkan serta perbaikan diri.

Hari ini kita memasuki Tahun Baru 1431 Hijriah. Peringatan Tahun Baru Islam bukan hanya sebatas kata tanpa makna tapi kita hendaknya memaknai Tahun Baru Hijriyah dengan tindakan perubahan sesuai  dengan arti kata hijrah yaitu berpindah. Bisa dikatakan bahwa makna pergantian Tahun Baru Islam itu sebagai momentum perubahan menuju ke arah perbaikan. Perubahan ini dapat dilakukan manakala setiap individu mampu menghijrahkan pemikirannya bagi kemajuan dalam kehidupan secara pribadi.

Dalam Sejarah Islam, tahun Hijriah diawali oleh peristiwa hijrahnya Rasulullah Muhammad SAW. bersama Abu Bakar ash-Shidiq RA. dari Makkah ke Madinah dalam rangka berdakwah dalam menegakkan agama Islam.

Semoga di hari ini kita mampu memaknai Tahun Baru Hijriah dengan perubahan sikap dan perbuatan kita ke arah dan tujuan hidup yang lebih jelas, terencana, istiqamah, fokus, selalu pada jalan-Nya dan hanya menggarapkan ridlo-Nya.

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 250 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

14 Comments on “Makna Tahun Baru Hijriah”

  • dhedhecuit wrote on 18 December, 2009, 6:36

    semoga kita mjd lbh baek amin

    [Reply ]

  • riFFrizz wrote on 18 December, 2009, 8:07

    betul, kita harus berpindah keda;am kehidupan yang lebih baik dari tahun lalu, jangan sama terus !

    [Reply ]

  • bend wrote on 18 December, 2009, 8:25

    Selamat menempuh hidup baru… :D

    [Reply ]

  • nahdhi wrote on 18 December, 2009, 13:54

    Tahun Baru kali ini sangat bermakna bagi saya soalnya saya harus menyelesaikan banyak laporan akhir tahun…

    [Reply ]

  • deteksi wrote on 18 December, 2009, 13:56

    selamat tahun baru mas.. semoga makin sukses

    [Reply ]

  • noexs wrote on 18 December, 2009, 19:41

    semoga kita bisa hijjrah ke yang lebih baik. Karena orang yang beruntung itu di antaranya tahun ini lebih baik dari pada tahun kemarin,
    Betul,,,betul,,,betul,,,,!

    [Reply ]

  • alief wrote on 19 December, 2009, 2:22

    semoga kita bisa lebih baik lagi di tahun ini….

    [Reply ]

  • pelintas batas wrote on 19 December, 2009, 2:25

    semoga di tahun yang baru ini bisa membuat kita memiliki jiwa yang baru pula, sehinmngga kita bisa segera terlepas dari segala keterpurukan ini….

    [Reply ]

  • ary fauzi wrote on 19 December, 2009, 8:05

    _ Orang yang beruntung adalah Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin_
    ,,,,,,,,,,
    dan orang yang terbaik adalah orang yang paling banyak manfaatnya tuk orang lain,,,,,
    agree ???????????????

    [Reply ]

    azaxs Reply:

    betul! :)

    [Reply ]

  • Pencerah wrote on 19 December, 2009, 9:39

    selamat tahun baru juga, semoga tahun depan lebih baik daripada tahun kemarin

    [Reply ]

  • sangkebenaran wrote on 10 January, 2010, 21:27

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

    Inilah contoh ajaran PEDOFILIA Muhammad:

    Dikisahkan Jabir bin ‘Abdullah: Ketika aku menikah, Rasullah bersabda kepadaku, perempuan macam apa yang kamu nikahi? Aku menjawab, aku menikahi seorang janda muda? Beliau bersabda, Mengapa kamu tidak bernafsu pada para perawan dan memanjakannya? Jabir juga berkisah: Rasullah bersabda, mengapa kamu tidak menikahi seorang perawan muda sehingga kamu dapat memuaskan nafsumu dengannya dan dia denganmu?

    Hadits Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 17.

    A’isyah (Allah dibuatnya bahagia) diceritakan bahwa Rasullah (semoga damai sejahtera atas beliau) dinikahi ketika usianya tujuh tahun, dan diambilnya untuk rumahnya sebagai pengantin ketika dia sembilan tahun, dan bonekanya masih bersamanya; dan ketika beliau (Nabi Yang Kudus) mampus usianya delapan belas tahun.

    Kitab Sahih Muslim 8, Pasal 3311.

    Dikisahkan A’isyah: bahwa Nabi menikahinya ketika dia berusia enam tahun dan menikmati pernikahannya ketika berusia sembilan tahun. Hisham berkata: Aku telah menceritakan bahwa A’isyah menghabiskan waktunya dengan Nabi selama sembilan tahun (yaitu hingga kematiannya).

    Bukhari Vol.7, Kitab 62, Pasal 65.

    Muhammad telah bernasu birahi kepada anak berusia enam tahun. Apa yang tersimpan di dalam otak Muhammad? Apa pikiran mesum nabi merupakan perbuatan suci?

    [Reply ]

    azaxs Reply:

    terimakasih atas komentar anda di blog ini.

    tapi anda harus lebih banyak belajar tentang bagaimana itu islam..
    jika anda menyatakan sebagai sang kebenaran, alangkah baiknya anda tunjukkan jalan yang benar tanpa menjelekkan ajaran orang lain, apalagi tanpa identitas diri.

    semoga anda mendapatkan jalan yang benar.

    [Reply ]

  • wewe wrote on 15 January, 2010, 20:15

    Meluruskan Riwayat Pernikahan Rasulullah SAW-Aisyah r.a.

    Berita Syekh Puji menikahi gadis berusia 12 tahun cukup membuat resah banyak
    kalangan. Di media dia beralasan salah satunya karena mencontoh Rasulullah yang
    menikahi Aisyah ketika Aisyah berusia 6 tahun. Sehingga jika Rasulullah
    menikahi Aisyah yang 6 tahun, tidak bersalah dong kalau dirinya menikahi gadis
    yang berusia 12 tahun.

    Tulisan ini mencoba meluruskan riwayat pernikahan Rasulullah dengan Aisyah ra.
    yang telah berabad-abad lamanya diyakini secara tidak rasional. Dan efeknya,
    orientalis Barat pun memanfaatkan celah argumen data pernikahan ini sebagai
    alat tuduh terhadap Rasulullah dengan menganggapnya fedofilia. Mari kita
    buktikan. Secara keseluruhan data-data yang dipaparkan tulisan ini diambil dari
    hasil riset Dr. M. Syafii Antonio dalam bukunya, Muhammad SAW The Super Leader
    Super Manager (2007).

    Kualitas Hadits
    Alasan pertama. Hadits terkait umur Aisyah saat menikah tergolong problematis
    alias dho’if. Beberapa riwayat yang menerangkan tentang pernikahan Aisyah
    dengan Rasulullah yang bertebaran dalam kitab-kitab Hadits hanya bersumber pada
    satu-satunya rowi yakni Hisyam bin ‘Urwah yang didengarnya sendiri dari
    ayahnya. Mengherankan mengapa Hisyam saja satu-satunya yang pernah menyuarakan
    tentang umur pernikahan ‘Aisyah r.a tersebut. Bahkan tidak oleh Abu Hurairah
    ataupun Malik bin Anas. Itu pun baru diutarakan Hisyam tatkala telah bermukim
    di iraq. Hisyam pindah bermukim ke negeri itu dalam umur 71 tahun.
    Mengenai Hisyam ini, Ya’qub bin Syaibah berkata: “Apa yang dituturkan oleh
    Hisyam sangat terpercaya, kecuali yang disebutkannya tatkala ia sudah pindah ke
    Iraq.” Syaibah menambahkan, bahwa Malik bin Anas menolak penuturan Hisyam yang
    dilaporkan oleh penduduk Iraq. (Ibn Hajar Al-Asqalani, Tahzib al-Tahzib. Dar
    Ihya al-Turats al-Islami, Jilid II, hal. 50) Termaktub pula dalam buku tentang
    sketsa kehidupan para perawi Hadits, bahwa tatkala Hisyam berusia lanjut
    ingatannya sangat menurun (Al-Maktabah Al-Athriyah, Jilid 4, hal. 301).
    Alhasil, riwayat umur pernikahan Aisyah yang bersumber dari Hisyam ibn ‘Urwah,
    tertolak.

    Urutan Peristiwa Kronologis
    Alasan kedua. Terlebih dahulu perlu diketahui peristiwa-peristiwa penting
    secara kronologis ini:
    Pra-610 M : Zaman Jahiliyah
    610 M : Permulaan Wahyu turun
    610 M : Abu Bakar r.a. masuk Islam
    613 M : Nabi Muhammad SAW mulai menyiarkan Islam secara terbuka
    615 M : Umat Islam hijrah I ke Habsyah
    616 M : Umar bin al-Khattab masuk Islam
    620 M : Aisyah r.a dinikahkan
    622 M : Hijrah ke Madinah
    623/624 M : Aisyah serumah sebagai suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW.
    Menurut Al-Thabari, keempat anak Abu Bakar ra. dilahirkan oleh isterinya pada
    zaman Jahiliyah. Artinya sebelum 610 M.
    Jika ‘Aisyah dinikahkan dalam umur 6 tahun berarti ‘Aisyah lahir tahun 613 M.
    Padahal menurut Al-Thabari semua keempat anak Abu Bakar ra. lahir pada zaman
    Jahiliyah, yaitu sebelum tahun 610. Jadi kalau Aisyah ra. dinikahkan sebelum
    620 M, maka beliau dinikahkan pada umur di atas 10 tahun dan hidup sebagai
    suami isteri dengan Nabi Muhammad SAW dalam umur di atas 13 tahun. Kalau di
    atas 13 tahun, dalam umur berapa pastinya beliau dinikahkan dan serumah? untuk
    itu kita perlu menengok kepada kakak perempuan Aisyah ra. yaitu Asma.

    Perhitungan Usia Aisyah
    Menurut Abdurrahman ibn Abi Zannad, “Asma 10 tahun lebih tua dari ‘Aisyah ra.”
    (At-Thabari, Tarikh Al-Mamluk, Jilid 4, hal. 50. Tabari meninggal 922 M)
    Menurut Ibnu Hajar Al-Asqalani, Asma hidup hingga usia 100 tahun dan meninggal
    tahun 73 atau 74 Hijriyah (Al-Asqalani, Taqrib al-Tahzib, hal. 654). Artinya,
    apabila Asma meninggal dalam usia 100 tahun dan meninggal pada tahun 73 atau 74
    Hijriyah, maka Asma berumur 27 atau 28 tahun pada waktu Hijrah, sehingga Aisyah
    berumur (27 atau 28) – 10 = 17 atau 18 tahun pada waktu Hijriyah. Dengan
    demikian berarti Aisyah mulai hidup berumah tangga dengan Nabi Muhammad SAW
    pada waktu berumur 19 atau 20 tahun.
    Allohu a’lam bishshawab.

    ustadz Syafii Antonio

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.