Mengenal AIDS

aidsHari ini tanggal 01 Desember, kita mengenalnya dengan hari AIDS sedunia. Sudah terlalu banyak bahasan tentang AIDS dan segala akibat yang ditimbulkan olehnya, namun selalu saja tiap hari bertambah korban. Bahkan Penderita HIV setiap hari bertambah 7.400 kasus atau lima orang per menit. Dari pertumbuhan penderita tersebut, 96% di antaranya merupakan populasi di negara berkembang. Sedangkan kasus seluruhnya di Indonesia diperkirakan 298.000 jiwa.

Sebuah angka yang mencengangkan dan tentunya merupakan PR bagi kita untuk bersama-sama menanggulangi penyakit tersebut. Oleh karena itu kita harus membuka diri dan mengenal penyakit ini, karena kalau kita skeptic tidak peduli, generasi kita bisa hancur karena penyakit ini bersifat sangat merusak dan mematikan.

Berikut ini adalah poin-poin penting tentang AIDS.

Apakah AIDS Itu?
AIDS adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh.Virus tersebut biasa kita kenal dengan sebutan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Penderita AIDS yang meninggal, bukan semata-mata disebabkan oleh virus AIDS, tetapi juga oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak, seandainya sistem kekebalan tubuh tidak rusak oleh virus AIDS.

Bagaimana AIDS Menular?
AIDS Menular dari berbagai cara diantaranya adalah:

  1. Penularan terjadi melalui hubungan seks (5-10 % diantaranya melalui hubungan homoseksual).
  2. Akibat alat suntik yang tercemar (terutama pada pemakai narkotika suntik).
  3. Melalui transfusi darah yang tercemar.
  4. Infeksi pada bayi dan anak terjadi dari Ibu yang mengidap HIV.
  5. Bayi yang dilahirkan oleh Ibu pengidap HIV akan menjadi pengidap HIV.

Bagaimanakah gejala AIDS itu?
Pada dasarnya setiap penyakit mempunyai gejala terlebih dahulu sebelum betul-betul menyerang seseorang, begitu juga dengan AIDS. Gejala AIDS adalah:

  1. Rasa lelah berkepanjangan.
  2. Sesak nafas dan batuk berkepanjangan.
  3. Berat badan turun secara menyolok.
  4. Pembesaran kelenjar (di leher, ketiak, lipatan paha) tanpa sebab yang jelas.
  5. Bercak merah kebiruan pada kulit (kanker kulit).
  6. Sering demam (lebih dari 38 °C) disertai keringat malam tanpa sebab yang jelas.
  7. Diare lebih dari satu bulan tanpa sebab yang jelas.

Siapa kelompok resiko tinggi?
Siapa saja yang memiliki perilaku seksual berganti-ganti pasangan.

Dimanakah HIV ditemukan?

HIV dapat ditemukan dalam cairan tubuh seperti darah, cairan semen, cairan vagina dan air susu ibu.

Bagaimanakah HIV ditularkan?
HIV ditularkan melalui seks penetratif (anal atau vaginal) dan oral seks; transfusi darah; pemakaian jarum suntik terkontaminasi secara bergantian dalam lingkungan perawatan kesehatan, dan melalui suntikan narkoba; dan melalui ibu ke anak, selama masa kehamilan, persalinan, dan menyusui.

  1. Penularan Secara Seksual: HIV dapat ditularkan melalui seks penetratif yang tidak terlindungi. Sangat sulit untuk menentukan kemungkinan terjadinya infeksi melalui hubungan seks, kendatipun demikian diketahui bahwa risiko infeksi melalui seks vaginal umumnya tinggi. Penularan melalui seks anal dilaporkan memiliki risiko 10 kali lebih tinggi dari seks vaginal. Seseorang dengan infeksi menular seksual (IMS) yang tidak diobati, khususnya yang berkaitan dengan tukak/luka dan duh (cairan yang keluar dari tubuh) memiliki rata-rata 6-10 kali lebih tinggi kemungkinan untuk menularkan atau terjangkit HIV selama hubungan seksual. Dalam hal penularan HIV, seks oral dipandang sebagai kegiatan yang rendah risiko. Risiko dapat meningkat bila terdapat luka atau tukak di sekitar mulut dan jika ejakulasi terjadi di dalam mulut.
  2. Penularan melalui pemakaian jarum suntik atau semprit secara bergantian: Menggunakan kembali atau memakai jarum atau semprit secara bergantian merupakan cara penularan HIV yang sangat efisien. Risiko penularan dapat diturunkan secara berarti di kalangan pengguna narkoba suntikan dengan penggunaan jarum dan semprit baru yang sekali pakai, atau dengan melakukan sterilisasi jarum yang tepat sebelum digunakan kembali. Penularan dalam lingkup perawatan kesehatan dapat dikurangi dengan adanya kepatuhan pekerja pelayanan kesehatan terhadap Kewaspadaan Universal (Universal Precautions).
  3. Penularan dari Ibu ke Anak: HIV dapat ditularkan ke anak selama masa kehamilan, pada proses persalinan, dan saat menyusui. Pada umumnya, terdapat 15-30% risiko penularan dari ibu ke anak sebelum dan sesudah kelahiran. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi risiko infeksi, khususnya jumlah virus (viral load) dari ibu pada saat kelahiran (semakin tinggi jumlah virus, semakin tinggi pula risikonya.). Penularan dari ibu ke anak setelah kelahiran dapat juga terjadi melalui pemberian air susu ibu.
  4. Penularan melalui transfusi darah: Kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi darah dan produk-produk darah yang terkontaminasi ternyata lebih tinggi (lebih dari 90%). Kendatipun demikian, penerapan standar keamanan darah menjamin penyediaan darah dan produk- produk darah yang aman, memadai dan berkualitas baik bagi semua pasien yang memerlukan transfusi. Keamanan darah meliputi skrining atas semua darah yang didonorkan guna mengecek HIV dan patogen lain yang dibawa darah, serta pemilihan donor yang cocok.

Bagaimana risiko terkena HIV dari berciuman?
Penularan melalui ciuman di mulut berisiko sangat rendah, dan belum ada bukti bahwa virus HIV dapat menyebar lewat air ludah karena berciuman.

Bagaimana risiko terkena HIV dari penindikan bagian tubuh atau tato?
Risiko penularan HIV terjadi bila alat yang digunakan terkontaminasi virus HIV dan tidak disterilkan terlebih dahulu atau digunakan secara bergantian dengan orang lain. Alat yang digunakan secara disuntikkan pada kulit hendaknya dipakai hanya satu kali, kemudian dibuang atau dicuci dan disterilkan secara seksama.

Bagaimana infeksi HIV dapat dicegah?
Penularan HIV secara seksual dapat dicegah dengan:

  1. Berpantang seks bebas
  2. Hubungan monogami antara pasangan yang tidak terinfeksi
  3. Seks non-penetratif
  4. Penggunaan kondom pria atau kondom wanita secara konsisten dan benar

Cara tambahan yang lain untuk menghindari infeksi:

  1. Bila anda seorang pengguna narkoba suntikan, selalu gunakan jarum suntik atau semprit baru yang sekali pakai atau jarum yang secara tepat disterilkan sebelum digunakan kembali.
  2. Pastikan bahwa darah dan produk darah telah melalui tes HIV dan standar standar keamanan darah dilaksanakan.

Apa yang harus dilakukan bila anda menduga bahwa anda telah terekspos HIV?
Bila anda menduga bahwa anda telah terpapar HIV, anda hendaknya mendapatkan konseling dan melakukan testing/pemeriksaan HIV. Kewaspadaan hendaknya diambil guna mencegah penyebaran HIV kepada orang lain, seandainya anda benar terinfeksi HIV.

Diluar itu semua kita sebagai generasi muda hendaknya menghindari diri dari hal-hal yang dapat menyebabkan tertularnya penyakit AIDS, khusunya sex bebas dangan cara membatasi pergaulan kita dan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan, yang merupakan pondasi dan benteng bagi kita agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang negatif.

Source:
http://www.petra.ac.id/science/aids/aids.htm
http://www.aidsindonesia.or.id

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 249 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

9 Comments on “Mengenal AIDS”

  • dafhy wrote on 1 December, 2009, 8:51

    yup mari kita lakukan hidup sehat dan disamping itu karena penularan HIV AIDS hanya melalui hubungan badan ataupun jarum suntik maka kita tidak boleh mendiskriminasi para ODHA. mereka sudah hidup dengan kesengsaraan jadi jangan tambahi mereka dengan pengucilan. ODHA juga manusia!!

    [Reply ]

  • soewoeng wrote on 1 December, 2009, 8:54

    bukan Aku Ingin Duit Sodara?

    [Reply ]

  • pakne galuh wrote on 1 December, 2009, 8:55

    benar-benar lengkap dan jelas mas

    setuju ama komenntnya dafhy…mari galakkan hidup sehat

    [Reply ]

  • Wong Jalur wrote on 1 December, 2009, 23:17

    SETUJU, Stop AIDS dgn tidk menganut paham FREE SEX. Dn hindarkan pemberian kondom gratis, krn ini hanya akan memarakan prostitusi.

    [Reply ]

  • Yari NK wrote on 2 December, 2009, 2:23

    Memperingati hari AIDS (sedunia) memang sedikit unik. Kenapa unik? Jikalau merayakan hari2 lainnya semua orang cenderung untuk bergembira maka memperingati hari AIDS sedunia harus dengan keprihatinan. Ya, prihatin karena kini AIDS telah menyebar hampir merata di seluruh permukaan bumi ini. Adalah tugas bagi kita semua untuk mencegah menyebarnya AIDS ini…

    [Reply ]

  • Alief wrote on 2 December, 2009, 4:20

    Pernikahan dan kesetiaan mungkin juja dpt mengurangi resiko tertular hiv aids

    [Reply ]

  • riFFrizz wrote on 2 December, 2009, 6:31

    kalo mau kenelan, jabat tangan dulu ama AIDS, he he he

    [Reply ]

  • yusrond wrote on 2 December, 2009, 8:10

    ..nek aku mah, ra tau seng ngono2 kui.
    maz azaxs wi loch paling.
    wkwkwkwk :-D

    [Reply ]

  • cah ndeso wrote on 2 December, 2009, 10:51

    kenikmatan sesaat yang berbuah penyesalan seumur hidup.
    biar bagaimanapun juga mereka (ODHA) juga manusia dan tidak seharusnya kita menghukumnya dengan pengucilan.

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.