Lagi-Lagi Bonek

Suporter fanatik Persebaya ini tak henti-hentinya membuat ulah. Tadi pagi ketika lihat jatimisuk di JTV, hampir durasi 1 jam dihabiskan untuk membahas Bonek, yang kemarin berangkat ke Bandung menggunakan kereta Pasundan, untuk mendukung tim Persebaya berlaga di lanjutan Super Liga Indonesia, dijamu Persib Bandung di stadion Sijalak Harupat Soreang hari ini.

Seperti dilansir berbagai media, di sepanjang jalan yang dilalui kereta pengangkut Bonek, selalu terjadi keributan. Entah itu karena dimulai oleh Bonek ataupun dimulai oleh warga masyarakat yang dilalui.

Bermula di stasiun kereta api Madiun, rombongan Bonek saling lempar dengan warga, mengakibatkan kaca-kaca di kantor stasiun Madiun banyak yang pecah. Aksi ini tentu saja membuat takut pengguna jasa kereta api yang lain. Selain itu, sepanjang perjalanan menuju SOlo dan Jogja bonek saling lempar batu dengan warga masyarakat sekitar. Di Solo seorang wartawan antara dikeroyok Bonek, gara-gara meliput dan mengambil gambar mereka.

Bara pasti dimulai oleh api. Harusnya mereka menyadari dan belajar dari masa lalu. Tidak mungkin Bonek diserang oleh masyarakat sekitar jika tidak ada alasan kuat. Menurut sejarahnya, setiap kali Bonek melewati Solo, atap rumah warga disekitar jalur kereta api banyak yang rusak, dikarenakan dilempari oleh Bonek. Sudah bukan rahasia lagi kalau selama ini Bonek bermusuhan dengan Pasoepati - kelompok suporter Surakarta, namun begitu sudah seyogyanya permusuhan mereka tidak dibawa menjadi permusuhan dengan warga masyarakat yang lain.

Selain itu, yang membuat masyarakat kehilangan simpati kepada Bonek karena sikap dan etika mereka sendiri. Sering kali mereka melakukan penjarahan kepada para penjual makanan di warung sekitar terminal, stasiun, ataupun pedagang asongan. Seperti dilansir salah satu TV swasta tadi pagi, terlihat para bonek menjarah dagangan para penjual makanan di stasiun Jogja kemarin siang.

Sebagai pecinta sepakbola Indonesia, tentunya miris melihat kejadian sepeti ini. Pertanyaan yang muncul adalah, kenapa aksi seperti ini selalu saja muncul? dimana bentuk tanggung jawab dari Persebaya dan Yayasan Suporter Surabaya atas ulah mereka?

Tentu saja hal ini sangat menyakitkan bagi persebaya sendiri. Disaat tim sedang berbenah dan berusaha memberikan yang terbaik untuk kota Pahlawan dan Jawa Timur, para suporter mereka merusak reputasi mereka, bahkan mencoreng nama Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya.

Dari gambaran diatas, tentunya kita butuh solusi nyata pembangunan moral bangsa ini. Bonek hanyalah sebuah komunitas kecil diantara komunitas yang lain, komunitas bangsa ini, bangsa yang katanya ramah, menunjung adat ketimuran. Bagaimana mungkin bangsa ini dapat maju, ketika mereka yang diatas asyik dengan perut sendiri, sementara yang dibawah menjadi beringas dan anarkis karena masalah-masalah sepele.

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 225 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

41 Comments on “Lagi-Lagi Bonek”

  • mubaroki wrote on 23 January, 2010, 4:37

    hai… hai… hai… mas…
    wih… bonek emang bonek…

    mas tukeran link dengan blogku yang baru yach…
    mubaroki (dot) com
    linknya blog ini dah q pasang koq…

    [Reply ]

  • bisnis online ala eros wrote on 23 January, 2010, 9:07

    menang aja masih brutal apalagi kalah
    doh makin tak terkontrol aee
    bisa-bisa bonek jadi musuh di semua kota kih

    [Reply ]

    BONEK KERAS Reply:

    jgn berpikiran negatif pada bonek cak………..

    [Reply ]

  • marsudiyanto wrote on 23 January, 2010, 10:33

    KAsihan mereka2 yg nggak tau apa2 tapi ikut terkena batu…

    [Reply ]

    BONEK KERAS Reply:

    kemarin waktu kereta tiba k solo………..mereka duluan yg lngsung menyerang ……….

    [Reply ]

  • arifudin wrote on 23 January, 2010, 18:59

    perlu penanganan yang serius dari semua pihak. aparat kemanan, pemerintah daerah, peyelenggara pertandingan, seria koordinator wilayah suporter serta tidak ketinggalan kub sendiri.

    Tapi perlu waktu yang lama saya rasa, karena bonek memang sudah dipandang negatif dari dulu oleh masyarakat.

    [Reply ]

  • Dawam Multazam wrote on 23 January, 2010, 19:28

    di sini bukan bonek-bonek d*****

    arema d***** dibunuh saja

    the jack itu a*****

    sampe hari ini, aku kok masih belum paham kelompok sosial bagaimanakah ini. :)

    [Reply ]

  • riFFrizz wrote on 24 January, 2010, 4:13

    jian tenan terahno para bonex iku, fanatik

    [Reply ]

  • soloraya wrote on 24 January, 2010, 12:59

    bonek anjink, kowe neng solo sekali lagi tak babat abis…, kita perang..!!!

    [Reply ]

    BONEK KERAS Reply:

    solo raya bencong……bisanya cuma menggonggong……..koyok asu………ngajak perang cuma berani di kotanya……….klo qm laki2 tak enteni raimu nang suroboyo………..dasar bencong……….

    [Reply ]

  • wongsolo wrote on 24 January, 2010, 15:25

    bonek dancuk!!! kapokmu kapan, neng solo ajur mumur!!!

    jangan salahkan kami. kami juga punya kesabaran.. kesabaran ada batasnya.. kalian menanam, kalian juga yang memanen!!

    indonesia damai tanpa BONEK ANJING!!

    [Reply ]

    BONEK KERAS Reply:

    wong solo bencong……bisanya cuma menggonggong……..koyok asu………ngajak perang cuma berani di kotanya……….klo qm laki2 tak enteni raimu nang suroboyo………..dasar bencong……….

    [Reply ]

  • blontank poer wrote on 24 January, 2010, 21:07

    bonek memang menyebalkan. hobi membuat onar dan kerusakan.
    saatnya para pemangku kepentingan (pemerintah, pengurus, yayasan supporter) Persebaya turut bertanggung jawab. Mengancam tak mau berlaga kalau bonek tak berjanji jadi penonton yang baik merupakan salah satu cara… Saya yakin, masih banyak yang lainnya….

    [Reply ]

  • Blogspreneur wrote on 24 January, 2010, 23:53

    Bonek mendhem…
    Bonek gila tuh… Ga tau perasaaan, main jarah aja milik orang…

    Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC

    [Reply ]

  • simpati solo wrote on 25 January, 2010, 1:00

    bonek bangsat………………………………..

    [Reply ]

  • pakne galuh wrote on 25 January, 2010, 2:40

    Liga indonesia tanpa PERSEBAYA dan BONEK akan terasa HAMBAR

    hidup PERSEBAYA DAN BONEK

    NB: Nama besar PERSEBAYA DAN BONEK menjadi nilai jual tersendiri bagi semua media di negeri ini,hingga terkadang dengan seenak udelnya mendeskreditkan mereka

    [Reply ]

    dee Reply:

    Sepak bola indonesia lebih bagus tanpa bONEK

    bONEK bangsat…………….

    [Reply ]

  • rahmat addy wrote on 25 January, 2010, 3:39

    BONEK : Blogger Nekat??? adakah yang seperti ini???
    hmmm….

    sukses deh buat persepakbolanan Indonesia!!!
    biar terjadi kisruh dimana-mana, Indonesia tetap tidak lolos di PIALA DUNIA maupun ASIA…. hmmmm….

    [Reply ]

  • dee wrote on 25 January, 2010, 3:53

    Dasar Bonek Gila………..
    Kumpulan Orang Gila, taunya bikin rusuh ja……….

    [Reply ]

    BONEK KERAS Reply:

    ngomong di atur dikit COK…..

    [Reply ]

  • okta sihotang wrote on 25 January, 2010, 8:02

    ntah apa untungnya jadi kekgitu ??

    [Reply ]

  • bisnis online ala eros wrote on 25 January, 2010, 8:27

    sumpah saya bukan bonek kok
    gak ikut ikutan saya hehee

    [Reply ]

  • ALRIS wrote on 25 January, 2010, 14:12

    Ya perilaku buruk sudah sepantasnya dapat balasan yang setimpal. Lha, pak the polis kok gak antisipasi dengan mantap, kenapa?

    [Reply ]

  • hedi wrote on 25 January, 2010, 22:08

    tak ada suporter yg seratus persen bebas rusuh, tetapi bonek punya level ekstrim. tak ada jaminan mereka tenang meski Persebaya menang sekalipun, coba lihat setelah lawan Arema kemarin. saya yakin, mereka (yg doyan rusuh) ini adalah free rider dan bukan penonton sejati. kalo betul sejati, perlu ditanyakan kapasitasnya sebagai penonton.

    [Reply ]

  • ciwir wrote on 26 January, 2010, 6:24

    jenenge wae bonek
    bondho nekat mas
    ra nduwe bondho yo nekat mangkat mas

    nek aku pas neng solo mesthi aku melu mbalangi, ora mung watu tapi tak balangi duwit receh. (lmao)

    [Reply ]

  • Jidat wrote on 26 January, 2010, 8:09

    Penteng nekat

    [Reply ]

  • gusrohman wrote on 27 January, 2010, 2:41

    kapan majune bal-balan indonesia, lek mung gegeran wae…..

    [Reply ]

    alief Reply:

    bal balan iku yo maju mundur,yen maju terus lapangane dawane sepiro yo??

    [Reply ]

  • soewoeng wrote on 27 January, 2010, 11:35

    namanya juga bonek

    [Reply ]

  • ndop wrote on 27 January, 2010, 19:46

    nek wis mbahas suporter persebaya… hiii… medeni..

    [Reply ]

  • lambang wrote on 28 January, 2010, 12:01

    dasar bonek! bocah neko-neko wae. .

    [Reply ]

  • pelintas batas wrote on 29 January, 2010, 1:46

    aku bukan pecinta dan pengamat sepak bola,tapi kalo denger nama bonek,sejak masih sd yang terbayang kok suporter yang seneng berantemnya main keroyok??

    ato memang mental semua orang endonesa ini yang hanya berani bila jumlahnya banyak??

    [Reply ]

  • GEMPUR wrote on 29 January, 2010, 12:06

    thn 2000 pasoepati minta izin datang kesurabaya dan disambut bonek dengan lemah lembut, tp knapa bonek baru lewat aja naik kereta lewat solo diserang habis. memang solo lembut dimata busuk dihati. “*wani silit wedi rai*”. kawan lengah ditikam. klo posisi 50:50 aja solo tdk akan berani, karena naek kereta mau diserang gaya apa aja pasti bisa, tp klo hadapan2…. banci. terserah gmn hubungan selanjutnya pasoepati gak bisa diajak seduluran. org surabaya biasa mandi darah apa lagi dikandang lawan,tp orang solo jgankan mati,sakit gigi aja udah nangis gak karua2an, org solo gak usak keluyuran nanti dicari ama mbokmu, pake rok aja semua ya!!!!!

    [Reply ]

  • GEMPUR wrote on 29 January, 2010, 12:09

    lagian kita juga gak tega balas ke orang solo, klo mau dibalas orang solo dah melas duluan

    [Reply ]

  • dameydra wrote on 1 February, 2010, 5:49

    bonek lagi,,….. bonek lagi,….. susah dibilanginnya,…

    [Reply ]

  • Jinggo mania wrote on 3 February, 2010, 21:27

    Sbg supperter indonesia yang cinta damai. malu maluin tu bonek bubarkan saja gak punya moral.

    [Reply ]

  • bonek cinta damai wrote on 5 February, 2010, 9:30

    ayo kita mulai dari diri sendiri….membangun mental dan jiwa kita menjadi lebih baik… agar suporter indonesia menjadi suporter yang dewasa sebagai langkah awal indonesia go to piala dunia…amin…

    bonek cinta damai…

    [Reply ]

  • BenciKekerasan wrote on 7 February, 2010, 10:05

    Apa seh nikmatnya tawuran dan buat rusuh…..
    gua gak mau meyalahkan siapa2 dalam masalah ini…..
    yang gua sayangkan adalah:
    dimana letak rasa malu kalian sebagai bangsa indonesia yang menjunjung tinggi moral dan budaya…..buatlah komunitas yang rukun dan damai……
    cuma karna bola di rebutin 22 orang …..eh…suporternya berantem….bli aja tuh bola masing2 and main sendiri2…..mungkin gak da yg tawuran…..pemikiran gua adalah…apa yg diperbuat indonesia pasti berakibatkan bencana……indonesia…indonesia……..

    [Reply ]

  • Arn3k wrote on 13 February, 2010, 18:02

    Ancene pasoepati tu jancok,banci kaleng,wani nang omah tok,tak enteni raimu cok nang sidoardjo,

    [Reply ]

Trackbacks

  1. (lagi) Rakit Komputer Sendiri Harganya (yg Detail Ya) ? :: Computers and Equipment
  2. Tidak Ada Lagi Rasisme di Stadion | Azaxs Dot Net

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.