Presiden Hanyalah Macan Ompong!

Menjelang 100 hari pemerintahan Presiden SBY, serta ditengah lemahnya persepsi masyarakat tentang kinerja lembaga penegakan hukum tanah air, tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan terbongkarnya sel mewah untuk Artalyta Suryani (Ayin) dan beberapa sel lain.

Apakah ini suatu kebetulan ataukah sebuah setingan?

Ada beberapa asumsi yang mungkin menjawab pertanyaan tersebut. Pertama, Satgas Pemberantasi Mafia Peradilan, adalah lembaga penegak hukum  bentukan Presiden SBY. Pada tingkat pencitraan politik,  tentunya lembaga ini diharapkan mendapat citra positif di tengah buruknya persepsi masyarakat terhadap lembaga penegak hukum yang lain. Hal tersebut sedikit banyak akan akan berimplikasi pada citra Istana yang mulai melemah. Opini publik seakan diarahkan bahwa dalam 100 hari, Satgas berhasil membuat terobosan dengan keberhasilan mereka membongkar salah satu praktek busuk di lapas.

Selain asumsi tersebut, pada saat bersamaan tengah berlangsung pemeriksaan terhadap Robert Tantular-pemilik Bank Century, oleh Pansus Century DPR. Sebagaimana yang kita tahu, dua pemberitaan ini merupakan pemberitaan terbesar saat ini. Bisa jadi, bila pansus tidak berhasil menemukan fakta baru di balik pengucuran dana talangan 6,7 triliun, isu sel mewah di lapas Pondok Bambu ini akan menggeser isu skandal Century.

Diluar itu semua, kita pantas memberikan apresiasi kepada Satgas Pemberantasan Mafia Peradilan. Kejadian ini paling tidak mampu membuka mata kita jika keadilan di negara ini tidak hanya terkoyak, namun sangat terkoyak. Ketidak adilan tidak hanya terjadi dalam kehidupan normal, bahkan di dalam penjarapun terjadi. Tempat dimana mereka seharusnya mendapatkan rehabilitasi, ternyata malah lebih parah, sangat mencederai rasa keadilan. Ketimpangan yang sangat memalukan dan memilukan.

Seperti yang kita ketahuai, Rutan Pondok Bambu adalah penjara khusus wanita, dengan kapasitas 500an orang, namun kenyataan yang ada sangat menyedihkan. Rutan tersebut dihuni lebih dari 1000 orang, sehingga melebihi kapasitas, dimana dalam tiap sel sempit nan pengap di isi oleh puluhan napi wanita. Disisi lain, narapidana kaya mendapatkan fasilitas lebih, bahkan kamar untuk satu orang saja seluas 8×8 meter. Dengan fasilitas lengkap, mulai komputer, TV plasma, AC, lemari es, ruangan khusus perawatan kecantikan bahkan ruangan karaoke.

Yang menggelikan adalah pernyataan Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Depkum HAM Untung Sugiono yang menyatakan bahwa tidak terdapat ruang khusus, ruangan itu terbuka untuk umum bukan untuk Ayin seorang. Menurut Untung, ruangan yang terpergok Satgas Pemberantasan Mafia Hukum sebagai ruangan Ayin sebenarnya adalah ruangan ketrampilan Rutan Pondok Bambu. Untung tidak menampik bila fasilitas umum itu kemudian disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

Tentunya kita berharap tidak terjadi diskriminasi.  Jika Ayin diberi fasilitas, seharusnya semua napi diberi fasilitas serupa. Jika fasilitas untuk Ayin dianggap wajar, maka tak ada salahnya jika semua Lapas diberi pelayanan serupa. Tentu napi menjadi betah di tahanan.

Dengan begitu, setiap tahanan di seluruh Indonesia harus juga menerima fasilitas AC, kulkas, TV, dan lain lain, sebagaimana yang diterima Ayin, sebab tak boleh ada diskriminasi antar mereka.

Mampukah kementerian Hukum dan HAM menjawab masalah ini? Kita tentunya berharap adanya tindak lanjut nyata. Sehingga anggapan bahwa Presiden hanyalah macan ompong, dapat ditepis dengan tindakan nyata Presiden.  Presiden SBY harus mengakui raport merah banyak mewarnai perjalanan 100 hari pemerintahannya. Inilah saat yang tepat untuk membuktikkan bahwa SBY pantas untuk memimpin bangsa ini. Lanjutkan!

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 225 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

14 Comments on “Presiden Hanyalah Macan Ompong!”

  • nahdhi wrote on 12 January, 2010, 4:52

    Lha kalo fasilitas rutan aja kayak gitu, kayaknya enak tinggal di rutan daripada di gubug gedheg…..

    [Reply ]

  • Pencerah wrote on 12 January, 2010, 5:00

    Kalau tidak mampu mewujudkan keadilan Mr presiden silahkan saja buat surat pengunduran diri

    [Reply ]

  • wahyu wrote on 12 January, 2010, 11:48

    hmmm…capee dehhh…makin g jelas aja ni indonesia…
    berselisih g ada habisnya.. keadilan makin g terurus.. huhhh

    [Reply ]

  • soewoeng wrote on 12 January, 2010, 11:49

    wakakaka pengen ngakak kalo liat berita ini

    [Reply ]

  • katakataku wrote on 12 January, 2010, 13:00

    mau dong nginep di hotel ntu (lmao)

    eh eh eh ……. 100 hri kib II yg terasa oleh kita2 apa yah ?????

    [Reply ]

  • dobleh yang malang wrote on 12 January, 2010, 14:38

    biarpun memiliki banyak fasilitas blue kagak mau disana bang….hehehe
    gimana gimana y bang……………

    salam hangat dari blue

    [Reply ]

  • mubaroki wrote on 12 January, 2010, 15:44

    pedas banget mas…
    judulnya…

    [Reply ]

  • SemutGeni.Net wrote on 12 January, 2010, 18:16

    ngomongin macan ompong jadi inget ucapanna si ruhut poltak ke amien rais dolo … ngatain si amien rais macan ompong .. apakah sekarang tuh si poltak ngatain atasannya macan ompong juga ga ya … hehe

    [Reply ]

  • budiono wrote on 12 January, 2010, 23:46

    presiden bukan macan, apalagi ompong :mrgreen:

    [Reply ]

  • dameydra wrote on 13 January, 2010, 0:35

    bener tuch mas….. lepas dari siapa yang salah dan yang harus bertanggung jawab tentang hal tersebut smoga ini bisa menjadi pelajaran yang berharga dan menjadi koreksi kedepanya agar tidak terjadi lagi hal diskriminasi semacam ini… semoga

    [Reply ]

  • Dawam Multazam wrote on 13 January, 2010, 1:28

    Ini subversif!

    Kalo kata Pres, mendingan jadi Macan Ompong daripada jadi Godzilla atau Gurita. ;)

    [Reply ]

  • riFFrizz wrote on 13 January, 2010, 5:35

    itu namanya bukan penjara, tapi istana !

    [Reply ]

  • Iqbal wrote on 14 January, 2010, 5:39

    Wohohoho…dilihat dari judulnya saja dah mantap….:D

    [Reply ]

  • masbeken wrote on 20 January, 2010, 12:42

    Wah, enak ya ternyata idup di lapas? mendingan para anak jalanan, orang2 yang idup di pinggiran rel kereta sepanjang kota surabaya dan di jakarta, dimasukin lapas aja semua, biar bisa ngerasain enaknya hidup di kamar ber-AC (ngga panas terik seperti di jalanan), fasilitas full ala pejabat, bisa karaoke pula… Hahahaha…

    Terus si SBY bilang apa nih kalo tahu hal kayak gini? nylimur lagi? berkelit lagi? Lha wong keadaan semakin terbuka gini, masih ada alasan buat najamin lidah.. WAkakkaka…

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.