Tidak Ada Lagi Rasisme di Stadion

http://galuharya.files.wordpress.com/2009/12/aremania.jpgGemuruh puluhan ribu suporter bernyanyi bersama dalam sebuah stadion kapasitas besar. Bulu kuduk merinding melihat pemandangan tersaji. Berbagai macam atraksi gerakan terlihat indah, menggelegar, membahana, sesekali suara terompet berbunyi memekakkan telinga.

Terlebih ketika sang dirigen dengan gagah menaiki podium kehormatan, dengan senyumnya yang khas, disambut applaus seisi stadion, bak seorang jenderal memimpin sebuah peperangan.

Suara bass drum keras mulai terdengar dengan irama unik khas suporter sepakbola, walau sederhana namun terasa berat dan tidak monoton. Seisi stadionpun mulai terlarut dalam tiap dentumannya.

“Persebaya…..dibunuh saja…” menjadi koor pertama yang tersaji di stadion, kontan membuat seisi stadion bersemangat dan larut dalam ritme “lagu perjuangan”.

Tidak bisa dipungkiri,  euforia inilah yang selalu ditunggu oleh para Aremania. Disaat mereka bersama-sama bernyanyi, memberikan dukungan moril terhadap tim kebanggannya. Sebuah momen yang tidak jarang menggetarkan jiwa, maka tidak heran harga tiket ekonomi yang sebesar Rp. 25.000,- sekan tidak menjadi kendala berarti untuk mereka.

Namun dengan berjalannya waktu, nada-nada hujatan yang seakan telah mendarah daging tersebut kini berusaha dihilangkan. Jika anda Aremania ataupun pencinta sepakbola, anda tidak akan mendapatkan hingar bingar hujatan Aremania terhadap Bonekmania lagi.

Seperti yang kita ketahui, selama ini Aremania dan Bonekmania selalu adu gengsi, baik di dalam maupun diluar stadion. Jika anda mengikuti jalannya pertandingan kedua kesebelasan, yel-yel dan lagu yang mereka gunakan selalu saja menyerang dan menyudutkan kelompok lainnya.

Bahkan bagi mereka, yel-yel tersebut bagaikan hymne yang wajib hukumnya dalam setiap pertandingan home. Seperti “disini bukan bonek-bonek jan**k” yang selalu ada dalam pertandingan home Arema ataupun “arema-arema mbokne an**k” khas milik Bonekmania.

Hal ini terbukti dalam dua pertandingan home terakhir Arema, ketika Arema menjamu Persik Kediri dan Persebaya Surabaya. Aremania tidak lagi menyanyikan lagu-lagu yang dinilai “rasis” oleh PSSI. Aremania mencoba membentuk karakter baru, bernyanyi dengan lagu-lagu baru. Walau sebenarnya bagi mereka, bernyanyi tanpa menghujat Bonek bagaikan sayur tanpa garam, toh mereka berhasil membuktikan kepada dunia, bahwa tanpa saling ejekpun, kreativitas, antusias dan fanatisme tetap terjaga.

Hal ini merupakan langkah maju Aremania untuk memperbaiki citra sepakboola, tidak hanya untuk Arema, namun juga Indonesia. Indahnya sepakbola tanpa permusuhan, tanpa cacian, tanpa harus menjatuhkan kelompok suporter yang lain.

Semoga menjadi modal awal yang baik untuk tercapainya perdamaian diantara suporter di Indonesia dan memajukan sepakbola tanah air.

Bravo Sepakbola Indonesia!

Tulisan Terkait

About the Author

azaxs has written 249 stories on this site.

I am just a student at Ponorogo. Learn blogging, learn to share with others. Interest on graphic design and wordpress themes, but as soon as this blog contains various topics that I am writing... :)

11 Comments on “Tidak Ada Lagi Rasisme di Stadion”

  • riFFrizz wrote on 24 February, 2010, 13:16

    sip

    [Reply ]

  • omagus wrote on 25 February, 2010, 6:48

    trus tingkatkan sportifitas..!

    [Reply ]

  • dhedhecuit wrote on 26 February, 2010, 7:43

    hmmm semoga baik2 sajo :P

    [Reply ]

  • darko wrote on 27 February, 2010, 7:18

    biarkan bonek blng j*nc*K2 kpd kt yg pntng kta trus berkreasi krna kta bkn mreka dan mereka bkn level kta..
    salam satu jiwa

    AREMA INDONESIA

    [Reply ]

    bonek sjti Reply:

    bonek yo terus berkreatifitas mas,kayak arema gak pernah bilang j*nc*k

    [Reply ]

  • emonye wrote on 29 March, 2010, 6:14

    setujuuuuuu!!
    Perdamaian antar suporter!!
    saatnya suporter dewasa!
    makin kreafit dan profesional!
    no anarkis no rasisme!!

    [Reply ]

  • bonek jember wrote on 26 April, 2010, 18:36

    munafik banget, coba lihat langsung di kanjuruhan. .
    aremania hanya sopan ktika dsyut televisi. .
    boleh percaya boleh tidak. .

    [Reply ]

    joko Reply:

    Anda betul, semua suporter itu g ada yang bgus, cuma jika dilihat dari tingkat kejelekanya BONEKlah yang paling jelek, dan AREMANIA lah yang paling kecil kejelekanya, seperti halnya partai politik,,
    100 buat anda

    [Reply ]

    bonek sjti Reply:

    arema yg paling jelek,orang2 banyak yg gak tau soalnya gak pernah disorot,kalau bonek gak ngapa-ngapain juga disorot yg negatif

    [Reply ]

  • asop wrote on 29 April, 2010, 10:19

    Hidup Persebaya! ^__^ :)
    *musti menunggu berapa lama lagi hingga aku bisa nonton langsung di stadion bersama bonek dengan rasa aman dan tentram?* :(

    [Reply ]

    bonek sjti Reply:

    hidup bonekkk,kalau mau nunggu aman yaa pake kaus bonek aja

    [Reply ]

Write a Comment

Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!

Copyright © 2010 Azaxs Dot Net. All rights reserved.
Theme by Fitobochka and ComFi.com Phone Cards Company.