Perkebunan Dewata, Untuk Hati yang Terbuka
- Monday, March 1, 2010, 1:40
- Catatanku
- 569 views
- 11 comments
Pagi itu, selasa (23/2), hampir satu minggu kejadian itu berlalu. Hening dan tenang, tanpa hujan yang biasa mengguyur. Ketika suara ledakan terdengar dan gemuruh datang, membuat warga kaget danpanik dan tak tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Sejurus kemudian, sesak, hancur. Semuanya berlangsung dengan begitu cepat, ketika Jeritan dan teriakan pilu tertimbun dalam lumpur. Ya, sebuah tebing telah runtuh dan menimbn permukiman serta pabrik teh.
Tiada lagi terdengar kicau burung memanjakan suasana pagi, tidak sempat lagi menikmati secangkir teh untuk memanjakan diri setelah seharian bekerja di perkebunan. Kampung elok indah beserta perkebunan teh Dewata yang menawan gambaran indahnya alam pasundan tersebut kini telah hilang, oleh keganasan alam.
Longsor di Perkebunan Dewata, Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung merupakan satu diantara rentetan encana lam yang terjadi di negara ini. 33 orang ditemukan tewas dan 12 orng lainnya masih hilang tertimbun logsoran.
Bencana alam, selalu saja bisa terjadi dimana saja, diseluruh wilayah nusantara dan dunia. Dari tsunami, gempa bumi, gunung meletus banjir maupun tanah longsor.
Tak terhitung lagi berapa kerugian yang telah di derita, dari kerugian materi, psikis maupun jiwa yang terenggut.
Namun begitu alangkah mulianya jika kita membuka hati, mau berbagi dengan saudara kita yang sedang membutuhkan. Mungkin kita tidak mampu mengembalikan rumah mereka yang hancur terhantam batu dan lumpur, kita tidak mampu mengembalikan saudara mereka yang hilang dan terkubur, namun begitu kepedulian yang ada akan sangat membantu mereka.
Untuk informasi lengkap longsor Ciwedey, anda bisa menghubungi Markas PMI Kabupaten Bandung Telp. 022-5891313, Endang Supriyatna, Kepala Seksi Pelayanan Markas PMI Kabupaten Bandung, Hp. 08122118147, Deden Tedi Suherman, Kasubdiv Organisasi dan Komunikasi PMI Kabupaten Bandung, Hp. 081320300566. Email: pmi@pmi.or.id
Image: kompas.com
Tulisan Terkait
About the Author
11 Comments on “Perkebunan Dewata, Untuk Hati yang Terbuka”
Write a Comment
Gravatars are small images that can show your personality. You can get your gravatar for free today!







longsor dan kejadian alam yang lain itu kan sebenarnya salah manusia sendiri mas, ndak ramah terhadap alam dan akhirnya mereka membalas dengan balasan yang tak terkira yang membuat manusia sengsara sendiri
[Reply ]
subhanallah…
[Reply ]
semoga keluarga yang di tinggal diberi ketabahan
[Reply ]
semoga mereka yang ditimpa musibah mendapat kesabaran dan ketabahan.
musibah ini adalah pengingat bagi kita untuk selalu bersahabat dengan alam.alam tempat kita tinggal ini pewrlu dicintai dan dilestarikan, bukan hanya dieksploitasi sesuka hati
[Reply ]
semoga bisa mengambil hikmah dari kejadian ini mas
[Reply ]
Turut berduka cita
[Reply ]
semoga tak banyak lg terjadi sedemikian bencananya di negri kita y
salam hangat
[Reply ]
alam pun murka jika manusia tak pernah merawat dan melindunginya. Serem dah kalo udah lihat kemurkaan alam
[Reply ]
Bandung memang lagi dilanda hujan terus tiap hari ketika itu.
sampe sampe ada hujan es segala.
[Reply ]
turut prihatin. semoga tidak terulang lagi
[Reply ]
bener2 miris ngeliatnya …
[Reply ]