- Tuesday, June 10, 2008, 2:47
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 1,529 views
Melihat gejolak sosial dan konflik yang silih berganti di Indonesia, sebutan negara bermartabat sepertinya patut kita tinjau ulang.
Awal bulan ini semua mata tertuju pada
aksi FPI yang menyerang dan membubarkan secara paksa aksi AKKBB di Monas, dibalik kontroversi dan provokasi didalamnya, jelas sekali tindakan ini tidak dapat dibenarkan secara hukum. Buntut dari aksi tersebut Dimana-mana terjadi aksi menuntut
pembubaran FPI, Sebaliknya FPI menuding dan menyalahkan AKKBB berasiliasi dengan
Ahmadiyah-lah yang menjadi provokator dibalik kerusuhan Monas
Kekerasan dibalas dengan kekerasan, inilah fakta yang terjadi dilapangan, dimana warga kita sangat rentan tersulut emosinya tanpa mau berfikir lebih jernih dan dalam. Tiba-tiba saja, banyak ormas yang mengaku bak pejuang dan penegak kebenaran. Sebut salah satu contohnya di Jember, terbentuk
Pasukan Berani Mati, dengan fokus utama membubarkan FPI.
Full story
- Friday, June 6, 2008, 0:00
- Catatanku, Kontemplasi, lepas
- 390 views
6 Juni, 107 tahun lalu pada tanggal itu
Ir Soekarno lahir, dimana pada masanya-lah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, tepatnya pada tahun 1945. Terlepas dari kekurangan yang dimilikinya, beliau bersama-sama segenap elemen bangsa berhasil melepaskan Indonesia dari belenggu penjajahan, sehingga berdirlah negara berdaulat Republik Indonesia. Itulah torehan tertinggi dalam perjalanan Soekarno.
Berjalannya waktu merupakan suatu hal yang tidak dapat dipungkiri.. dalam sejarah manusia, satu persatu peradaban timbul dan tenggelam. Kita mengenal istilah Yunani Kuno, bangsa Mesir kemudian tiba zaman
Socrates, yang rela di hukum mati demi mempertahankan kebenaran yang diyakininya, dimana perjuangan itu dilanjutkan oleh
Plato dan
Aristoteles. Full story
- Friday, May 30, 2008, 6:46
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 4,067 views
Kemarin , dua tahun sudah Saudara-saudara kita di Sidoarjo berkutat dengan lumpur. Kemarin mereka melakukan
istighosah, berdoa bersama sekaligus memperingati tragedi ini. Tak terhitung berapa kerugian morril dan immoril yang diakibatkan. Tidak kurang dari 640 hektar tanah di puluhan desa yang mencakup 3 kecamatan yaitu Tanggulangin, Porong dan Jabon, tertutup oleh ganasnya lumpur.
Saat ini jika kita berada di atas tanggul Kecamatan Porong dan Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, sejauh mata memandang hanyalah lautan lumpur yang terlihat. Ya, dua tahun sudah lumpur panas menyembur. Semburan lumpur yang tiaa akhir.
Lebih dari 10 ribu rumah sudah tenggelam, sementara ganti rugi masih belum total dipenuhi pihak Lapindo.
Full story
- Saturday, May 24, 2008, 1:35
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 849 views
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan
Kami Mahasiswa Indonesia Bersumpah :
Berbahasa satu, bahasa tanpa kebohongan
* * * * * * * * * * *
Sumpah mahasiswa tersebut kemarin kembali lantang diteriakkan. Yup, Ponorogo kota kecil yang selama ini sepi dan jauh dari hiruk pikuk, beberapa hari ini terasa panas dengan demonstrasi-demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa. Diawali oleh aksi
demonstrasi kawan-kawan HMI pada tanggal 06 Mei, kemudian
aksi gabungan PMII, HMI dan BEM UNMER pada tanggal 19 Mei, 21 Mei kawan-kawan IMM dan IRM, dan
terakhir 22 Mei kemarin giliran kawan-kawan yang tergabung dalam Gerakan Eksekutif Mahasiswa Ponorogo (GEMAPO) melakukan aksi turun kejalan. Pada dasarnya tuntutan mereka sama yaitu menolak kenaikan BBM.
Full story
- Thursday, May 15, 2008, 4:00
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 575 views
Belum lekang dari pikiran kita Robohnya gedung Kembar WTC di New York 11 September 2001 lalu, disusul dengan agresi militer Amerika ke Afghanistan, dengan dalih memberantas terorisme, begitu juga serangan Amerika ke Irak dengan dalih menghancurkan senjata pemusnah massal. Belum lagi konflik di timur tengah yang tidak pernah mereda antara Israel Palestina juga Lebanon, begitu juga konflik di Tibet dan konflik lainnya diseluruh penjuru dunia..
Dalam sejarah peradaban manusia kita mengenal banyak kejadian, dari Perang Salib sampai perang dunia pertama dan kedua.. Kejahatan
holocaust Nazi, Zionis, Komunis serta kasus-kasus lain, dimana selalu saja gelap awan membawa berita kehancuran. Anak anak menjerit ketakutan, ibu-ibu hanya menangis pasrah, orang-orang tua tiada bisa berbuat aa.. di dalam Ketakutan dan keluluhlantakan nilai kemanusiaan.. terus dan selalu menghantui hari-hari kita.
Bagaimana tidak, manusia sebagai makhluk yang berakal telah mengingkari dan menyalahgunakan akalnya untuk saling mengebiri dan menghancurkan satu dengan lainnya...
Full story
- Tuesday, May 13, 2008, 0:00
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 527 views
AWAN
(Sebuah puisi dari
Alex)
aku terpekur di sudut dinding ini
aku tak habis pikir dengan nasib anak negeri ini
aku termenung melihat tingkah polah pejabat negeri ini
aku menangis mengenang perjuangan kawan-kawanku ini
masih segar dalam ingatan
ketika kami melawan tiran
dan ia berakhir tumbang
kini apa daya
perjuangan itu di anggap tidak ada
ah, biarlah saja Tuhan yang Maha tahu segalanya
dan memang kami tak mengharap apa-apa
karena perjuangan itu mulia
lahir dari hati dan jiwa-jiwa baja
Full story
- Saturday, May 3, 2008, 6:48
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 699 views
Kemajuan negara tidak terlepas dari mutu pendidikannya.
Terlepas dari slogan diatas, kita tentunya memahami mutu pendidikan bangsa ini, diakui semakin hari peningkatan mutu terus diupayakan, seperti sertifikasi guru, termasuk mencari rumusan kurikulum yang tiap tahun berganti. walaupun justru menjadi boomerang karena kurang jelas konsep ataupun penggantian system yang terlalu terburu-buru.
Beberapa kasus banyak mewarnai perjalanan dunia pendidikan kita, dari biaya mahal, sekolah ambruk, UAN yang dianggap menghambat, tawuran atau kerusuhan, korupsi dana pendidikan serta masalah guru tidak tetap.
Full story
- Tuesday, April 29, 2008, 5:31
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 551 views
Negara kita adalah negara kaya raya.... begitu kata guru-guru saya dulu, tapi nyatanya sampai sekarang saya belum paham betul apa maksud dari kata kaya raya tersebut.
Jika kita tilik SDA kita memang kaya, dengan hutan tropis serta samudera yang sangat luas, maka pantaslah kita disebut dengan Zamrut Khatulistiwa, namun sayangnya, sebagai pemilik zamrut sebagian besar warga negara Indonesia masih dibawah garis kemiskinan.
Beberapa waktu lalu, ketika membaca
Guru Mendidik itu Melawan, sebuah buku karangan
Eko Prasetyo -terbitan
Resistbook- saya menemukan satu sisi kekayaan kita, Ya, sangat beralasan sekali jika kita berbangga diri. Negara kita mempunyai warga negara yang sangat kaya raya dalam hal ketabahan, ya.. tabah..
Full story
- Thursday, April 24, 2008, 3:17
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 312 views
Menarik ketika mendapatkan posingan Bloger Bersatu untuk Hak Asasi Manusia dari blog
pak Sawali. “Bloggers Unite For Human Rights” sebuah agenda yang diusung dari blogcatalog sekaligus menandai peringatan hari ulang tahun yang pertama bersatunya para bloger dari berbagai penjuru dunia melakukan aksi kepedulian terhadap Hak Asasi Manusia (HAM). Aksi “Bloger Bersatu untuk Hak Asasi Manusia” tersebut rencananya akan digelar pada tanggal, 15 Mei 2008.
Sebenarnya saya sendiri kurang paham dengan agenda tersebut, namun mengingat agenda ini mengangkat tema tentang HAM maka bolehlah saya ikutan sendiko dawuh dengan
blogcatalog, toh yang diangkat adalah suatu hal yang positif.
Full story