- Sunday, April 6, 2008, 2:03
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 401 views
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Selalu dipuja-puja bangsa
Sebait lirik lagu Indonesia Pusaka diatas tentunya sangat menyentuh jiwa kita sebagai bangsa yang merdeka dan memiliki kedaulatan. Rasa kebanggaan dan ke-akuan sebagai warga negara Indonesia tertanam kuat dalam syair tersebut.
Yup, tidak berlebihan kiranya dan sangatlah manusiawi jika kita menggugat keabsahan bait lagu ini jika melihat realita sekarang.. Apakah yang dapat kita banggakan sehingga bangsa lain memuja bangsa Indonesia? Sangat naif dikatakan bahwa negara kita patut dipuja-puja bangsa lain kecuali dalam kesabarannya..
Kita sangatlah sabar menunggu perubahan yang terjadi. Bukankah seharusnya kita telah banyak belajar sejak jaman kemerdekaan, tapi nyatanya tiada perubahan yang benar-benar kita rasakan, hanya sederet teori yang dipamerkan sebagai pajangan kaum intelektual.
Full story
- Wednesday, April 2, 2008, 5:33
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 576 views
Sebelumnya aku minta maaf pada kawan-kawan yang merasa tersinggung ataupun tidak setuju dengan postingan ini. Tetapi postingan dibawah ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun. Hanya berniat mengingat serta menjelaskan dengan objective sejarah april mop, yang biasa diperingati pada tanggal 1 April. Tulisan ini aku dapatkan dari
eramuslim.com dan tidak ada sangkut paut dengan tulisan sebelumnya
. Kalo ada pembenaran maupun koreksian dari kawan-kawan silahkan.
***
Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.
Full story
- Monday, March 31, 2008, 9:37
- Catatanku, News, lepas
- 488 views
Mungkin postingan ini bisa dikatakan telat, karena film Fitna sendiri sudah ditarik dari penayangannnya di
liveleak.com.
Belum terhapus dari ingatan kita ketika beberapa waktu lalu Koran Denmark menghina Nabi Muhammad SAW, dengan karikaturnya, kini giliran
Geert Wilders, seorang anggota parlemen Belanda sekaligus pemimpin Partai Kebebasan
PVV merilis film penghinaan berjudul “Fitna” di situs video sharing Liveleak.com.
Sebelum dirilis di internet Geert Wilders melakukan lobying dengan stasiun-stasuin televisi di Belanda, tapi tidak ada yang mau (berani) menayangkannya. Walau Film ini hanya dua hari (28-29/03/2008) dirilis di Livelike.com tapi menimbulkan kontroversi berkepanjangan.
Sebelumnya film ini rencananya dirilis di
fitnathemovie.com. Bahkan dari tanggal 05/03/2008 situs ini sudah bisa diakses publik walau hanya berisi tulisan FITNA COMING SOON dengan latar belakang hitam, tapi begitu film ini jadi dirilis (28/03/2008) situs tersebut langsung dihapus oleh pemerintah Amerika Serikat karena ditakutkan menimbulkan konflik dan perpecahan.
Full story
- Saturday, March 29, 2008, 4:04
- Catatanku, News, lepas
- 441 views
“Dentum amarah belum juga reda, tangisan tidak lagi bersama air mata, habis sudah sumpah serapah yang harus diucapkan, yah inilah kondisi dan realita kehidupan kita” seorang kawan tiba-tiba bergumam begitu puitis dengan sajak yang penuh duka. Dengan tiada alur yang ingin diceritakan, tapi aku mampu menangkap uraiannya yang pelan tapi penuh makna. Kembali dia meneruskan perkataan, “Kemarin aku melihat berita di TV, penderitaan berkepanjangan saudara-saudara kita di Sidoarjo seakan tiada pengahabisan. Sedangkan di Senayan, wakil rakyat seakan tidak mau merasakan duka mereka. Jangankan merasakan, menengok saja mereka enggan. Bahkan dalam interpelasinya, kasus Lapindo dimasukkan dalam fenomena alam,
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga menyatakan hal yang sama... ini berarti menguntungkan pihak Lapindo, sedangkan dana penanggulangan menjadi beban pemerintah untuk menyelesaikan, seperti halnya banjir dan bencana alam lainnya. Sedangkan masyarakat?” aku yakin kali ini dia tidak sekedar bertanya tapi mempertanyakan.
Full story
- Monday, March 17, 2008, 8:54
- Catatanku, Kontemplasi, News, lepas
- 493 views
Yup, akhirnya.. tadi siang selesai sudah tugas dari Beranda (Buletin Kita) tuk nyebarin uletin di kampus.. Sabtu kemarin kita ke percetakan Sekar, yup... Memang buletin ini simpel sekali dan hanya 12 halaman, tapi bagaimanapun juga itu adalah hasil perjuanganku bareng kawan2 HMI Koms STAIN Ponorogo.
Beranda, ya beranda namanya, sebuah buletin kecil yang berisikan suara-suara kami dan tempat mengeksplor kreativitas. Sempat seorang teman bertanya kenapa namanya beranda? bukankah beranda bisa diplesetkan menjadi berandal atau keranda? Ya, betul. Berandal, memang kita berandal tapi berandal yang sopan dalam bertindak juga berpikir. Keranda? mungkin saja, sepertinya memang kemanusiaan diantara kita sudah banyak yang mati, keadilan juga, biarlah kita jadi keranda. mengubur jauh-jauh kemanusiaan ataupun keadilan yang telah mati, biarlah berganti dengan yang baru, dimana lebih suci dan lebih mempunyai makna dan nilai. ups, ngeluyur sampai mana-mana.
Full story
- Sunday, March 9, 2008, 7:33
- Catatanku, News, lepas
- 545 views
Resensi..
Belum lekang dari ingatan bangsa Indonesia bagaimana awal tahun 2007 dibuka dengan kabar hilangnya pesawat Adam Air. Tak berselang lama, tersiar derita baru dari perairan, Levina terbakar saat matahari belum sempurna bersinar. Banyak korban tewas, luka, bahkan hilang entah ke mana. Ayah mencari anaknya, cucu mencari neneknya, dan seorang suami terasa terhempas di pelabuhan menanti kabar istrinya.
Mereka belum lama hidup bersama, belum sempurna mengecap bahtera, hingga sang suami tak sanggup melihat kapal yang ditumpangi istri tercinta tampak dijilat api, membumbung asap, berwarna arang di tengah lautan kepulauan seribu yang tak bertepi.
Full story
- Monday, February 11, 2008, 7:40
- News
- 319 views
Ada hal menarik ketika kemarin pagi menonton Liputan 6 Pagi di SCTV. Diberitakan dimana komisi V DPR sedang menggodok draft tentang diwajibkannya SIM untuk sepeda, becak, juga delman. ini berarti merevisi UU no 14 tahun 1992 tentang lalu lintas.
Azwar Anas salah seorang anggota komisi V DPR mengatakan, Undang-undang dibuat semata-mata untuk ketertiban dan keselamatan para pengguna jalan terutama bagi kendaraan-kendaran yang selama ini tidak memakai SIM. Sebagai gambaran saja dikatakan lebih lanjut, bahwa pertahun kecelakaan kendaraan mencapai 30.000.
Full story
- Tuesday, January 1, 2008, 5:45
- News
- 513 views
Setiap detik yang kita lalui selalu menyisakan cerita yang berbeda. Masih ingat di benak kita tiga tahun lalu, 26 Desember, tsunami memporak parandakan Aceh, Nias dan daerah lainnya, ratusan ribu orang menjadi korban. Setahun lalu, tsunami juga menghantam pantai pangandaran. Di penghujung tahun 2007 ini kembali bencana melanda. Banjir dan tanah longsor. Menambah daftar bencana yang terjadi di tahun ini. Indonesia seakan tenggelam. Betapa tidak, terhitung puluhan Kota dan Kabupaten menjadi korban keganasan banjir ini.
Banjir kali ini memang merata. Khususnya di daerah jawa timur dan jawa tengah serta daerah lain di sumatera, kalimantan, sulawesi sampai pulau bali. Bahkan sampai hari ke lima (31 Desember) banjir masih menggenangi beberapa wilayah seperti Bojonegoro, Lamongan, Ngawi, Solo, Purwodadi dan beberapa daerah lainnya.
Full story
- Thursday, December 27, 2007, 8:26
- News
- 459 views
Akibat hujan 2 hari, sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur terendam air setinggi 1 ½ meter. Seluruh warga panik mencari tempat pengungsian.
“Air sungai di sepertiga daerah barat alun-alun Ponorogo meluber. Sejak tadi pagi warga masih sibuk mencari tempat yang lebih tinggi,” ujar salah seorang warga di Kabupaten Ponorogo, Lukman Hakim Arifin kepada okezone, Rabu (26/12/2007).
Hujan yang mengguyur Kabupaten Ponorogo sejak perayaan Natal kemarin hingga saat ini baru reda. Akibatnya beberapa sungai yang mengalir di daerah kabupaten Ponorogo meluber dan menggenangi daerah-daerah rendah di kabupaten tersebut.
“Sungai Keyang, Sungai Sekayu, Sungai Madiun, Sungai Bendo airnya meluber. Sehingga kurang lebih tujuh desa terendam air,” katanya.
Full story