- Wednesday, February 6, 2008, 8:43
- Uncategorized
- 484 views
Palu komding telah diputuskan, aremania akhirnya dilarang mendukung arema selama 2 tahun. Apapun keputusannya, demi kemajuan sepakbola negeri aremania harus menghormati, walaupun bukan berarti perjuangan aremania selesai. Memang keputusan ini lebih ringan 1 tahun daripada hukuman komdis, tetapi bagaimanapun juga tetap memberatkan Aremania. Bagaimana tidak selama 2 tahun kedepan, atribut aremania dilarang masuk ke dalam stadion. Aremania bukanlah atribut melainkan ruh yang berada di jiwa-jiwa arema.
Yup, dengan semangat aremania tersebut apapun bisa dilakukan oleh arema. dengan spirit aremania, arema menapaki pahit getir persepakbolaan nasional. Dengan spirit aremania pula, kreatifitas muncul tiada batas.Yup, liga super telah menunggu. Perlu koordinasi baru dalam menyongsongnya. Manajemen sudah pasti berusaha membentuk amunisi terbaik. Sedangkan suporter? Kelompok suporter arema harus menyiapkan diri merapatkan barisan dan mempererat koordinasi.
Full story
- Sunday, January 27, 2008, 9:06
- Uncategorized
- 292 views
Target Arema untuk jadi juara liga musim ini pupus sudah. Walaupun berhasil menundukkan PSMS Medan dengan skor tipis 1-0 pada lanjutan besar 8 besar Liga Indonesia yang digelar di stadion Gelora Delta kemarin sore, Arema harus rela tersingkir karena PSMS Medan mempunyai surplus gol yang lebih baik dibanding Arema.Arema dan “Wong Malang” membuktikan janjinya untuk menjunjung tinggi sportifitas serta menerima apapun hasilnya. Walaupun Arema tidak lolos ke semi final, tapi para punggawa Arema pulang dengan terhormat, dengan kepala tegak. Begitu juga dengan “Wong Malang” yang sepanjang pertandingan berbaur dengan kelompok suporter lain seperti Deltras Mania, memberikan apresiasi positif serta tidak henti-hentinya memberikan support kepada Arema.
Full story
- Thursday, January 24, 2008, 4:59
- Uncategorized
- 390 views
Rabu kemarin ada pemandangan unik di stasiun kota baru Malang, ribuan Aremania bersiap-siap ngluruk
Sidoarjo. Sudah hal biasa Aremania selalu terkoordinir tapi yang membuat unik adalah atribut mereka. Yup, mereka menanggalkan atribut kebesaran biru-biru, kaos, syal, bendera, spanduk berganti dengan baju koko, batik, busana muslim dan daerah lengkap dengan sarung juga songkok. Apakah mereka akan mengadakan silaturrahmi? Tidak. tetapi mereka akan mendukung tim kesayangannya berlaga dalam laga lanjutan 8 besar melawan
Sriwijaya FC. Kali ini mereka juga menanggalkan nama kebesaran Aremania menjadi
"Wong Malang".
Aremania memang sedang dihukum PSSI untuk tidak hadir di stadion pada pertandingan resmi selama 3 tahun, dan inilah salah satu kreatifitas nawak-nawak Aremania. Slogan "Loyalitas Tanpa Batas" seharusnya dirubah menjadi "Loyalitas dan Kreatifitas Tanpa Batas."
Full story
- Tuesday, January 22, 2008, 5:16
- Uncategorized
- 314 views
Kemarin, menjelang laga lanjutan Arema Vs Persiwa aku sempat merinding melihat dan mendengar pernyataan Satria Budi Wibawa (manajer Arema) ketika di wawancarai antv sports, menyinggung apakah Arema akhirnya akan
tampil atau memilih mengambil keputusan untuk mundur dari pentas Liga Indonesia. SBW mengatakan “Kami, manajemen Arema, merasa Aremania adalah jiwa Arema. Aremania adalah roh Arema, Aremania ...
Full story
- Saturday, January 19, 2008, 5:12
- Uncategorized
- 435 views
Malang- 19-01-2008. Niat Aremania untuk memperjuangkan nasibnya dari tindakan sewenang-wenang
PSSI tak pernah surut. Mereka tetap menolak keputusan Komdis PSSI yang menghukum tiga tahun tidak boleh menyaksikan pertandingan Arema di seluruh wilayah Indonesia. Ratusan Aremania kemarin menggelar acara di
Stadion Gajayana kemarin. Acara itu terasa istimewa karena diisi orasi oleh tiga kepala daerah, wali kota Malang Peni Suparto, wali kota Batu Eddi Rumpoko dan bupati Malang yang diwakili Ketua KONI Bambang Sugeng.
Acara yang mengundang tiga kepala daerah di Malang Raya itu diwarnai semangat heroisme. Yel-yel Hidup Arema terus menggema di lapangan sepak bola Stadion Gajayana. Pertemuan yang jarang-jarang terjadi ini berkaitan dengan peristiwa rusuh Kediri akibat kepemimpinan wasit Jajat Sudrajat yang dinilai banyak pihak menyebabkan amuk Aremania di Stadion Brawijaya, Kediri.
Full story
- Thursday, January 17, 2008, 5:28
- Uncategorized
- 1,595 views
Impian puluhan ribu
Aremania melihat tim kebanggaannya
(Arema) menang terkubur sementara, setelah laga perdananya di pentas 8 besar
liga indonesia 2007 (LDI) melawan
Persiwa harus dihentikan pada menit 70, dengan skor 2-1 untuk kemenangan Persiwa. Hal ini dikarenakan emosi dari Aremania yang berakhir dengan kerusuhan dengan aksi-aksi anarkis. Sehingga
stadion Brawijaya Kediri rusak parah ...
Full story
- Wednesday, January 9, 2008, 3:41
- Uncategorized
- 358 views
Hari gini ga’ kenal blog? Bisa dikatakan kasian banget.. Blog saat ini merupakan suatu trend. Bahkan
Technorati (www. technorati .com) mencatat di awal tahun 2007 ada sekitar 70 juta blog di dunia. Bandingkan dengan tahun 2003 yang hanya di bawah 2 juta blog! Pertumbuhan blogger (julukan mereka yang mempunyai blog) sangat spektakuler. Tentunya sebagai blogger kita harus paham apakah itu blog serta sejarah lahir dan berkembangan blog.
Full story
- Tuesday, January 8, 2008, 1:44
- Uncategorized
- 749 views
"Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan”
Sekilas tidak ada yang istimewa dari kalimat diatas, tetapi kalau kita renungi sangat dalam maknanya. Itulah salah satu ungkapan dari Soe Hok Gie (Gie). Siapa yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini, dikalangan aktivis kampus nama Gie bagaikan simbol dari pergerakan mahasiswa. Apalagi tahun 2005 lalu sempat di filmkan oleh
Mira Lesmana dan Riri Reza bersama Miles Production dengan judul “Gie” yang diperankan oleh
Nicholas Saputra,
Sita Nursanti, Wulan Guritno, Lukman Sardi dan Thomas Nawilis. Bisa dikatakan film tersebut sukses besar.
Siapakah sebenarnya Gie?
Nama aslinya Soe Hok Gie, dilahirkan pada tanggal 17 Desember 1942, adik dari sosiolog
Arief Budiman. Catatan harian Gie sejak 4 Maret 1957 sampai dengan 8 Desember 1969 dibukukan tahun 1983 oleh
LP3ES ke dalam sebuah buku yang berjudul Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran setebal 494 halaman. Gie meninggal di
Gunung Semeru sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 — 16 Desember 1969 akibat gas beracun.
Full story